Jumat, 28 November 2025

50 Tahun Integrasi Timor Timur: FKPTT Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Dharma Loka

Kupang, Pena Indonesia - Dalam rangka memperingati 50 tahun perjuangan dan pengorbanan para pejuang integrasi Timor Timur, Panitia Kongres, pengurus, dan peserta Kongres I Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) Tahun 2025 menggelar kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kota Kupang. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada pukul 15.00 Wita ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa para pejuang yang gugur dalam memperjuangkan integrasi Timor Timur ke Indonesia, sejak periode 1975 hingga tahun 2025.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Pegurus Besar Nasional (PBN), serta ratusan peserta dari berbagai daerah yang tergabung dalam FKPTT. Tak ketinggalan, hadir pula Barisan Milisi (BM) yang turut menunjukkan solidaritas dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan nasional dan pejuang integrasi.
 
Dalam sambutannya di depan makam pahlawan, Ketua Panitia Kongres, Drs. Felisberto Amaral menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya integrasi Timor Timur dengan NKRI. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan dan pengorbanan mereka harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

“Ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga menanamkan kembali semangat juang dan pengorbanan para pahlawan kepada anak bangsa. 50 tahun telah berlalu, namun jasa dan perjuangan mereka tetap abadi dalam sejarah dan hati rakyat Indonesia,” ujarnya penuh haru.
 
Setelah menyampaikan sambutan, rombongan kemudian melakukan upacara singkat yang diikuti dengan tabur bunga secara simbolis di sejumlah makam pejuang, khususnya mereka yang gugur selama Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1975 dan tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan setengah abad peristiwa bersejarah tersebut yang berpusat di Kupang, sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap jasa-jasa mereka.

Selain sebagai momen mengenang, kegiatan ziarah ini juga memiliki makna strategis dalam memperkuat solidaritas dan konsolidasi organisasi FKPTT. Melalui momen ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan, semangat nasionalisme, dan pengorbanan para pejuang tetap hidup dan menjadi inspirasi dalam merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
 
Kegiatan ini menegaskan bahwa perjuangan dan pengorbanan mereka tidak akan pernah terlupakan, serta menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab bersama. Semangat perjuangan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda agar terus menghargai sejarah dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Penulis: dwn//gpi

Kamis, 27 November 2025

Bobby Lianto Pimpin Pemuda Tani NTT 2025-2030, Canangkan 1.000 Hektare Jagung dan Digitalisasi Pertanian


KUPANGBobby Lianto resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Periode 2025-2030 dalam sebuah upacara yang khidmat di Harper Hotel Kupang pada Kamis, 27 November 2025. Bersama jajaran pengurus DPD, Bobby Lianto diambil sumpah dan dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono.

​Acara pelantikan ini menjadi sorotan penting karena dihadiri sejumlah tokoh kunci di NTT, termasuk Gubernur Melki Laka Lena; Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni; Wakil Ketua DPRD Fernando Soares; Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Serena Francis; Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja; serta Anggota DPR RI Dapil NTT II, Gavriel Novanto dan Usman Husin, disamping perwakilan organisasi kepemudaan dan Cipayung.

​Fokus Utama: Transformasi Lahan dan Digitalisasi Petani

​Dalam pidato perdananya, Bobby Lianto menyampaikan visi ambisius untuk tahun pertama kepengurusannya, yakni memprogramkan penanaman jagung seluas 1.000 hektare di Pulau Timor. Program ini merupakan kolaborasi dengan PT Silvano Jaya dan telah dimulai dengan 150 hektare di kebun Lanud El Tari Kupang.

​"Kami mau merubah lahan-lahan yang berwarna kuning di musim panas jadi hijau," tegas Bobby, menandakan komitmennya pada transformasi lahan kering di NTT menjadi produktif.

​Lebih lanjut, Pemuda Tani NTT di bawah kepemimpinannya akan memposisikan diri sebagai fasilitator bagi para petani dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk inovasi digital. Inovasi tersebut diwujudkan melalui aplikasi Koperasi Pemuda Tani (Komuni) NTT, sebuah platform digitalisasi pertanian yang berfungsi sebagai marketplace bagi masyarakat untuk berbelanja hasil pertanian dari anggota koperasi secara daring. Aplikasi Komuni NTT juga direncanakan terhubung dengan SPPG atau dapur-dapur MBG.

​Menjawab Kebutuhan Pasar Kopi Saset

​Selain fokus pada jagung dan digitalisasi, Pemuda Tani NTT turut merambah industri pengolahan dengan mendatangkan dua unit mesin pengemasan kopi saset bekerja sama dengan Beta Print. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pasar kopi kemasan yang tinggi, terutama untuk saset kecil.

​“Permintaan yang banyak itu kopi saset yang kecil-kecil. Memang alatnya harganya mahal, tapi kita sudah hadirkan dua unit kerja sama dengan Beta Print. Jadi sekarang kita sudah bisa jual kopi lokal yang sudah terkenal ini sesuai kebutuhan pasar,” jelas Bobby Lianto, menunjukkan fokus pada hilirisasi produk lokal.

​Bobby Lianto mengakhiri pidatonya dengan seruan inspiratif, mengajak seluruh pemuda-pemudi NTT untuk menjadi generasi terhebat pada masa ini. “Inilah waktunya, inilah masanya kita tunjukan pada dunia, kepada generasi-generasi setelah kita, bahwa kita generasi terhebat pada masa kita,” ajaknya penuh semangat.

​Dukungan Penuh dari DPP dan Gubernur

​Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, G. Budisatrio Djiwandono, menyatakan keyakinannya bahwa Bobby Lianto adalah sosok yang "Paten" dan tepat untuk memimpin Pemuda Tani di NTT.  Budi Djiwandono meyakini Bobby akan mampu membawa pertanian NTT lebih maju, khususnya di kalangan anak muda. Ia juga menyoroti tantangan regenerasi petani di Indonesia, dan berharap Pemuda Tani dapat menjadi wadah kreasi dan inovasi bagi petani muda. Budi Djiwandono berkomitmen untuk mencurahkan tenaga agar potensi pertanian NTT, mulai dari kopi hingga hasil laut, bisa mendunia.

​Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyambut baik pelantikan ini, menyebut kehadiran pengurus baru Pemuda Tani Indonesia akan mempercepat pembangunan sektor pertanian di NTT. Gubernur Melki menyoroti stabilitas ekonomi NTT yang ditopang sektor pertanian, di mana pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5 persen di dua triwulan pertama tahun 2025.

​Gubernur Melki berharap organisasi kepemudaan seperti Cipayung dapat mengalihkan fokus dari politik pasca 2024/2025 ke sektor produktif seperti pertanian. “Sekarang sudah ada wadah, pertanian pastinya akan terkonsolidasi dengan baik, dan Pemuda Tani Indonesia menjadi wajahnya,” pungkasnya, menegaskan peran strategis Pemuda Tani dalam memajukan pertanian NTT.


Rabu, 26 November 2025

Gubernur NTT Launching "NTT MART" di Kabupaten Kupang

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya Gubernur Nusa Tenggara Timur E. Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung peluncuran NTT Mart by GG Mart Jemaat Gereja Ebenhaezer Tarus Barat (JETB) di Kabupaten Kupang, antara lain: segenap instansi terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kupang, Sinode GMIT, Majelis Jemaat Gereja Ebenhaezer Tarus Barat, pelaku IKM, event organizer, insan pers, hingga mitra swasta, dan komunitas masyarakat. Dukungan dan kehadiran Bapak/Ibu semua di sini adalah bukti nyata bahwa membangun NTT membutuhkan kerja kolaborasi bersama dan sinergitas lintas sektor.


Pada aras nasional melalui visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, salah satu Astacita yang menjadi prioritas nasional adalah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Untuk mendukung hal ini maka didoronglah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dalam rangka percepatan penggunaan produk dalam negeri, produk industri kecil-menengah, produk usaha mikro, serta produk usaha kecil dan koperasi.

Hal ini sejalan dengan dengan salah satu program prioritas Dasacita Ayo Bangun NTT yakni: Gerakan Ayo Beli NTT. Untuk mendukung hal ini, Pemerintah Provinsi NTT mengimplementasikannya melalui berbagai program/kegiatan terkait antara lain OVOP (One Village One Product), Festival IKM-UMKM, Fasilitasi dan Percepatan proses perizinan bagi IKM-UMKM serta membangun NTT Mart di 22 Kabupaten/Kota.

 Kehadiran NTT Mart merupakan wujud nyata pelaksanaan Dasa Cita 1 Melki-Jhoni yakni “Dari Ladang dan Laut ke Pasar – Efisiensi, Modern dan Aman.” Sebuah misi besar yang menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap hasil kerja keras masyarakat NTT, baik dari sektor pertanian, peternakan, perikanan dan sektor lainnya yang diolah oleh para IKM-UMKM, benar-benar terhubung dengan pasar yang lebih luas dan representatif.

Melalui kehadiran NTT mart pada setiap Kabupaten/kota, kita ingin mempertegas pesan penting bahwa produk-produk NTT memiliki potensi daya saing dan narasi filosofis yang kuat, baik itu produk kriya, produk fashion, produk kuliner hingga aneka produk pangan olahan. Semua produk yang dihasilkan merupakan wujud nyata dari kerja keras, kreativitas, dan kearifan lokal masyarakat NTT.

Pemerintah menyadari bahwa upaya memberdayakan IKM-UMKM tidak luput dari keterbatasan dan kekurangan yang dihadapi, seperti: mutu produk, jumlah produk, kontinyuitas produksi, harga dan pasar yang berkelanjutan. Untuk itulah pemerintah hadir dengan melakukan program-kegiatan yang berpihak kepada masyarakat khususnya pelaku IKM-UMKM agar masalah-masalah yang dihadapi bisa diminimalisir. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Melalui NTT Mart, kita ingin membangun rantai pasok dan nilai yang kuat dan berkesinambungan agar rupiah yang dihasilkan dari setiap produk bernilai tambah dan menggerakkan ekonomi masyarakat NTT.

Sebagai perwujudan dari Ayo Bangun NTT, melalui Gerakan Beli NTT, telah hadir NTT Mart di Kota Kupang. Kehadiran program inisiatif strategis ini bertujuan untuk menjadi platform promosi dan pemasaran produk IKM-UMKM NTT yang inovatif dan modern.

NTT Mart bukan sekadar pusat perbelanjaan atau toko modern layaknya yang kita kenal. NTT Mart merupakan sarana pemasaran produk lokal yang menghubungkan produsen, pelaku IKM-UMKM, petani, nelayan, pengrajin, dan seluruh pelaku usaha di NTT dengan konsumen di tingkat daerah/regional, nasional bahkan internasional. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk  selanjutnya NTT Mart akan dibangun di 21 Kabupaten se-Provinsi NTT.

Pemerintah NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang dapat bermitra untuk membangun dan mengelola bersama NTT Mart di setiap Kabupaten di Provinsi NTT.

Setelah NTT Mart di Kota Kupang, hari ini kita semua hadir bersama disini untuk mengikuti acara launching/peluncuran NTT Mart di Kabupaten Kupang. NTT Mart ini merupakan kerjasama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT dengan GMIT Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat Klasis Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Pada sisi lain Pemerintah Provinsi NTT juga terus berkomitmen memberikan dukungan nyata bagi penguatan sektor IKM-UMKM, melalui  pelatihan peningkatan kualitas dan inovasi produk, fasilitasi legalitas usaha, bantuan mesin, peralatan,    serta pembukaan akses pasar nasional bahkan internasional

Dengan kehadiran NTT Mart, kita ingin agar dari Kabupaten Kupang — lahir semangat baru kebangkitan IKM-UMKM NTT, semangat untuk mengolah hasil bumi dan laut sendiri, menjual dengan merek sendiri dan menembus pasar nasional bahkan internasional dengan identitas Flobamorata yang kuat.

Saya mengajak kita semua bersama terus berkolaborasi membangun NTT, melalui Gerakan Beli produk NTT dan bangga menggunakan produk NTT dengan semangat belanja di NTT Mart sama dengan membangun NTT.

Akhirnya, dengan memohon berkat Tuhan Yang Maha Esa dan atas izin kita semua yang hadir di sini, saya melakukan peluncuran NTT Mart By GG Mart JETB di Kabupaten Kupang.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan bekerjasama dalam mewujudkan acara ini. 

Festival Permainan Rakyat Digelar di Kupang: KPOTI Gandeng Pemkot, Promosikan Gasing, Siki Doka, Galasing

Kupang, Pena Indonesia – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi dari Pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang pada Rabu (26/11), di ruang kerjanya. Pertemuan ini membahas upaya pelestarian permainan tradisional di tengah maraknya permainan digital yang mengikis minat generasi muda.

Serena C. Francis menyampaikan apresiasinya atas konsistensi KPOTI dalam mengembangkan dan mempromosikan permainan tradisional. Ia menekankan pentingnya inisiatif KPOTI untuk memperkenalkan kembali permainan seperti Siki Doka, Gasing, dan Kayu Doi sebagai langkah strategis menjaga identitas budaya dan memperkuat nilai kebersamaan antar generasi.
 
KPOTI Kota Kupang berencana menggelar Festival Permainan Rakyat bertajuk "Teras Main Kota Kupang" pada 5-6 Desember di Kelurahan Belo, yang akan menjadi pilot project. Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, menjelaskan bahwa festival ini akan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas, menampilkan permainan tradisional seperti Gasing, Siki Doka, dan Galasing. Selain itu, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan UMKM kuliner lokal dan layanan cek kesehatan gratis.

Wakil Wali Kota juga menyinggung peluang fasilitasi informasi dan jejaring terkait kebutuhan alat pertanian bagi masyarakat, serta dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif. Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M., menyatakan kesiapan Dispora untuk berkolaborasi dan membuka ruang koordinasi untuk pendataan organisasi olahraga tradisional. Dispora juga mendorong pembinaan olahraga masyarakat melalui kegiatan senam bersama yang dikombinasikan dengan unsur budaya dan layanan kesehatan gratis.
 
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat Kota Kupang, serta memberikan dampak ekonomi melalui pelibatan UMKM lokal dan hasil panen petani.

Doc: Eman Hala
Penulis: Chris Dethan
Editor: dwn//gpi
Sumber: prokopim setda kota Kupang

Prioritaskan Pelayanan, Pemkot Kupang Siapkan Strategi Anggaran 2026

Kupang, Pena Indonesia – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah pada tahun anggaran 2026. Penegasan ini disampaikan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam Rapat Paripurna ke-10 Sidang I Tahun 2025/2026 DPRD Kota Kupang, Selasa (26/11), saat memberikan tanggapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas pandangan konstruktif yang diberikan, serta atas penerimaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kota Kupang Tahun 2026 untuk dibahas lebih lanjut.
 
Meskipun pendapatan daerah mengalami tekanan akibat penurunan transfer dari pusat, Pemkot Kupang memastikan alokasi anggaran akan tetap mendukung sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan penanganan masalah sosial-ekonomi masyarakat. Belanja modal juga akan difokuskan pada pembangunan dan pemeliharaan gedung, jaringan irigasi, serta peningkatan layanan dasar masyarakat yang akan dimulai pada awal tahun 2026.

Pemkot Kupang juga merespons dorongan DPRD untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan penagihan aktif, pemutakhiran data objek pajak, kerja sama penegakan hukum, kolaborasi dengan pihak swasta, serta digitalisasi pemungutan pajak. Selain itu, pemerintah akan melakukan refocusing anggaran dari kegiatan yang kurang prioritas ke program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
 
Menanggapi sorotan DPRD terkait realisasi belanja tahun 2025 yang baru mencapai 59,11% hingga 20 November 2025, Pemkot Kupang menyatakan akan memacu percepatan eksekusi melalui koordinasi dan evaluasi internal seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencapai target akhir tahun. Usulan perbaikan jalan lingkungan, kerusakan akibat proyek pipa air, dan infrastruktur dasar lainnya juga menjadi perhatian dan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
 
“Perencanaan dan penganggaran telah disusun sesuai urgensi dan prioritas daerah, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Kupang.

Wali Kota berharap pembahasan Raperda APBD 2026 dapat berjalan konstruktif, sehingga menghasilkan anggaran yang semakin efektif, tepat sasaran, dan mendukung percepatan pembangunan Kota Kupang.
 
Sumber: Siaran Pers Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang.

Kupang Lestarikan Sejarah Taebenu: Wali Kota Luncurkan Buku & Anggarkan Dana Cagar Budaya

Kupang, Pena Indonesia – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi meluncurkan dua buku yang mengupas sejarah Kerajaan Taebenu, berjudul "Melawan Lupa di Kerajaan Taebenu: Jejak Makam & Istana Raja Tanof dalam Warisan Budaya Abadi" dan "Serpihan Kisah Raja-Raja Tanof pada Kerajaan Taebenu dan Implikasinya bagi Generasi Muda Masa Kini." Acara peluncuran berlangsung sederhana yang di kemas dalam bentuk yang tradisional oleh Ketua Panitia Amsal Mauta yang berlangsung di kompleks makam bersejarah di Taebenu, Manutapen, pada hari Rabu (26/11/2025).

Acara penyambutan Wali Kota diwarnai dengan prosesi adat natoni dan tarian persembahan yang dibawakan oleh siswa-siswi UPTD SD Negeri Pal 1. Sebagai bentuk penghormatan, dr. Christian Widodo juga melakukan penaburan bunga di makam leluhur Raja Tanof.
 
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Beliau juga mengapresiasi keluarga besar Tanof atas upaya pelestarian situs bersejarah. "Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang terhadap pelestarian cagar budaya, kami telah mengalokasikan anggaran sebesar 300 juta rupiah untuk penataan situs ini pada tahun 2026," ujar dr. Christian Widodo. Rencananya, penataan akan meliputi pembuatan spot foto menarik berornamen kayu dan simbol hati sebagai representasi Kupang Kota Kasih, serta penataan area makam dan penambahan informasi sejarah.
 
Wali Kota juga menekankan potensi ekonomi dari pelestarian cagar budaya. Dengan menarik wisatawan, situs ini dapat memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kupang. "Warisan Raja-Raja Tanof bukan hanya sekadar nostalgia, tetapi juga sumber inspirasi tentang nilai-nilai kepemimpinan, semangat juang, dan kesetiaan," tambahnya.

Dr. Christian Widodo juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga Tanof yang dinilai telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Kupang melalui pelestarian sejarah. Di akhir sambutannya, Wali Kota secara resmi meluncurkan kedua buku sejarah tersebut dan meminta agar dialokasikan anggaran sebesar 100 juta rupiah untuk memperbanyak buku agar dapat didistribusikan kepada masyarakat.
 
Belmira Sagrada Ferrao Santos, M.Pd, penulis buku sekaligus Kepala UPTD SD Negeri Palsatu, mengungkapkan rasa syukur atas peluncuran buku tersebut. "Dua buku ini merupakan hasil kajian mendalam selama satu tahun terhadap jejak sejarah yang terawat hingga hari ini. Warisan leluhur adalah inspirasi, identitas, dan kebanggaan bagi generasi saat ini," tuturnya. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses penulisan dan penerbitan buku.
 
Peluncuran buku dan komitmen pelestarian situs cagar budaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah lokal serta mendorong pengembangan potensi wisata budaya di Kota Kupang.

Penulis: dwn//gpi

Selasa, 25 November 2025

Pejabat Fungsional Baru Dilantik, Wali Kota Kupang Ingatkan Pentingnya Pelayanan dan Profesionalitas

Kupang, NTT – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melantik 80 pejabat fungsional di lingkup Pemerintah Kota Kupang dalam upacara yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (25/11). Pelantikan ini menandai komitmen Pemkot Kupang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
 
Dalam sambutannya, Wali Kota Widodo menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal baru bagi para pejabat fungsional untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, bermanfaat, dan berdampak positif bagi masyarakat Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa pelayanan para pejabat fungsional, seperti perawat, guru, dan analis kepegawaian, adalah representasi nyata dari pemerintah.
 
Wali Kota juga menyinggung mengenai tantangan keuangan yang dihadapi Pemkot Kupang, termasuk pemotongan transfer ke daerah yang signifikan. Namun, ia mengajak para ASN untuk tetap bersemangat dan memberikan kinerja terbaik, mengibaratkan mereka seperti bintang yang justru bersinar lebih terang di tengah kegelapan.

Selain itu, Wali Kota Widodo menekankan pentingnya disiplin, integritas, dan profesionalitas dalam bekerja, termasuk menjaga penampilan yang rapi sebagai wujud keseriusan dalam melayani masyarakat. Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pejabat fungsional untuk bekerja dengan hati, demi mewujudkan visi Kota Kupang sebagai kota kasih yang melesat maju.
Diharapkan, para pejabat fungsional yang baru dilantik dapat mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi, memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Kupang, serta menjadi teladan bagi ASN lainnya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Penulis: dwn//gpi

Momen Kebangkitan Pemuda Tani NTT: Dari Ladang ke Digitalisasi Pertanian Modern

Kupang, 25 November 2025 – Semangat kebangkitan sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditandai dengan puncak acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani se-NTT dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT. Rangkaian acara yang penuh makna ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 November 2025, sebagai simbol komitmen generasi muda dalam memajukan ketahanan pangan.

​Acara akan diawali pada pukul 08.00 WITA dengan kegiatan simbolis Penanaman Jagung di Lapangan Lanud El Tari. Aksi nyata ini merupakan deklarasi bahwa gerakan Pemuda Tani NTT berakar kuat pada implementasi di lapangan dan fokus pada komoditas strategis.

​Selanjutnya, fokus kegiatan akan beralih ke Hotel Harper pada pukul 10.00 WITA untuk seremoni pelantikan resmi. Kepengurusan inti DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT yang baru akan dilantik dengan susunan: Bobby Liyanto sebagai Ketua, Bapak Jan Pieter Windy sebagai Sekretaris, dan Ibu Shuzy DA Conceicao sebagai Bendahara.

​Momen bersejarah ini dijadwalkan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Bapak Budi Djiwandono, yang juga merupakan Ketua Umum Karang Taruna Nasional dan Ketua Fraksi Gerindra Komisi 1 DPR RI. Kehadiran beliau menegaskan dukungan nasional terhadap inisiatif lokal. Selain itu, Bapak Gubernur NTT juga telah mengonfirmasi kehadiran untuk memberikan restu dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

​Sebagai informasi, Pemuda Tani Indonesia merupakan organisasi kader dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, dengan Ketua Dewan Pembina organisasi ini adalah Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah Tani: Mencetak Pengusaha Muda Pertanian Modern

​Tak hanya sebatas pelantikan, rangkaian kegiatan akan diperkaya dengan penyelenggaraan Sekolah Tani. Sekolah ini dirancang sebagai pelatihan dan pemantapan intensif bagi seluruh ketua Pemuda Tani dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

​Materi yang akan disampaikan mencakup aspek organisasi dan substansi pertanian, dengan menghadirkan narasumber-narasumber kompeten, di antaranya:

  1. Bapak R.S Suroyo  (Sekjen Pemuda Tani dan Staf Ahli Menteri Pertanian)
  2. Bapak Bahtiar (Ketua Bidang OKK)
  3. Bapak Hengki Lianto (Pionir Perkebunan Kakao di NTT)
  4. Bapak Silvester Sudin (PT SMJ)
  5. Dokter Andree Hartanto (Pemilik La Moringa)

Solusi Digital dan Ekonomi Petani: Peluncuran Aplikasi dan Koperasi "Komuni"

​Dalam upaya membangkitkan minat anak muda terhadap sektor yang sering ditinggalkan ini, Pemuda Tani NTT bertekad menghadirkan solusi digitalisasi dan modernisasi. Inisiatif paling revolusioner adalah peluncuran aplikasi "Komuni" (Koperasi Pemuda Tani NTT).

​Aplikasi ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan petani secara langsung dengan pembeli besar dan ritel, mulai dari dapur MBG, perhotelan, restoran, hingga ibu rumah tangga. Petani dapat mengunggah informasi stok hasil pertanian mereka, seperti sayur, beras, jagung, telur, dan ayam. Lebih dari sekadar platform pemasaran, "Komuni" juga menyediakan fitur harga pasar terkini, informasi pupuk dan peralatan, serta konsultasi langsung dengan ahli pertanian.

​Sejalan dengan peluncuran aplikasi, Koperasi Pemuda Tani NTT (Komuni) juga akan resmi didirikan, menjadikan seluruh anggota Pemuda Tani sebagai anggota koperasi. Koperasi ini akan menjadi wadah perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak petani lokal dan secara kolektif meningkatkan kesejahteraan mereka.

​Ketua terpilih menyatakan, "Kami sangat terbuka untuk melibatkan lebih banyak anak muda. Semangat kami adalah menguatkan peran pemuda sebagai penggerak pertanian modern Indonesia. Kami berharap inisiatif ini dapat menarik kembali generasi muda untuk menjadi pengusaha tani dan memajukan NTT."

​Pemuda Tani Indonesia NTT mengajak seluruh pihak—pemerintah, swasta, dan masyarakat—untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program ini demi mewujudkan kebangkitan pertanian dan kebangkitan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

FESTIVAL "BLALAN HAMAN" Pantai LIMAN SEMAU NTT

Mari hadiri Festival Blalan Haman! 🗣️
Sebuah ajakan dari Pendeta Jenny, A Missa, S.Si (Teol), M. Sn (Ketua Majelis Jemaat Gemit Bait El Oel Tiutuan, Klasis Semau) 
untuk bersama-sama menghidupkan kembali Budaya Suku Helong yang sudah lama pudar.
Acara ini merupakan ajakan "Orang Tua Panggil" untuk duduk bersama di tikar adat dan menikmati Hopo Ngai (Makan Baru), merasakan sensasi kebersamaan yang sudah lama hilang!
 * 📅 Hari/Tanggal: Jumat, 28 November 2025
 * ⏰ Pukul: 15.00 WITA (3 Sore)
 * 📍 Lokasi: Pantai Liman
Jangan sampai terlewat! Mari lestarikan budaya kita!
Pilihan 2: Lebih Detail dan Informatif
Panggilan Adat dari Kupang: Festival Blalan Haman!
Pendeta Yeni Nisa, Ketua Majelis Jemaat Gemit Bait El Oel Tiutuan, Klasis Semau, mengundang Bapak/Mama, Saudara/Saudari Warga Kota Kupang untuk menjadi bagian dari momen bersejarah ini.
Melalui Festival Blalan Haman, kita bersama-sama mengangkat dan menghidupkan kembali kebudayaan Suku Helong yang mulai terlupakan.
 * Blalan Haman artinya: "Orang Tua Panggil."
 * Tujuannya: Mengajak kita duduk di tikar adat, bersatu dalam budaya Hopo Ngai (Makan Baru), dan merasakan sensasi kebersamaan warisan leluhur.
Catat Tanggalnya!
 * Jumat, 28 November 2025
 * Pukul 15.00 WITA
 * Di Pantai Liman
Ayo hadir dan lestarikan warisan budaya kita! 🙏
Pilihan 3: Gaya Bahasa Media Sosial (Lebih Casual)
Waktunya balik ke akar budaya! 🧡
Kakak Pendeta Yeni Nisa dari Gemit Bait El Oel Tiutuan, Klasis Semau, kasih undangan khusus buat semua warga Kota Kupang!
Kita kumpul di Festival Blalan Haman buat recharge budaya Suku Helong yang kece abis! Blalan Haman itu artinya "Orang Tua Panggil"—ajakan untuk duduk bareng, makan bareng (Hopo Ngai), dan refresh lagi tradisi kita di tikar adat.
Yuk, jangan cuma scroll! Datang langsung dan rasakan sensasinya!
 * 🗓️ Kapan? Jumat, 28 November 2025
 * 🕒 Jam Berapa? Jam 3 Sore (15.00 WITA)
 * 🏖️ Di Mana? Pantai Liman
See you there! 😉

Senin, 24 November 2025

SMAN 3 Kota Kupang Diduga Langgar Peraturan Gubernur, Pungutan Tidak Sesuai Aturan

KUPANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Kupang menjadi sorotan setelah adanya keluhan dari sejumlah orang tua peserta didik terkait pungutan Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) yang diduga melanggar Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Orang tua mengeluhkan bahwa SMAN 3 Kota Kupang masih memungut IPP sebesar Rp 150.000 per siswa per bulan. Angka ini secara jelas bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur NTT Nomor 53 Tahun 2025 tentang Pendanaan Pendidikan pada SMA/SMK/SLB di Provinsi NTT, yang baru ditetapkan pada 27 Oktober 2025.

​Dalam Pergub tersebut, telah ditetapkan bahwa besaran Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) paling tinggi adalah Rp 100.000 per siswa per bulan.

​Atas dugaan pelanggaran ini, keluhan telah diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Ambros Kodo, agar segera diambil tindakan tegas. Pungutan yang melebihi batas ini dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap perintah Gubernur.

​Pihak yang menyampaikan keluhan meminta agar seluruh orang tua peserta didik SMAN 3 Kota Kupang menunda pembayaran IPP di sekolah tersebut jika pihak sekolah tetap memungut biaya sebesar Rp 150.000 per siswa per bulan.

Poin-Poin Kunci Pergub NTT No. 53 Tahun 2025

​Sebagai informasi publik, Peraturan Gubernur NTT Nomor 53 Tahun 2025 mengatur secara ketat tata cara dan batas maksimal pungutan di sekolah, termasuk:

  1. Pembebasan IPP (Gratis 100%): Pungutan tidak boleh dikenakan kepada peserta didik atau orang tua/wali yang tidak mampu secara ekonomis. Kategori yang dibebaskan termasuk anak panti asuhan, korban bencana, anak terlantar, anak dari orang tua/wali berkebutuhan khusus yang tidak berpenghasilan tetap, orang tua yang mengidap sakit menahun, serta pemilik KIP, KKS, PKH, dan yang terdaftar dalam DTSEN Kementerian Sosial RI.
  2. Jenis Pungutan: Sekolah hanya diperbolehkan melakukan pungutan dalam bentuk Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP). Sekolah dilarang memungut pungutan lain dalam bentuk apapun yang mengikat peserta didik dan/atau orang tua/wali. Ini berarti pungutan 8 standar pendidikan, uang pembangunan, pungutan pagar/gapura, dan sejenisnya dilarang.
  3. Larangan Pungutan Memaksa: Sekolah dan Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan yang bersifat memaksa, diskriminatif, serta dilarang menjual buku pelajaran, seragam khusus, atau bahan pakaian seragam di Sekolah.
  4. Tanggungan Lebih dari Satu: Bagi orang tua/wali yang memiliki tanggungan lebih dari satu peserta didik pada sekolah yang sama, IPP hanya dibayarkan untuk satu peserta didik.
  5. Seragam dan Atribut: Sekolah dilarang menyiapkan seragam/atribut yang bersifat umum, seperti seragam putih abu-abu, rompi tenun khas daerah, seragam pramuka, topi, dasi, sepatu, kaos kaki, dan ikat pinggang.
  6. Penggunaan Dana IPP: Dana IPP hanya boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pendidikan di sekolah yang belum atau tidak sepenuhnya tercukupi oleh Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Dana IPP dilarang membiayai kebutuhan yang sudah didanai penuh oleh pemerintah pusat, daerah, atau Dana BOSP.
  7. Larangan Pembiayaan Tugas Tambahan Guru: Penggunaan dana IPP dilarang untuk membiayai tugas tambahan guru apabila tugas tersebut telah menjadi bagian dari pemenuhan beban kerja guru (sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025) dan/atau telah memperoleh pembiayaan dari tunjangan profesi guru (sertifikasi) atau anggaran pemerintah lainnya.

​#OmbudsmanRI #OmbudsmanNTT

Awasi, Tegur dan Laporakan via: 0811-1453-737

KARANTINA KUPANG-NTT & OMBUDSMAN RESPON CEPAT TERHADAP KASUS PUNGUTAN LIAR DI TAPAL BATAS MOTAAIN

KUPANG – Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Soli, bersama jajarannya, melakukan kunjungan ke kantor Ombudsman Perwakilan NTT pada Senin (24/11) pukul 10.00 WITA. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas aduan eksportir telur ke Timor Leste perihal praktik pungutan tanpa dasar hukum oleh petugas karantina di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain pekan lalu.

​Dalam pertemuan tersebut, Kepala BKHIT NTT, Simon Soli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas informasi serta fungsi pengawasan yang dilakukan Ombudsman, menjadikannya pintu masuk bagi perbaikan layanan karantina. "Kami siap melakukan perbaikan demi meningkatkan layanan pemeriksaan karantina," tegas Simon Soli.

​Secara prinsip, Kepala BKHIT NTT mengakui bahwa pungutan langsung yang dilakukan oleh petugas karantina saat pemeriksaan di gudang eksportir adalah tindakan yang tidak dibenarkan. Ia menjelaskan, sejak adanya perubahan regulasi terkait izin gudang eksportir, pihaknya tidak pernah memberikan surat tugas kepada petugas di PLBN Motaain untuk melakukan pemeriksaan ke gudang eksportir dan melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk pungutan sebesar Rp 300.000 dan pengambilan sampel telur yang dikeluhkan.

​Simon Soli menegaskan bahwa meskipun pemeriksaan karantina adalah tugas pokok sebelum penerbitan sertifikat dan biayanya dibebankan kepada pemohon, prosedur tersebut harus sesuai dengan aturan: wajib disertai surat tugas resmi dari kepala balai, dan pungutan harus disetor ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan bukti bayar yang sah. Pungutan yang dibayar langsung kepada petugas tanpa surat tugas dan bukti bayar resmi tidak dapat dibenarkan.

​Menanggapi hal ini, Kepala BKHIT NTT telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pemeriksaan karantina di PLBN Motaain dan melarang keras adanya pungutan langsung hingga ada arahan lebih lanjut dari Badan Karantina pusat. Tim khusus juga telah dikirim ke PLBN Motaain untuk melakukan pemeriksaan terhadap petugas dan segera mengambil langkah perbaikan layanan.

​Di sisi lain, perwakilan Ombudsman menyampaikan terima kasih atas respons cepat Kepala Balai Karantina NTT dalam menyelesaikan keluhan eksportir dan mengambil langkah perbaikan, yang sejalan dengan semangat layanan publik yang cepat, mudah, dan murah.

​Mengingat PLBN Motaain merupakan PLBN dengan aktivitas ekspor dan impor paling ramai di Indonesia, bahkan mengalahkan PLBN Entikong di Kalimantan, perbaikan layanan menjadi perhatian serius. Ombudsman juga telah berkoordinasi dengan Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, agar segera mengoperasionalkan Terminal Barang Internasional (TBI) yang telah diresmikan sejak tahun 2023.

​Harapannya, jika TBI telah beroperasi, pemeriksaan karantina akan terpusat dan terpadu di gudang timbun yang ada di TBI, sehingga menghilangkan alasan bagi petugas untuk meminta pungutan biaya transportasi ke gudang eksportir atau importir.

​Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum perbaikan menyeluruh demi terciptanya layanan publik yang prima di wilayah perbatasan.

​#OmbudsmanRI #OmbudsmanNTT

#

Awasi, Tegur dan Laporakan via: 0811-1453-737

50 Anggota Patriot Bela Negara Dikukuhkan, Fokus Amankan Kongres FKPTT di Kupang

Kupang, Pena Indonesia - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) mengukuhkan 50 anggota baru Patriot Bela Negara (PBN) tingkat pusat periode 2025-2030. Upacara pembaretan dilaksanakan di sekretariat DPP FKPTT Liliba, Kupang, Sabtu (22/11/2025), dipimpin Ketua Umum DPP FKPTT Eurico Guterres dan dihadiri 200 anggota PBN dari 7 kabupaten (6 dari Timor dan 1 dari Alor).

Pengukuhan ini bertujuan menata ulang struktur organisasi dan mengamankan Kongres I FKPTT. Eurico Guterres membantah isu ilegalitas PBN, menegaskan bahwa anggota PBN diakui sebagai pejuang eks Timor Timur dan telah menerima penghargaan dari negara. Penataan struktur ini menggantikan sistem penunjukan sebelumnya dengan kepengurusan yang lebih terstruktur.
Guterres menjelaskan bahwa PBN adalah wadah yang diakui FKPTT untuk diusulkan menerima penghargaan Bela Negara dari pemerintah. Ia mengklaim PBN memiliki 18.000 anggota di 18 provinsi dan sebagian diusulkan menjadi Veteran RI.
 
Tugas utama PBN adalah mengamankan Kongres I FKPTT (29-30 November 2025) di Kupang, yang akan dibuka Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Guterres menekankan pentingnya koordinasi antara Komandan PBN dengan Pimpinan FKPTT di semua tingkatan. Pengamanan kongres didukung oleh Polresta Kupang dan Polda NTT. Acara pengukuhan ditandai dengan penyalaan api unggun.

Penulis: dwn//gpi

APINDO NTT Fokus Tingkatkan Produktivitas SDM dan Kontribusi Sektor Swasta untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kupang, NTT - Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan pentingnya peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan kontribusi sektor swasta sebagai strategi utama dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) APINDO NTT yang diselenggarakan di Kupang, Senin (24/11).
 
Ketua DPP APINDO NTT, Bobby T. Pitoby, menyatakan bahwa meskipun NTT mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, tantangan inflasi masih menjadi perhatian utama. "Tingkat inflasi di NTT per September lalu tercatat 2,7%, yang menempatkan provinsi ini sebagai peringkat ke-17 tertinggi di Indonesia," ujarnya.
 
APINDO NTT menegaskan bahwa kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) harus diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja. "Produktivitas adalah kunci," tegas Bobby Pitoby.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO, Antony Hilman, menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di NTT. "Pekerjaan bukan hanya sekadar sumber penghasilan, melainkan juga merupakan martabat keluarga dan harapan akan masa depan yang lebih baik," ungkapnya. 

Hilman juga menyoroti tingginya angka pekerja informal di NTT, yang mencapai 68,44%, serta tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda. "APINDO berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda," tegasnya.
 
DPN APINDO menyatakan komitmennya untuk mendukung APINDO NTT sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan NTT sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. "Kerja keras itu wajib, namun kerja sama akan memberikan hasil yang lebih optimal," pungkas Hilman.

Kesuksesan upaya peningkatan ekonomi NTT sangat bergantung pada terjalinnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, tantangan ketenagakerjaan dan permasalahan ekonomi lainnya dapat diatasi secara efektif, sehingga NTT mampu mewujudkan potensi ekonominya secara optimal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.

Penulis: dwn//gpi

Pembangunan Gedung Baru Sekolah Kristen Hosana Resmi Dimulai

Pembangunan gedung baru Sekolah Kristen Hosana resmi dimulai dengan diadakan pelaksanaan peletakan batu pertama di sebuah bidang tanah yang terletak di Kelurahan Kelapa Lima pada hari Sabtu, 22 November 2025.


Sebelum dilaksanakan acara seremonial untuk peletakan batu pertama Sekolah Kristen Hosana, dilakukan terlebih dahulu ibadah secara singkat yang dipimpin oleh Pendeta Devi M.F.Mongila'a dan Pendeta Mekky Famdale.
Pada ibadah tersebut juga adanya persembahan pujian oleh para guru-guru yang mengajar di Sekolah Kristen Hosana. 

Seusai melakukan ibadah dan puji-pujian, acara peletakan batu pertama dilaksanakan dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Misi Agape Kupang Rongky Famdale, Ketua Pembina Yayasan Misi Agape Kupang Nelson Tali, Ketua Majelis Jemaat GMIT Agape Kupang Paul Dima dan Pendiri Yayasan Misi Agape Inche Sayuna.

Turut hadir mewakili pemerintah Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest Ludji. 

Acara peletakan batu pertama ditandai dengan peletakkan batu pertama dan campuran semen oleh Wakil Wali Kota Kupang, Ketua Yayasan, Plt Kadis Pendidikan Kota hingga Kepala Sekolah Kristen Hosana Kupang.

Dalam perjumpaan singkat dengan awak media, Serena mengaku sangat bangga bisa hadir dalam acara ini dan bukan hanya sebagai Wakil Wali Kota saja namun sebagai seorang alumni.

"Sebagai seorang alumni, saya sangat bangga bisa hadir di acara ini. Hari ini juga bisa bertemu lagi dengan guru-guru dan ketua yayasan," katanya.

Ia memilki harapan untuk TK dan SD Kristen Hosana agar kedepannya semakin lebih baik dan bisa mencetak sumber daya manusia yang di Kota Kupang dan sekitarnya. 

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji menyampaikan bahwa akan terus mendukung program pemerintah Kota Kupang yang berkaitan dengan sektor pendidikan.

Minggu, 23 November 2025

Perdana, Wali Kota Chris Widodo Resmi Membuka Turnamen Basket Wali Kota Cup

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi membuka Turnamen Wali Kota Cup Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Olahraga Flobamora, Sabtu (22/11). Turnamen basket perdana yang digagas Pemerintah Kota Kupang ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 22 hingga 28 November 2025.
Turut hadir dalam acara pembukaan Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni; Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Ketua Perbasi Kota Kupang Petrik Nomleni, S.Kom., MT., Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang Yanuar Dally, SH., M.Si., dan Kepala BKAD Kota Kupang, Jimmy Tunliu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa penyelenggaraan Wali Kota Cup menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga basket di Kota Kupang.

“Ini pertama kalinya sepanjang sejarah kita mengadakan Wali Kota Cup khusus untuk basket,” tegas Wali Kota.

Beliau menekankan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memberikan perhatian yang setara bagi seluruh cabang olahraga, tanpa pengecualian. 

“Selama ini beberapa cabang olahraga terpinggirkan. Moto kami adalah memerintah adalah melayani. Dan malam ini kita membuktikan pelayanan itu, melayani semua olahraga tanpa terkecuali.”

Wali Kota juga menekankan pentingnya sportivitas, kerja tim, dan atmosfer kompetisi yang sehat sebagai bagian dari pembinaan atlet.

“Michael Jordan pernah bilang, satu atau dua pemain bertalenta mungkin bisa memenangkan satu pertandingan. Tapi kerja tim yang solid akan memenangkan kejuaraan.”

Wali Kota menutup sambutannya dengan pesan inspiratif kepada seluruh atlet: “Setiap tembakan yang masuk adalah simbol kerja keras kalian, dan setiap tembakan yang gagal adalah pembelajaran.”

Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia Julia Nomleni, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas langkah konkret dalam membangun ekosistem olahraga basket di NTT.

Menurutnya, Wali Kota Cup bukan hanya sekadar turnamen, tetapi ruang pembibitan atlet potensial. 

“Turnamen ini tidak hanya memperebutkan piala, tetapi juga melahirkan bibit-bibit yang akan bertanding di PON 2028,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Anjelion Kase, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Wali Kota Cup 2025 merupakan strategi pembinaan berkelanjutan bagi perkembangan basket di Kota Kupang. Tahun ini tercatat 20 tim ikut berpartisipasi, terdiri dari 7 tim Putra Umum, 5 tim Putri Umum, dan 8 tim kategori 3x3 SMP, termasuk 2 tim dari Kabupaten Ngada.

Turnamen ini menjadi barometer kekuatan tim basket lokal sekaligus wadah pencarian dan pematangan atlet muda.

Panitia berharap seluruh peserta bertanding dengan penuh sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai pengalaman berharga untuk berkembang.

Turnamen Wali Kota Cup 2025 diharapkan menjadi tradisi kompetitif tahunan yang memperkuat pembinaan atlet muda, memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga, serta mengangkat prestasi basket Kota Kupang menuju level regional dan nasional.

Wali Kota Serahkan Bantuan Sosial Rp 100 Juta untuk Gereja Kuasi St. Andreas Lasiana


Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyerahkan bantuan sosial senilai Rp 100 juta untuk pembangunan Gereja Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana, Minggu (23/11). Penyerahan Bantuan Sosial bertepatan dengan Misa Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dan Hari Orang Muda Sedunia. Misa dipimpin oleh Pater Metodius Bria, CMF. Turut mendampingi Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Kabag Kesra Setda Kota Kupang dan Kabag Prokopim Kota Kupang beserta jajaran. 

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa bantuan kepada rumah ibadah dan masyarakat tidak boleh berkurang satu rupiah pun, meski pemkot sedang menjalani efisiensi anggaran besar-besaran. dr. Christian mengungkapkan bahwa efisiensi dilakukan setelah Pemerintah Kota Kupang menerima instruksi pemangkasan belanja dari Kementerian Keuangan hingga 50 persen. Salah satu langkah penghematan terbesar adalah keputusan untuk tidak membeli mobil dinas baru, meski hal itu lazim dilakukan dalam satu periode kepemimpinan.
 “Biasanya satu periode itu pasti beli mobil baru. Tapi kami putuskan tidak beli. Satu mobil menghemat 800 juta. Dengan tidak membeli lima mobil, kami hemat 4 miliar rupiah,” tegasnya di hadapan umat. Ia menambahkan, hasil penghematan tersebut dialihkan untuk bantuan-bantuan langsung kepada masyarakat, rumah ibadah, instansi sosial, dan kegiatan kemasyarakatan lain.

Wali Kota juga menyinggung capaian Kota Kupang yang baru saja meraih penghargaan sebagai salah satu dari 4 kota di Indonesia yang dinilai cinta damai dan inklusif dari Kompas TV, serta kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran di Indonesia.
“Ini bukan kerja kami sendiri. Ini buah kerja sama umat gereja, masjid, pura, dan semua elemen masyarakat. Toleransi inilah yang membuat Kupang menjadi rumah yang damai bagi semua,” ujarnya. Menurutnya, membangun kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun lingkungan yang bersih, udara yang sehat, ruang ibadah yang nyaman, serta hubungan sosial yang saling menghargai.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan komitmennya membangun Kupang melalui kolaborasi dan gotong royong lintas agama dan elemen masyarakat. “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kota Kupang memilih berjalan bersama,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada kaum muda gereja untuk terus menjadi saksi Kristus dan membawa semangat persaudaraan.
Pastor Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana, RD Hironimus Nitsae, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap pembangunan gereja mereka. Gereja St. Andreas saat ini menaungi  6 wilayah, 21 lingkungan, dan lebih dari 3.300 jiwa  umat. “Kami sangat bersyukur. Ini bukti perhatian pemerintah terhadap umat. Terima kasih banyak Bapak Wali Kota, Ibu Wakil dan seluruh jajaran,” ucapnya. Dia juga menegaskan bahwa bantuan ini menjadi penyemangat umat jelang perayaan Pesta Pelindung St. Andreas, yang akan dirayakan dalam waktu dekat.

Kehangatan Pembuka Rakerkonprov APINDO NTT 2025: Pengusaha Bersatu, Bangun NTT


Kupang—Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Nusa Tenggara Timur (NTT) Boby Pitoby secara resmi memulai Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) tahun 2025 dengan gelaran Welcome Dinner yang berlangsung meriah dan hangat pada malam itu di Hotel IMA di Kupang

Acara ini menjadi momentum penting untuk menyambut para peserta dan tamu undangan yang hadir dari berbagai kabupaten/kota di NTT, sekaligus menegaskan semangat "Pengusaha Bersatu, Bangun NTT". Mendorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah

Mengusung subtema "Memperkuat Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan", Welcome Dinner ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan wadah strategis untuk menjalin sinergi antara sektor privat dan publik. Hadir dalam acara tersebut, Sekda Kota Kupang Jefry Pelt, SH

​dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak. Ia menekankan bahwa Kota Kupang siap membantu para pengusaha demi memajukan kota kupang yang lebih baik ke depannya

​"Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung penuh inisiatif APINDO. Kita harus bergerak bersama. Rakerkonprov ini diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang konkret dan aplikatif, yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kupang dan Propinsi NTT," j

​Acara Welcome Dinner ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan optimisme bahwa sinergi antara pengusaha dan pemerintah akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan Kota Kupang yang lebih maju dan sejahtera. Rakerkonprov APINDO NTT 2025 akan dilanjutkan besok hari dengan sesi pleno dan sidang-sidang komisi untuk merumuskan rekomendasi strategis.

Share,,,

Sabtu, 22 November 2025

Keluhkan Pungutan Liar Berulang di PLBN Motaain, Pejabat Diminta Bertindak Tegas

Dunia usaha kembali dihadapkan pada praktik pungutan liar (pungli) di pintu perbatasan. Seorang eksportir telur ayam yang rutin mengirimkan komoditasnya ke Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, menyampaikan keluhan serius terkait pungutan tambahan yang memberatkan dari oknum petugas di lapangan.

​Keluhan ini diterima pada hari Kamis (20/11), yang pada intinya menyebutkan adanya pungutan non-resmi oleh petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Belu dan petugas di lapangan

​Eksportir tersebut merinci bahwa selain retribusi resmi sebesar Rp 100.000 yang dibayarkan ke Dinas Peternakan, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan yang bersifat wajib.

​Untuk setiap pengiriman, petugas pemeriksaan kesehatan telur dari Dinas Peternakan Belu di gudang meminta "uang saku" masing-masing sebesar Rp 250.000, ditambah 2 ikat telur untuk satu orang petugas. Jika dua petugas yang bertugas, maka total telur yang harus diberikan adalah 4 ikat.

​Selain itu, eksportir juga mengeluhkan pungutan tambahan yang diminta oleh petugas karantina di PLBN. Petugas ini dilaporkan meminta uang sebesar Rp 300.000 tanpa disertai kwitansi, serta 1 ikat telur. Pungutan-pungutan ini harus dipenuhi setiap kali eksportir mengirim telur ke Timor Leste, menciptakan beban biaya tinggi dan tidak terduga 

Sekda Belu dan kepala balai karantina mengatakan segera berkoordinasi dengan petugas untuk cek dan  menghentikan pungutan liar tersebut. Saya juga minta jika ada pembayaran retribusi berdasarkan peraturan daerah agar disetor melalui bank dan  tidak dilakukan dengan menitip ke petugas sebab hal itu berpotensi tidak masuk ke kas daerah. Saya berpesan bahwa  pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat adalah kewajiban negara   . Karena itu kepada para eksportir agar diperlakukan sebaik mungkin sebab mereka menghidupkan banyak orang dari aktivitas mereka dan membayar pajak serta retribusi kepada negara.

Hentikan segala cara untuk mempersulit para eksportir dengan harapan diberikan uang pelicin atau barang lain agar urusan layanan menjadi lebih mudah dan lancar. Itu sudah tidak zamannya lagi. Saat ini semua serba transparan, mudah, murah dan cepat. Saya tidak segan2 untuk melaporkan mereka ke atasan jika perilaku seperti itu terus terjadi di tingkat pelaksana layanan. Terima kasih. 

# OmbudsmanRI

# OmbudsmanNTT

# Awasi, Tegur dan Laporakan via: 0811-1453-737


Jumat, 21 November 2025

Tantangan Akhir Tahun! PAPIDOS Lomba Run 5K Tawarkan Panggung Prestasi dengan Hadiah Total Rp 20 Juta

Menyambut akhir tahun 2025, Ketua Panitia  PAPIDOS Ahmad, S, Buang  mengundang para penggila lari untuk menguji batas kemampuan mereka dalam PAPIDOS LOMBA RUN 5K. Ini bukan sekadar ajang lari biasa, ini adalah panggung kompetisi dengan insentif yang fantastis: total hadiah sebesar Rp 20.000.000.
Poster resmi yang baru saja dirilis menjadi call to action yang jelas bagi para pelari. Lomba ini adalah kesempatan sempurna untuk menutup tahun dengan prestasi gemilang, dan menjadikannya target lari personal best (PB) Anda.
Detail Lomba: 5K, Target, dan Hadiah Jutaan 
Lomba yang fokus pada jarak 5 kilometer ini dirancang agar dapat dijangkau oleh semua kalangan—namun kompetitif bagi para elit. Penyelenggaraan event ini telah ditetapkan pada:
 * Tanggal Lomba: Sabtu, 13 Desember 2025
 * Waktu Start: Pukul 06.00 WIB
 * Total Hadiah: Rp 20.000.000
Dengan reward sebesar ini, persaingan dijamin akan ketat dan memacu semangat. Inilah kesempatan bagi para pelari lokal untuk membuktikan diri dan membawa pulang hadiah uang tunai

Sesi pendaftaran telah dibuka dan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup singkat.
 * Periode Pendaftaran: 1 Desember hingga 10 Desember 2025
 * Cara Pendaftaran: Scan Kode QR yang tertera pada poster (diharapkan peserta segera memindai kode tersebut untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai race pack dan technical guide).
Jangan biarkan ambisi Anda tertunda! Gunakan bulan terakhir tahun ini untuk berlatih keras dan fokus pada target 5K Anda. PAPIDOS LOMBA RUN 5K adalah penutup musim lari yang tidak boleh di lewatkan
Ayo, siapkan fisik dan mental Anda! Daftarkan diri segera sebelum kuota penuh. Mari kita saksikan siapa yang akan menjadi yang tercepat dan membawa pulang bagian dari total hadiah Rp 20 Juta! Sampai bertemu di garis start 13 Desember 2025!

GMIT Ararat Haukoto Dapat Kado Sumur Bor di HUT ke-21, Jemaat Gelar Penggalangan Dana

Jemaat GMIT Ararat Haukoto menggelar ibadah syukur meriah untuk memperingati hari ulang tahun ke-21 pada Jumat, 21 November 2025. Ibadah yang mengusung tema 'Berjalan Bersama Dalam Perbedaan, Membangun Jemaat Yang Adil, Setia dan Saling Mengasihi Untuk Mewujudkan Kasih Tuhan' ini berlangsung penuh sukacita, dihadiri oleh seluruh jemaat lingkungan Haukoto.

Pdt. Daniel Hendrik, S.Th., M.Si., dalam khotbahnya mengajak jemaat untuk terus menjadikan kasih dan keadilan sebagai landasan utama dalam pelayanan. Perayaan ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Kupang, Kabag Umum Setda Kota Kupang, Bapak Jhoni Bire, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi GMIT Ararat Haukoto dalam pembangunan mental spiritual masyarakat.
 
Dalam kesempatan ini, GMIT Ararat Haukoto menerima bantuan sumur bor dari Mr. Peter Fu Jr – Singapore, mitra Yayasan Sumur Delapan Tiga Kupang. Bantuan diserahkan oleh pengawas yayasan, Bapak Sonny G.S Pellokila, kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Ararat Haukoto, Pdt. Marselina Buana Pranomo, S.Si-Teol. Selain sumur bor, diserahkan pula bantuan diakonia kepada sejumlah jemaat.

Panitia Pembangunan GMIT Ararat Haukoto Tahun 2025 turut memanfaatkan momentum ini untuk menggalang dukungan finansial melalui Gebyar Kupon Sumbangan Pembangunan Berhadiah. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mempercepat pembangunan fasilitas gereja. Antusiasme jemaat terlihat dari hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan, seperti 1 unit motor matic Honda Beat, sepeda gunung, motor listrik Exotic, serta berbagai hadiah hiburan lainnya. Pengundian kupon akan dilaksanakan pada 23 November 2025.
 
Acara ditutup dengan santap kasih bersama, mempererat tali persaudaraan dan meneguhkan komitmen jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman dan menjadi berkat bagi sesama di usia yang ke-21.

Penulis: dwn//gpi

Wagub Johni Asadoma Warning UPTD Pendapatan Alor: Target Rp23,5 Miliar Baru Cair 11 Persen!

ALOR, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupate...