Jumat, 28 November 2025

50 Tahun Integrasi Timor Timur: FKPTT Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Dharma Loka

Kupang, Pena Indonesia - Dalam rangka memperingati 50 tahun perjuangan dan pengorbanan para pejuang integrasi Timor Timur, Panitia Kongres, pengurus, dan peserta Kongres I Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) Tahun 2025 menggelar kegiatan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Kota Kupang. Kegiatan yang berlangsung khidmat pada pukul 15.00 Wita ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa para pejuang yang gugur dalam memperjuangkan integrasi Timor Timur ke Indonesia, sejak periode 1975 hingga tahun 2025.

Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Pegurus Besar Nasional (PBN), serta ratusan peserta dari berbagai daerah yang tergabung dalam FKPTT. Tak ketinggalan, hadir pula Barisan Milisi (BM) yang turut menunjukkan solidaritas dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan nasional dan pejuang integrasi.
 
Dalam sambutannya di depan makam pahlawan, Ketua Panitia Kongres, Drs. Felisberto Amaral menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya integrasi Timor Timur dengan NKRI. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan dan pengorbanan mereka harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

“Ini bukan sekadar mengenang, tetapi juga menanamkan kembali semangat juang dan pengorbanan para pahlawan kepada anak bangsa. 50 tahun telah berlalu, namun jasa dan perjuangan mereka tetap abadi dalam sejarah dan hati rakyat Indonesia,” ujarnya penuh haru.
 
Setelah menyampaikan sambutan, rombongan kemudian melakukan upacara singkat yang diikuti dengan tabur bunga secara simbolis di sejumlah makam pejuang, khususnya mereka yang gugur selama Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1975 dan tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan setengah abad peristiwa bersejarah tersebut yang berpusat di Kupang, sekaligus sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap jasa-jasa mereka.

Selain sebagai momen mengenang, kegiatan ziarah ini juga memiliki makna strategis dalam memperkuat solidaritas dan konsolidasi organisasi FKPTT. Melalui momen ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan, semangat nasionalisme, dan pengorbanan para pejuang tetap hidup dan menjadi inspirasi dalam merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
 
Kegiatan ini menegaskan bahwa perjuangan dan pengorbanan mereka tidak akan pernah terlupakan, serta menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab bersama. Semangat perjuangan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda agar terus menghargai sejarah dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Penulis: dwn//gpi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...