KUPANG, Pena Indonesia – Suasana haru dan bangga menyelimuti lobi kedatangan Bandara El Tari Kupang, Rabu (28/1/2026) siang. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara khusus hadir untuk menjemput sosok pahlawan olahraga yang baru saja mengguncang panggung Asia: Alfin Nomleni.
Alfin, atlet disabilitas kebanggaan NTT, pulang membawa "buah tangan" luar biasa dari ajang ASEAN Para Games ke-13 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Tidak tanggung-tanggung, tiga medali emas sekaligus ia kalungkan di lehernya, membuktikan bahwa keterbatasan hanyalah kata, bukan penghalang kedaulatan prestasi.
Dominasi Mutlak di Lintasan Atletik
Di lintasan atletik Thailand, Alfin tampil bak singa yang lepas dari kandang. Ia mendominasi tiga nomor bergengsi kategori T20 Putra (Tuna Grahita):
- Lari 400m
- Lari 800m
- Lari 1.500m
Prestasi ini membuat Bendera Merah Putih berkibar tiga kali di langit Nakhon Ratchasima, sebuah pencapaian yang membuat Wagub Johni Asadoma tak mampu menyembunyikan rasa bangganya.
“Ini adalah bukti nyata dari kerja keras, disiplin baja, dan semangat pantang menyerah. Alfin adalah inspirasi hidup. Saya berharap prestasi ini menjadi pemantik api semangat bagi atlet-atlet NTT lainnya untuk terus bermimpi dan bertarung di level internasional,” ujar Wagub Johni dengan nada penuh apresiasi.
Runtuhnya Dominasi Malaysia
Ada cerita menarik di balik kepingan emas ini. Ketua NPCI NTT, Viktor Haning, mengungkapkan bahwa kemenangan Alfin di nomor 400 meter memiliki nilai emosional yang tinggi. Selama sembilan kali pertemuan sebelumnya, Alfin selalu membayang-bayangi rival beratnya asal Malaysia, Nor Azmi Muhammad Ammar Aiman.
Namun, di Thailand, sejarah berubah. Alfin melesat dengan catatan waktu 48,41 detik, unggul tipis dari Nor Azmi (48,83 detik).
“Ini kemenangan yang sangat spesial. Alfin akhirnya berhasil mematahkan dominasi atlet Malaysia yang selama ini menjadi rival terberatnya. Ini buah dari ketekunan dan latihan tanpa lelah,” tegas Viktor Haning.
Pesan dari Garis Finis
Keberhasilan Alfin Nomleni bukan sekadar angka di papan skor, melainkan pengingat bagi seluruh anak muda di Flobamora. Bahwa di balik keterbatasan fisik, tersimpan kekuatan tanpa batas jika ditempa dengan kedisiplinan dan keberanian.
Kupang hari ini tidak hanya menyambut seorang atlet, tapi menyambut bukti bahwa NTT adalah rahim bagi para juara dunia.
Laporan: Alex Raditia
Source: Biro Humas NTT
Dokumentasi: Bob Djehatu
Editor: LL//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar