Kamis, 29 Januari 2026
Wagub Johni Asadoma Jemput Bola ke Badung dan Karangasem: "Kami Mohon Maaf, Mari Merajut Kembali Harmoni"
Tiga Emas di Thailand, Wagub Johni Asadoma Sambut Kepulangan 'Sang Penakluk' Alfin Nomleni
KUPANG, Pena Indonesia – Suasana haru dan bangga menyelimuti lobi kedatangan Bandara El Tari Kupang, Rabu (28/1/2026) siang. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara khusus hadir untuk menjemput sosok pahlawan olahraga yang baru saja mengguncang panggung Asia: Alfin Nomleni.
Alfin, atlet disabilitas kebanggaan NTT, pulang membawa "buah tangan" luar biasa dari ajang ASEAN Para Games ke-13 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Tidak tanggung-tanggung, tiga medali emas sekaligus ia kalungkan di lehernya, membuktikan bahwa keterbatasan hanyalah kata, bukan penghalang kedaulatan prestasi.
Dominasi Mutlak di Lintasan Atletik
Di lintasan atletik Thailand, Alfin tampil bak singa yang lepas dari kandang. Ia mendominasi tiga nomor bergengsi kategori T20 Putra (Tuna Grahita):
- Lari 400m
- Lari 800m
- Lari 1.500m
Prestasi ini membuat Bendera Merah Putih berkibar tiga kali di langit Nakhon Ratchasima, sebuah pencapaian yang membuat Wagub Johni Asadoma tak mampu menyembunyikan rasa bangganya.
“Ini adalah bukti nyata dari kerja keras, disiplin baja, dan semangat pantang menyerah. Alfin adalah inspirasi hidup. Saya berharap prestasi ini menjadi pemantik api semangat bagi atlet-atlet NTT lainnya untuk terus bermimpi dan bertarung di level internasional,” ujar Wagub Johni dengan nada penuh apresiasi.
Runtuhnya Dominasi Malaysia
Ada cerita menarik di balik kepingan emas ini. Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, mengungkapkan bahwa kemenangan Alfin di nomor 400 meter memiliki nilai emosional yang tinggi. Selama sembilan kali pertemuan sebelumnya, Alfin selalu membayang-bayangi rival beratnya asal Malaysia, Nor Azmi Muhammad Ammar Aiman.
Namun, di Thailand, sejarah berubah. Alfin melesat dengan catatan waktu 48,41 detik, unggul tipis dari Nor Azmi (48,83 detik).
“Ini kemenangan yang sangat spesial. Alfin akhirnya berhasil mematahkan dominasi atlet Malaysia yang selama ini menjadi rival terberatnya. Ini buah dari ketekunan dan latihan tanpa lelah,” tegas Viktor Haning.
Pesan dari Garis Finis
Keberhasilan Alfin Nomleni bukan sekadar angka di papan skor, melainkan pengingat bagi seluruh anak muda di Flobamora. Bahwa di balik keterbatasan fisik, tersimpan kekuatan tanpa batas jika ditempa dengan kedisiplinan dan keberanian.
Kupang hari ini tidak hanya menyambut seorang atlet, tapi menyambut bukti bahwa NTT adalah rahim bagi para juara dunia.
Laporan: Alex Raditia
Source: Biro Humas NTT
Dokumentasi: Bob Djehatu
Editor: LL//gpi
BPK RI Mulai Audit LKPD Kota Kupang 2025, Sekda: Pimpinan OPD Dilarang Keluar Daerah!
Rabu, 28 Januari 2026
Moke Aimere Naik Kelas: Dari Tradisi Menuju Rak NTT Mart!
Sempat Viral, Anggota DPRD Mokris Lay Akhirnya Resmi Ditahan Hari Ini! Ini Detail Pasal yang Menjeratnya
Buktikan Ketegasan, Kejari Kota Kupang Resmi Tahan Anggota DPRD Mokris Lay
KUPANG, PenaIndonesia – Keraguan publik terhadap nyali Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang dalam menangani kasus hukum pesohor politik akhirnya terjawab. Pada Rabu (28/1/2026), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Shirley Manutede, S.H., M.Hum, mengambil langkah berani dengan resmi menahan anggota DPRD Kota Kupang aktif, Mokris Lay.
Mokris Lay ditahan atas dugaan kasus Penelantaran Istri dan Anak serta Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penahanan ini dilakukan sesaat setelah proses pelimpahan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) dari penyidik Polda NTT kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang.
Patahkan Spekulasi Publik
Sebelumnya, sempat muncul skeptisisme di tengah masyarakat yang menduga bahwa Mokris Lay tidak akan ditahan mengingat statusnya sebagai wakil rakyat. Spekulasi ini diperkuat setelah tersangka sempat tidak ditahan oleh pihak Polda NTT meski statusnya sudah naik menjadi tersangka.
Namun, Shirley Manutede menegaskan bahwa hukum tidak pandang bulu. Penahanan ini merupakan bentuk komitmen institusinya dalam menegakkan keadilan.
"Keputusan penahanan ini diambil berdasarkan pertimbangan hukum yang matang dan analisis yuridis yang komprehensif, bukan karena tekanan atau opini publik," ujar Shirley tegas.
Landasan Hukum Penahanan
Dalam keterangannya, Kajari merinci dua landasan hukum utama yang memperkuat prosedur penahanan tersebut, yakni:
-
KUHAP (UU No. 8 Tahun 1981):
- Pasal 21 ayat (1): Adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatan.
- Pasal 21 ayat (4) huruf a: Tindak pidana yang disangkakan memiliki ancaman penjara lima tahun atau lebih.
- KUHP Baru (UU No. 20 Tahun 2025):
- Pasal 99 ayat (5) & Pasal 100 ayat (5): Memberikan kewenangan penahanan demi kepentingan penuntutan setelah perkara dinyatakan lengkap (P-21) secara formil maupun materil.
Bantahan Tersangka Gugur oleh Fakta Hukum
Meskipun dalam proses pemeriksaan Mokris Lay sempat mengelak dan menyatakan tidak menelantarkan keluarganya, Kejari Kota Kupang menyatakan sebaliknya. Berdasarkan alat bukti yang sah, seluruh unsur tindak pidana penelantaran istri dan anak telah terpenuhi secara hukum.
Dengan penahanan ini, Mokris Lay akan menjalani masa tahanan titipan sembari menunggu proses persidangan di pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Selasa, 27 Januari 2026
Kupang Mengukir Sejarah: Dedikasi WaliKota Kupang dr. Christian Widodo Berbuah UHC Award 2026
JAKARTA – Sebuah prestasi membanggakan kembali mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di level nasional. Penjabat Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi menerima penghargaan prestisius Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (27/01).
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan pengakuan tertinggi atas komitmen nyata Pemerintah Kota Kupang dalam memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh. Di bawah kepemimpinan dr. Christian, Kota Kupang dinilai berhasil melampaui standar nasional dalam memastikan setiap warga—tanpa terkecuali—memiliki akses layanan medis yang bermutu dan terjangkau.
Sentuhan "Tangan Dingin" Sang Dokter
Latar belakang dr. Christian sebagai seorang praktisi medis menjadi pembeda utama. Beliau memahami bahwa kesehatan bukan hanya soal angka statistik, melainkan tentang kemanusiaan dan fondasi kemajuan sebuah peradaban.
"Prestasi ini adalah kemenangan seluruh rakyat Kota Kupang. Kami ingin memastikan bahwa di kota ini, tidak boleh ada lagi warga yang merasa takut atau ragu untuk berobat hanya karena kendala biaya. Kesehatan adalah hak dasar yang wajib kami penuhi," tegas dr. Christian Widodo dengan penuh haru usai menerima piala penghargaan.
Langkah Nyata Menuju Kupang Sejahtera
Keberhasilan meraih UHC Award ini membuktikan bahwa transformasi kesehatan di Kota Kupang berada pada jalur yang tepat. Dengan sistem yang terintegrasi, warga Kupang kini dapat bernapas lega karena jaminan layanan kesehatan telah hadir di depan pintu rumah mereka.
Pencapaian ini menjadi bukti otentik bahwa kolaborasi antara kepemimpinan yang bervisi kuat dan dukungan masyarakat mampu menciptakan perubahan besar. Mari kita jadikan momentum ini sebagai bahan bakar untuk terus mendukung transformasi Kupang menjadi kota yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sejahtera secara sosial. Lf
Wali Kota Kupang Gandeng BBPOM: Targetkan Kota Aman Pangan dan Perangi Kanker Serviks
Senin, 26 Januari 2026
Buka DBL East Nusa Tenggara, Serena Francis Tekankan Pentingnya Karakter 'Student Athlete'
Putus Kebuntuan 12 Tahun: Wali Kota Kupang Percepat Pembangunan Penahan Banjir Kali Mati
Minggu, 25 Januari 2026
Prioritaskan Kerukunan, Yayasan Darul Amanah Pilih Patuhi Prosedur dan Hentikan Pembangunan
KUPANG, Pena Indonesia – Menyikapi dinamika sosial terkait rencana pembangunan Masjid Darul Amanah di Kelurahan Liliba, Yayasan Darul Amanah Insan Mulya Kupang akhirnya angkat bicara. Melalui siaran pers resmi pada Minggu (25/1/2026), pihak yayasan menegaskan sikap hormat mereka terhadap langkah mediasi yang diambil Pemerintah Kota Kupang demi menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Komitmen Taat Asas
Ketua Dewan Pembina Yayasan, Dr. Khalid Moenardi, bersama Ketua Yayasan, Drs. Anshar Usman, M.Si, menyatakan bahwa penghentian aktivitas pembangunan fisik telah dilakukan secara total. Langkah ini diambil sesaat setelah diterimanya Surat Teguran I dari Dinas PUPR Kota Kupang.
“Kami menegaskan bahwa sejak teguran resmi dilayangkan, tidak ada lagi aktivitas konstruksi. Yang terlihat di lokasi hanyalah mobilisasi pengembalian alat dan perataan lahan, bukan kelanjutan pembangunan,” tegas pihak Yayasan.
Kronologi dan Fakta Lapangan
Menanggapi simpang siur informasi yang beredar, Yayasan memaparkan fakta-fakta administratif yang telah ditempuh sejak tahun 2021:
- Audiensi Intensif: Yayasan mengklaim telah melakukan sembilan kali audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tingkat Kelurahan hingga FKUB dan Kesbangpol.
- Proses Perizinan: Saat ini, pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sedang diproses melalui mitra teknis dan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR.
- Klarifikasi Dukungan: Yayasan menepis isu adanya "transaksi" dalam pengumpulan dukungan warga. Pengambilan data KTP disebut murni sukarela tanpa sangkut paut dengan pembagian daging qurban seperti yang diisukan.
Meluruskan Data Spasial
Terkait keberatan sebagian pihak mengenai jarak rumah ibadah, Yayasan meluruskan bahwa Masjid Al Mujahidin Lanud El Tari berjarak sekitar 1,3 km, sementara Masjid Al Faidah RS Oesapa berjarak lebih dari 2,5 km. Data ini menyanggah klaim sebelumnya yang menyebut adanya masjid dalam radius 500 meter.
Selain itu, pihak Yayasan juga memaparkan data populasi Muslim di sekitar lokasi yang mencapai puluhan Kepala Keluarga (KK), termasuk sembilan KK di Kompleks PTA yang berbatasan langsung dengan lokasi lahan wakaf tersebut.
Menjaga "Rumah Bersama"
Yayasan Darul Amanah menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan ini adalah murni untuk penyediaan fasilitas ibadah bagi warga Muslim Liliba tanpa ada niat sedikit pun untuk mengoyak toleransi yang telah terjaga di Kota Kupang.
Saat ini, lahan tersebut hanya digunakan untuk aktivitas ibadah rutin dan pengajian santri TPQ dengan tetap mengedepankan ketenangan lingkungan. Yayasan pun mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat.
“Kami menyerahkan sepenuhnya proses evaluasi dokumen kepada Pemerintah Kota Kupang dan berkomitmen mematuhi setiap keputusan hukum yang berlaku,” tutup pernyataan tersebut.
Editor: LL//gpi
Pastikan Atap Tak Bocor dan Toilet Layak, Wali Kota Kupang Resmikan Wajah Baru SDI Naikoten 1
Pantau Langsung Dampak Puting Beliung, Wagub NTT Serahkan Bantuan di Tengah Reruntuhan Gereja
Sabtu, 24 Januari 2026
Wali Kota Kupang Instruksikan Penanganan Cepat Bencana Angin Kencang di Belo
KUPANG, Pena Indonesia – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau langsung lokasi bencana angin kencang di Kelurahan Belo, Sabtu (24/1), kurang dari 24 jam setelah kejadian. Selain memastikan penyaluran bantuan logistik, Wali Kota menginstruksikan pendataan total rumah rusak dan penanganan medis bagi warga yang terluka.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo meninjau korban bencana angin kencang di Belo
Bencana yang terjadi pada tengah malam sebelumnya tersebut dilaporkan merusak 45 rumah warga dan satu tempat ibadah, Gereja GMIT Yegar Sahaduta. Beberapa warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.
"Kami hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi musibah ini. Seluruh rumah yang terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, akan didata untuk mendapatkan bantuan perbaikan," ujar dr. Christian saat berdialog dengan warga di RT 02 RW 08 Kelurahan Belo.
Respon Darurat dan Jaminan Medis
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik pangan dan terpal. Bahkan, Wali Kota menawarkan Rumah Jabatan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni.Terkait korban luka, dr. Christian mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi kepesertaan BPJS bagi warga terdampak yang belum tercover. Hal ini dilakukan untuk menjamin biaya perawatan medis di rumah sakit tetap gratis.
Perbaikan Sarana Ibadah
Menanggapi kerusakan serius pada Gereja GMIT Yegar Sahaduta, Wali Kota menegaskan pemerintah akan masuk melalui skema penanganan bencana (force majeure).
"Secara regulasi, bantuan sosial keagamaan biasanya ada rentang waktu dua tahun. Namun karena ini kondisi darurat di luar perkiraan, pemerintah akan segera membantu agar gereja bisa kembali digunakan untuk beribadah," jelasnya.
Data Terkini Kerusakan
Lurah Belo, Robinson Emlimasir Lona, menjelaskan bahwa berdasarkan verifikasi lapangan terbaru, jumlah bangunan terdampak meningkat dari laporan awal 35 unit menjadi 45 unit rumah. Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT dan Kota Kupang, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Editor: dwn//gpi
Source: prokopim setda Kota Kupang
15 Tahun Jadi "Gelandang" di Kantor Sendiri, Lahan BNN Kupang Akhirnya Sah
Jumat, 23 Januari 2026
Fatusuba dan Rahasia Gua Jepang: Langkah Melki Laka Lena Membangun Wisata Sejarah NTT dari Jejak Poros Dunia
Lahirkan Generasi Bermental Baja, Wawali Serena Sebut Korps Kadet Kemenhan Peluang Strategis Anak Muda Kupang
Kamis, 22 Januari 2026
Menghidupkan Kembali Garuda Nitneo: dr. Chris dan Melki Laka Lena Sepakat Tuntaskan Monumen Tanpa Beban APBD
Rayakan Hari Pers, PWI NTT dan Wali Kota Kupang Komit Ketuk Pintu Kemanusiaan Lewat Darah dan Kebersihan
"Wajah pers di Kota Kupang tidak hanya akan terlihat lewat barisan kata di layar atau kertas koran. Dalam waktu dekat, para kuli tinta yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT akan turun ke jalan, memegang sapu, hingga mendonorkan darah bagi kemanusiaan."
KUPANG, Pena Indonesia – Wajah pers di Kota Kupang tidak hanya akan terlihat lewat barisan kata di layar atau kertas koran. Dalam waktu dekat, para kuli tinta yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT akan turun ke jalan, memegang sapu, hingga mendonorkan darah bagi kemanusiaan.
Sinergi kemanusiaan ini mendapat sambutan luar biasa dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Saat menerima audiensi pengurus PWI NTT di ruang kerjanya, Rabu (21/01), dr. Christian menegaskan komitmennya bahwa pemerintah dan media harus berjalan beriringan dalam membangun kota.
"Saya sangat apresiasi ketika teman-teman pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tapi juga terlibat langsung dalam kerja nyata di tengah masyarakat," ujar sosok dokter yang kini memimpin Kota Kupang tersebut dengan antusias.
Oesapa Jadi Titik Awal
Ketua PWI NTT, Ferry Jahang, membeberkan agenda besar menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah aksi bersih lingkungan di kawasan Oesapa pada 30 Januari mendatang. Tidak main-main, sekitar 150 personel gabungan dari TNI, Polri, hingga komunitas mama-mama pedagang akan tumpah ruah di sana.
Tak berhenti di situ, sehari setelahnya, PWI NTT akan menggelar aksi donor darah untuk menjawab tipisnya stok darah di Kota Kasih. Sebagai puncaknya, sebuah diskusi publik bertajuk pengawalan program pemerintah dan peran perbankan bagi UMKM akan digelar pada 13 Februari di Aula Kantor Gubernur NTT.
Dukungan Totalitas Sang Dokter
Mendengar rencana tersebut, dr. Christian Widodo langsung memberikan instruksi kepada jajaran Dinas LHK dan Dinas Kesehatan untuk memberikan dukungan penuh. Namun, dukungan sang Wali Kota bukan sekadar administratif. Secara personal, ia berkomitmen memberikan bantuan dana hingga konsumsi demi kelancaran aksi sosial ini."Ini sejalan dengan komitmen kami menjaga kebersihan kota dan meningkatkan kepedulian sosial," tambah Wali Kota yang saat itu didampingi Kadis Kominfo, Ariantje Baun.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai babak baru sinergi antara 'Pemerintah' dan 'Pilar Keempat Demokrasi' demi kemajuan NTT, khususnya Kota Kupang.
Editor: LL//gpi
Rabu, 21 Januari 2026
Kursi Panas KIB: Belum 24 Jam Odermaks Mundur, Melki Laka Lena "Ganti Gigi" Tunjuk Jhony Ataupah
KUPANG, Pena Indonesia – Kursi kepemimpinan PT Kawasan Industri Bolok (KIB) tampaknya benar-benar menjadi "kursi panas" yang menguras energi. Belum genap 24 jam setelah ditetapkan sebagai Plt Direktur Utama, Odermaks Sombu secara mengejutkan memilih mundur. Tak ingin roda transformasi Perseroda "mati mesin", Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena langsung melakukan manuver cepat dengan menunjuk Jhony Ericson Ataupah sebagai nakhoda baru.
Drama suksesi ini memuncak dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) darurat yang digelar di Hotel Sasando, Rabu (21/1/2026) sore. Langkah "ganti gigi" ini diambil untuk memastikan agenda besar pembersihan BUMD tersebut tidak terhambat oleh kendala teknis maupun personal.
Plot Twist di Sasando: Kesehatan Jadi Alasan
Keputusan Odermaks Sombu untuk meletakkan jabatan sesaat setelah ditunjuk memang memicu tanya di ruang publik. Namun, Gubernur Melki segera memberikan klarifikasi tajam agar isu tidak berkembang liar. Alasan kesehatan yang membutuhkan masa pemulihan menjadi dasar utama Odermaks menarik diri dari tanggung jawab besar tersebut.
“Kondisi kesehatan dan pertimbangan keluarga membuat beliau tidak memungkinkan melanjutkan tugas. Kita butuh gerak cepat, karena itu kekosongan ini harus segera diisi,” tegas Melki dengan nada bicara yang mengisyaratkan bahwa KIB tidak punya waktu untuk sekadar menunggu.
Tugas Berat Jhony Ataupah: Bukan Sekadar Pengisi Kursi
Masuknya Jhony Ericson Ataupah sebagai Plt Direktur Utama bukan tanpa beban. Gubernur Melki langsung memberikan "perintah operasi" yang jelas: bedah total aturan main perusahaan. Jhony diinstruksikan untuk segera melakukan perbaikan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PT KIB.
Targetnya ambisius dan pedas: penguatan kelembagaan dan penerapan tata kelola yang benar-benar bersih. Gubernur tidak ingin ada lagi celah bagi manajemen yang tidak tertib. Ini adalah sinyal bahwa Pemprov NTT sedang melakukan "operasi jantung" pada perusahaan yang selama ini menjadi sorotan publik tersebut.
Komitmen Tanpa Kompromi
Pergantian kilat ini membuktikan satu hal: di bawah kepemimpinan Melki Laka Lena, keberlanjutan operasional KIB adalah harga mati. Langkah transisi menuju pengurus definitif tetap berjalan di jalur cepat demi menggerakkan potensi ekonomi NTT yang selama ini seolah terbelenggu.
Publik kini menanti, apakah Jhony Ataupah mampu bertahan di tengah tekanan transformasi yang begitu tinggi, ataukah Bolok masih akan menyimpan kejutan-kejutan lain dalam proses "bersih-bersih" manajemennya? Satu yang pasti, Pena Indonesia akan terus mengawal setiap jengkal perubahan di kawasan industri kebanggaan NTT ini.
penulis: Baldus Sae
Editor: LL//gpi
"Reset" Besar-Besaran di Bolok: Melki Laka Lena Tunjuk Odermaks Sombu Jadi Nakhoda Transisi
Selasa, 20 Januari 2026
Mimpi Anak NTT Jadi Nyata! Gubernur Melki Awali Pembangunan Sekolah Rakyat: Fasilitas Megah, Hapus Sekat Kemiskinan
KAB. KUPANG, Pena Indonesia – Langkah nyata menuju kesetaraan pendidikan di Nusa Tenggara Timur resmi dimulai. Selasa (20/1/2026), Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Oelnasi, Kabupaten Kupang. Proyek ini menjadi simbol runtuhnya tembok penghalang bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkelas dunia.
Fasilitas Mewah untuk Rakyat
Lupakan kesan sekolah rakyat yang serba terbatas. Di atas lahan ini, akan berdiri kompleks pendidikan terpadu (SD, SMP, SMA) berkapasitas 1.080 siswa dengan standar yang setara dengan sekolah internasional. Fasilitas yang akan dibangun sangat lengkap dan berkualitas:
- Hunian Terpadu: Asrama Putra-Putri dan Rusun Guru.
- Sarana Modern: Gedung serbaguna, guest house, kantin bersih, hingga gudang perawatan.
- Olahraga & Rohani: Lapangan bola, lapangan basket, hingga gedung Gereja yang megah di dalam lingkungan sekolah.
Memutus Rantai Kemiskinan
Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutannya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah alat untuk mengangkat martabat masyarakat.
"Sekolah rakyat ini merupakan bagian dari spirit Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan amanat UUD 1945 mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar dilaksanakan. Ini hadir sebagai alat mengangkat kualitas hidup masyarakat miskin dengan memberikan pengetahuan dan melatih skill agar mereka menjadi SDM cerdas dan produktif," ungkap Gubernur Melki dengan penuh rasa bangga.
Senada dengan itu, Bupati Kupang Yosep Lede menyampaikan rasa syukur mendalam. Baginya, sekolah ini adalah anugerah yang akan menyelamatkan masa depan anak-anak di pelosok NTT yang selama ini terancam putus sekolah karena kendala biaya.
Sinergi Kilat Pemerintah
Kehadiran sekolah ini merupakan aksi nyata hasil sinergi cepat antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang, dan Kementerian PUPR melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT. Gubernur Melki pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga proses pembangunan ini demi manfaat jangka panjang bagi generasi emas NTT.
Kini, akses pendidikan berkualitas bukan lagi milik segelintir orang. Di Sekolah Rakyat, setiap anak NTT punya hak yang sama untuk berdiri tegak, belajar dengan fasilitas terbaik, dan bermimpi setinggi langit.
Editor: LL//gpi
Penulis: Meldo Nailopo
Foto: Gerard
Lawan Praktik Ilegal, Pemkot Kupang Fokus Bekali Calon PMI dengan Keterampilan dan Modal Usaha
Buka Kaderisasi HMI, Wali Kota Kupang: Pemimpin Harus Berani Ambil Jalan Sunyi, AI Cuma Alat!
Gebrakan Februari! El Tari Kupang Segera Jadi Bandara Internasional, Melki Laka Lena: Gak Pakai Lama!
Wagub Johni Asadoma Warning UPTD Pendapatan Alor: Target Rp23,5 Miliar Baru Cair 11 Persen!
ALOR, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupate...
-
KUPANG, PENA INDONESIA– Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka pintu lebar-lebar ba...
-
ADONARA – Suasana mencekam menyelimuti wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, menyusul gempa bumi yang terjadi pada Rabu (8/4) m...