Rabu, 15 April 2026

Wagub Johni Asadoma Warning UPTD Pendapatan Alor: Target Rp23,5 Miliar Baru Cair 11 Persen!

ALOR, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Alor saat melakukan peninjauan mendadak di kantor tersebut, Selasa (14/4). Wagub menyoroti realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2026 yang dinilai masih jalan di tempat.

​Berdasarkan data yang dihimpun, target pendapatan tahun 2026 dipatok sebesar Rp23,5 miliar. Namun, hingga 10 April, realisasi baru menyentuh angka Rp2,6 miliar atau hanya 11,25%.

Kepatuhan Pajak Masih Jeblok
​Kesenjangan data menjadi persoalan serius yang ditemukan di lapangan. Dari total 29.000 unit kendaraan bermotor yang ada di Kabupaten Alor, baru sekitar 2.400 unit yang memenuhi kewajiban pajaknya hingga Maret 2026. Artinya, tingkat kepatuhan warga Alor masih berada di level yang mengkhawatirkan.

​"Kita harus jujur bahwa 80 persen PAD kita bersumber dari pajak kendaraan. Jika sektor ini tidak digarap serius, pembangunan daerah akan terhambat. Saya minta data diperinci kembali, mana yang sudah bayar dan mana yang menunggak," tegas Johni di hadapan Kepala UPTD Cornelis Daniel Ador.

Inovasi Pemutihan dan Kendala Infrastruktur
​Untuk mengejar ketertinggalan target, Wagub mendorong langkah strategis melalui program pemutihan pajak dan pembebasan biaya balik nama. Langkah ini diharapkan mampu merangsang kesadaran masyarakat yang selama ini enggan membayar pajak karena beban denda.

​Di sisi lain, kondisi infrastruktur kantor UPTD yang dibangun sejak 2003 juga menjadi catatan. Minimnya ruang arsip disebut-sebut mulai mengganggu efisiensi administrasi.

​Wagub Johni menekankan empat poin utama untuk jajaran Samsat Alor:

1. ​Etos Kerja: Bekerja profesional dan jujur dalam pelayanan.

2. ​Validasi Data: Melakukan pendataan rinci kendaraan per triwulan.

3. ​Kolaborasi: Memperkuat sinergi dengan Satlantas, Jasa Raharja, dan Pemkab Alor.

4. ​Target Oriented: Bekerja cerdas untuk menggali potensi PAD yang masih tertidur.

​Kunjungan ini turut didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Pj. Sekda Alor Obeth Bolang, serta sejumlah pimpinan OPD Provinsi NTT. Wagub berharap sisa waktu di tahun 2026 dapat dimanfaatkan maksimal untuk mendongkrak pendapatan daerah demi percepatan pembangunan di Bumi Kenari.

Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
​sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Sabtu, 11 April 2026

Gubernur Melki: Saatnya Ekonomi NTT Berputar dari Akar Budaya Lamaholot

KUPANG, PENA INDONESIA– Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melempar tantangan serius bagi masyarakat Lamaholot. Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya Lamaholot yang besar tidak boleh berhenti hanya sebagai kebanggaan identitas atau simbol semata, melainkan harus dikonversi menjadi kekuatan ekonomi nyata yang menyejahterakan warga.

​Hal ini ditegaskan Gubernur saat membuka Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang, Jumat (10/4). Di hadapan tokoh-tokoh penting dan ribuan warga Lamaholot, pesan Melki Laka Lena jelas: Budaya adalah modal, dan ekonomi adalah tujuannya.

Budaya Sebagai Perekat, Ekonomi Sebagai Penggerak
​Gubernur mengakui bahwa membangun daerah seringkali terkendala oleh batas wilayah administratif. Namun, ia melihat budaya Lamaholot memiliki "daya rekat" yang jauh lebih kuat untuk menyatukan masyarakat lintas daerah (Flores Timur, Lembata, dan Alor).

​"Pendekatan kawasan seringkali tidak mudah, tetapi budaya mampu menyambungkan. Ini kekuatan yang harus kita manfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi," tegas Melki.

​Ia ingin ikatan kekerabatan masyarakat Lamaholot yang selama ini dikenal solid, kini mulai diarahkan pada hal-hal yang lebih produktif dan inovatif. Singkatnya, solidaritas harus menghasilkan unit usaha, UMKM, dan lapangan kerja.

Identitas Tangguh dan Jujur
​Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma yang juga hadir sebagai Penasihat Keluarga Besar Lamaholot, mengingatkan warga untuk tidak melupakan "akar" karakter asli Lamaholot.

​Ia menekankan lima karakter kunci yang harus dimiliki setiap orang Lamaholot:

1. ​Tangguh

2. ​Cerdas

3. ​Pekerja Keras

4. ​Jujur

5. ​Disiplin

​Johni juga mendorong agar Festival Lamaholot ini bukan sekadar ajang temu kangen, tapi didorong menjadi agenda tahunan resmi di bawah Kementerian Kebudayaan agar dampak ekonominya lebih luas.

​Langkah Konkret: Seminar Strategis
​Tak berhenti di seremonial, acara langsung tancap gas dengan seminar strategis yang menghadirkan para pengambil kebijakan:

Petrus Kanisius Tuaq (Bupati Lembata)

​Antonius Doni Dihen (Bupati Flores Timur)

​Obeth Bolang (Sekda Alor)

​Linus Lusi (Kadis Koperasi & UKM)

​Seminar ini fokus membedah cara memperkuat UMKM dan ekonomi komunitas berbasis budaya. Tujuannya satu: melahirkan gagasan inovatif agar entitas Lamaholot tidak hanya solid secara sosial, tetapi juga punya daya saing tinggi di pasar ekonomi lokal maupun nasional.

​Festival ini menjadi momentum konsolidasi besar. Saatnya masyarakat Lamaholot membuktikan bahwa solidaritas mereka mampu menjadi tulang punggung baru bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.

Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda prov NTT

Pusat Tantang Kota Kupang Jadi Barometer Sampah di NTT, Christian Widodo: Kami Mulai Roadmap dari Nol!

KOTA KUPANG, PENA INDONESIA– Wajah pengelolaan sampah di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bertumpu pada Kota Kupang. Tidak tanggung-tanggung, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong ibu kota provinsi ini menjadi role model nasional melalui skema transformasi total dari hulu ke hilir.

​Dalam audiensi bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Rabu (8/4), Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, memberikan rapor hijau atas progres Kupang. Skor pengelolaan sampah kota ini melonjak dari 41,93 ke 50,8.

​Meski trennya positif, pusat belum puas. Mereka menantang Kupang melakukan lompatan sebesar 15 poin lagi untuk melampaui standar minimal nasional.

Strategi 15 Persen Residu: Bukan Sekadar Pindah Sampah
​Menjawab tantangan tersebut, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Pemkot Kupang tidak lagi menggunakan pola lama "angkut-buang". Fokus utama saat ini adalah memutus rantai sampah sebelum sampai ke TPA.

​"Kami tidak mau lagi hanya memindahkan sampah dari satu titik ke titik lain. Target kami jelas: hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA, sisanya harus habis diolah di tingkat wilayah," tegas Christian.

​Dengan produksi sampah mencapai 267 ton per hari, dr. Christian menyiapkan roadmap berbasis kecamatan:

• ​TPST Tiap Kecamatan: Pengolahan sampah tuntas di tingkat lokal.

• ​Konsep Zero Waste: Mengubah sampah menjadi sumber energi dan nilai ekonomi.

• ​Kolaborasi CSR: Menggandeng BUMN seperti Pertamina dan PLN untuk teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Edukasi dan Insentif Rp1 Miliar
​Transformasi ini bukan tanpa kendala. Masalah klasik "kesadaran masyarakat" tetap menjadi tembok besar. Untuk itu, Pemkot Kupang mengombinasikan langkah teknis dengan stimulan sosial:

1. ​Lomba Kebersihan Antar-Kelurahan: Kelurahan terbaik akan diganjar program senilai Rp1 Miliar.

2. ​Satgas Sampah & Jam Buang: Pengetatan aturan pembuangan sampah dan penyediaan ratusan kontainer baru.

3. ​Edukasi Lintas Sektor: Melibatkan tenaga kesehatan dan penyuluh lapangan untuk mengajarkan pemilahan sampah dari level rumah tangga.

​Pusat telah menjanjikan pendampingan penuh, mulai dari kapasitas SDM hingga sistem penyuluhan. Jika eksperimen di Kota Kupang ini berhasil, ini akan menjadi cetak biru bagi seluruh daerah di NTT.

​Kupang kini bukan lagi sekadar kota yang membersihkan sampah, tapi kota yang sedang membangun sistem industri lingkungan.

Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang

Kamis, 09 April 2026

​Pesan Paskah dari Rujab Wali Kota: Mari Bangun Kota dengan Pelayanan Adil dan Tanpa Pilih Kasih

​KUPANG, PENA INDONESIA– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan penekanan serius terhadap integritas Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam Ibadah Paskah Oikumene lingkup Pemerintah Kota Kupang tahun 2026, ia menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan harus bertransformasi menjadi pelayanan publik yang berkualitas.

​Bagi dr. Christian, perayaan Paskah bukan sekadar tradisi, melainkan momentum bagi seluruh aparatur pemerintah untuk memperkuat komitmen dan tanggung jawab kepada masyarakat.

​Pelayanan Sebagai Wujud Iman
Wali Kota menekankan bahwa kesalehan seorang abdi negara baru akan bermakna jika dirasakan langsung oleh warga melalui birokrasi yang adil dan transparan. Ia mengingatkan agar nilai spiritual tidak berhenti di dalam tempat ibadah.

​"Iman tidak boleh berhenti di hati atau doa saja, tapi harus berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan yang tulus, adil, dan berintegritas merupakan wujud nyata dari iman yang hidup di tengah masyarakat," tegas dr. Christian Widodo di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/4).

​Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan pelayanan yang kompleks, setiap ASN dituntut untuk menghadirkan pelayanan optimal sebagai bentuk pengabdian yang tulus.
​Sinergi dan Persatuan Lintas Iman
​Ibadah yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah hingga camat dan lurah.

Momentum ini juga menjadi sarana mempererat toleransi, di mana ibadah dipimpin secara kolaboratif oleh Romo Adnan Berkanis (Gereja Sta. Maria Assumpta) dan Pdt. Charles Bessie (Gereja C3 Pemulihan).

Pdt. Charles Bessie dalam renungannya turut mempertegas bahwa semangat kebangkitan harus melahirkan manusia baru yang berorientasi pada kepentingan bersama melalui pelayanan yang jujur dan membangun.

​Komitmen Membangun Kota
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjaga semangat pengharapan dalam membangun Kota Kupang. Ia memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat luas.

​"Mari kita jalani tugas pengabdian ini dengan penuh integritas dan harapan untuk Kota Kupang yang lebih baik," pungkasnya.

Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang


Rabu, 08 April 2026

Gempa Guncang Adonara Timur: Puluhan Rumah Rusak, Warga Memilih Tidur di Luar


ADONARA – Suasana mencekam menyelimuti wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, menyusul gempa bumi yang terjadi pada Rabu (8/4) malam. Guncangan yang terasa kuat mengakibatkan puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari retak ringan hingga kerusakan struktural yang cukup membahayakan.

​Kepanikan warga memuncak sesaat setelah getaran pertama dirasakan. Ribuan masyarakat berhamburan keluar rumah demi menghindari reruntuhan bangunan. Rasa trauma dan ketakutan akan adanya gempa susulan membuat sebagian besar warga di beberapa desa memilih untuk tidak kembali ke dalam rumah.

​"Kami sangat takut karena getarannya cukup kuat dan tiba-tiba. Banyak dinding rumah warga yang sudah retak, jadi kami lebih memilih tidur di teras dan di bawah tenda darurat di halaman rumah malam ini," ujar salah seorang warga setempat.


​Hingga berita ini diturunkan, warga masih terlihat berjaga-jaga di luar ruangan dengan menggunakan perlengkapan seadanya seperti kasur lantai dan tikar. Pihak terkait saat ini sedang melakukan pendataan mendalam mengenai jumlah pasti kerugian material serta memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

​Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas seismik di wilayah tersebut guna menghindari informasi hoaks yang dapat menambah keresahan.

Poin Utama Laporan:

  • Lokasi: Adonara Timur, Flores Timur.
  • Dampak: Puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
  • Kondisi Warga: Terjadi kepanikan massal; warga memilih tidur di luar rumah (halaman/jalan) karena takut tertimpa reruntuhan atau gempa susulan.
  • Imbauan: Tetap waspada dan ikuti arahan otoritas setempat.

RSJ Naimata Kini Punya Gedung UPIP, Gubernur Melki: Penanganan Pasien Gangguan Jiwa Harus Cepat dan Manusiawi

KUPANG, PENA INDONESIA – Pelayanan kesehatan jiwa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini semakin lengkap. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meresmikan Gedung Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang, Rabu (8/4/2026) pagi.

​Fasilitas baru ini hadir sebagai jawaban atas fenomena "gunung es" masalah kesehatan jiwa di tengah masyarakat. Dengan adanya gedung UPIP, pasien yang berada dalam kondisi darurat atau fase gelisah kini bisa ditangani secara lebih spesifik, cepat, dan terukur.

Langkah Nyata Pemerintah
Gubernur Melki menegaskan bahwa peresmian gedung ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan mental warga NTT sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2023.

​"Urusan jiwa jangan dianggap remeh. Gedung UPIP ini hadir untuk memberikan penanganan darurat yang lebih manusiawi, meningkatkan keselamatan pasien dan petugas, serta mempercepat masa pemulihan," ujar Melki saat meninjau fasilitas gedung.

​Menariknya, Melki juga mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTT untuk tidak ragu mengecek kondisi kesehatan mental mereka di RSJ Naimata. Menurutnya, kesehatan jiwa adalah pondasi agar bisa bekerja maksimal melayani masyarakat.

Fasilitas Modern dan Canggih
Bukan hanya bangunan fisik, Gedung UPIP RSJ Naimata juga dilengkapi peralatan medis modern yang jarang ditemukan di tempat lain, di antaranya:

• ​TMS (Transcranial Magnetic Stimulation): Stimulasi sel saraf otak menggunakan gelombang elektromagnetik untuk pasien depresi berat.

• ​HRV (Heart Rate Variability): Alat untuk mendeteksi tingkat stres dan kecemasan pasien secara akurat.

• ​ECT (Electroconvulsive Therapy): Alat terapi listrik terkontrol untuk menangani gangguan mental berat seperti skizofrenia.

​Plt. Dirut RSJ Naimata, Novy Enggelin Elim, menjelaskan bahwa gedung ini memiliki 14 ruangan fungsional. Ada juga ruang seklusi khusus yang dirancang tetap menjunjung tinggi hak asasi pasien namun tetap aman bagi lingkungan sekitar.

Pesan untuk Tenaga Medis
Di akhir sambutannya, Gubernur Melki berpesan kepada seluruh tenaga medis agar menjaga fasilitas canggih tersebut dengan pelayanan yang tulus.

​"Fasilitas canggih tidak akan berarti apa-apa tanpa sentuhan kasih dan profesionalisme. Jadikan tempat ini saluran kesembuhan bagi saudara-saudara kita," pungkasnya.

​Hadir dalam acara ini Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat Pemprov NTT dan Kota Kupang.

EDITOR: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
SUMBER: 

Angel Pieters Hipnotis Warga di Malam Puji-Pujian Paskah Kabupaten Kupang

OELAMASI, Pena Indonesia– Kemeriahan Paskah di Kabupaten Kupang mencapai puncaknya pada Selasa (7/4/2026) malam. Halaman Kantor Bupati Kupang dipadati warga yang antusias mengikuti Malam Puji-Pujian Paskah, yang juga dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

​Hadir mendampingi Gubernur, Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Aurum Titu Eki, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, serta direksi Bank NTT. Kehadiran para tokoh agama dan ribuan masyarakat membuat suasana malam itu terasa begitu hidup dan penuh sukacita.

​Bantuan Nyata untuk Gereja dan Mahasiswa
​Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas antusiasme warga. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Melki atas dukungannya terhadap kegiatan keagamaan di Kabupaten Kupang.

​Momentum ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menyalurkan bantuan nyata bagi masyarakat, di antaranya:

1. ​Bantuan pembangunan untuk 16 gereja.
​Beasiswa tugas akhir bagi 1.000 mahasiswa asal Kabupaten Kupang.

2. Dukungan untuk pelaksanaan sidang klasis di wilayah setempat.

Pesan Gubernur: Iman Harus Jadi Gerakan Bangun Daerah
​Gubernur Melki Laka Lena memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya acara ini. Menurutnya, Kabupaten Kupang berhasil membuktikan bahwa perayaan keagamaan bisa menjadi motor penggerak kebersamaan masyarakat.

​"Saya bangga melihat kerja keras Pemkab Kupang dan masyarakat. Perayaan ini bukan sekadar acara rutin, tapi bukti iman yang hidup dan kebersamaan yang nyata," ujar Melki Laka Lena.

​Gubernur juga mengingatkan agar semangat Paskah jangan berhenti di panggung saja. Ia menekankan bahwa makna kebangkitan Kristus harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata untuk membangun daerah.

​"Iman akan kebangkitan harus jadi gerakan bersama. Kita ingin Kabupaten Kupang yang berdaya dan bermartabat. Di sini, peran anak muda sangat penting sebagai mesin perubahan untuk masa depan yang lebih baik," tegas Gubernur.

Penampilan Angel Pieters Pukau Penonton
​Suasana semakin semarak saat artis nasional, Angel Pieters, naik ke atas panggung. Suara merdunya berhasil membawa suasana khidmat sekaligus meriah bagi seluruh pengunjung yang hadir di halaman kantor bupati.

​Acara berakhir dengan aman dan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kabupaten Kupang sebagai salah satu perayaan Paskah paling berkesan tahun ini.

Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov NTT

Gubernur Melki "Ancam" Libatkan APH: Stop Bocorkan Anggaran, NTT Sedang Tercekik!

KUPANG, PENA INDONESIA – Libur panjang Paskah telah usai, namun bagi ASN di lingkup Pemprov NTT, "bulan madu" itu langsung disambut dengan peringatan keras. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, melempar peringatan tajam: jangan lagi ada yang berani bermain-main dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika tidak ingin berurusan dengan hukum.

​Dalam apel perdana di Halaman Gedung Sasando, Selasa (7/4), Melki tidak sekadar memberikan arahan normatif. Ia menyoroti kondisi fiskal NTT yang sedang megap-megap. Dengan nada bicara yang tegas, ia memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola PAD untuk menutup rapat-rapat celah kebocoran.

​"Kali ini kami tidak main-main. Kondisi fiskal kita terbatas! Kami akan libatkan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk pengawasan. Kalau masih ditemukan praktik penyimpangan, pasti kami tindak tegas!" gertak Melki.

​Ancaman El Nino dan "Dompet" yang Cekak
​Provokasi Gubernur bukan tanpa alasan. NTT kini sedang dikepung dua masalah besar: Krisisfinansial dan Bencana El Nino. Berdasarkan rilis BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi akan jauh lebih ekstrem. Gagal panen dan krisis air bersih sudah di depan mata.

​Melki menekankan bahwa setiap rupiah di APBD harus diselamatkan untuk kebutuhan darurat masyarakat, bukan habis untuk belanja internal yang tidak penting.

Ia menuntut efisiensi total di setiap OPD. "Periksa kembali belanja internal! Pastikan setiap rupiah memberi manfaat bagi rakyat, bukan untuk hal yang tidak mendesak," cetusnya.

​Nasib PPPK: "Pusat Turun Tangan"
​Mengenai sengkarut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sempat meresahkan, Melki membawa angin segar dari Jakarta. Pasca kunjungan Wakil Presiden, komitmen pusat mulai terlihat.

​"Tidak ada PPPK yang dirumahkan!" tegasnya. Kementerian PANRB, Kemendagri, dan Kemenkeu kini dipaksa melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencarikan solusi bagi daerah yang "ngos-ngosan" membiayai gaji PPPK.

Gubernur Melki seolah ingin menegaskan bahwa masa-masa bekerja dengan gaya "bisnis seperti biasa" sudah berakhir. Fokus hanya satu: genjot PAD, potong belanja yang tidak perlu, dan bersiap hadapi kemarau panjang yang bisa mencekik ekonomi rakyat NTT.

EDITOR: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
SUMBER: Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov NTT

Selasa, 07 April 2026

Waspada El Nino dan Harga Pokok Naik, Gubernur Melki: Hemat Air dan Perkuat Solidaritas!

KUPANG, PENA INDONESIA– Kondisi ekonomi global yang morat-marit mulai mencekik warga NTT. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena secara blak-blakan memperingatkan masyarakat bahwa kenaikan harga barang pokok bukan main-main. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri misa di Gereja Katolik Paroki Bunda Orang Miskin, Noelmina, Senin (6/4) sore.

​Melki meminta warga berhenti bersikap apatis. Di tengah situasi sulit ini, kepekaan sosial menjadi harga mati. "Harga-harga sudah naik. Jangan belanja sembarangan, dan yang paling penting, lihat kiri-kanan. Jangan sampai kita kenyang, tapi tetangga sebelah mati lapar karena kita tidak peduli," tegas Melki di depan jemaat.

​Ia menginstruksikan aparat desa dan tokoh agama untuk segera menyisir warga yang benar-benar kesulitan. Melki tidak ingin bantuan pemerintah salah sasaran hanya karena data yang amburadul atau sikap masa bodoh pejabat di tingkat bawah.

​Selain ancaman lapar, cuaca ekstrem El Nino juga sedang mengintai. Melki mengingatkan bahwa kemarau tahun ini akan lebih panjang dan membakar. Ia meminta warga tidak boros air dan petani harus lebih cerdik mengelola lahan.

​Sebagai jalan keluar, pemerintah menyodorkan program "Brigade Alsintan". Intinya, petani bisa pakai alat pertanian milik pemerintah secara gratis, hanya modal bahan bakar. Ia juga menantang warga untuk produktif membuat barang apa saja yang punya nilai jual untuk dimasukkan ke NTT Mart.

​"Kita ingin produk rakyat punya nilai tambah, bukan cuma jual mentah," tambahnya.
​Romo Beatus Ninu, Pastor Paroki setempat, mengapresiasi langkah Gubernur yang mau turun langsung melihat kondisi umat di pelosok. Baginya, kehadiran pemimpin di tengah krisis seperti ini sangat dibutuhkan agar rakyat tidak merasa berjuang sendirian.

EDITOR: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
SUMBER: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Senin, 06 April 2026

Wapres Gibran Cek Langsung Hasil Bangunan di SD Inpres Kaniti Kupang

Kupang, PENA INDONESIA– Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali mendatangi SD Inpres Kaniti di Kabupaten Kupang pada Senin (6/4). Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini bertujuan untuk melihat langsung hasil renovasi dan pembangunan fasilitas sekolah yang sudah rampung dikerjakan.

​Dalam kunjungan ini, Wapres didampingi langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma. Hadir juga Bupati Kupang Yoseph Lede serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Janji yang Sudah Ditepati
​Kunjungan ini merupakan kali kedua bagi Gibran ke sekolah tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2025 lalu, Wapres sempat berkunjung dan berjanji akan memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak. Kini, janji itu sudah jadi kenyataan.

​Beberapa fasilitas yang sudah selesai dibangun dan diperbaiki di antaranya:

​1. 3 ruang kelas baru.

2. ​Perbaikan (rehabilitasi) 11 ruang kelas yang lama.

​3. Pembangunan toilet bersih.

4. ​Rumah dinas (mes) guru dan ruang administrasi.

​"Pembangunannya sudah berjalan baik. Saya berharap ini bisa bermanfaat untuk siswa dan guru di sini," kata Gibran singkat sambil meninjau bangunan.

Bagi-Bagi Buku dan Alat Tulis
​Tak hanya melihat bangunan, Wapres Gibran juga kembali membagikan bantuan berupa buku tulis dan alat belajar untuk para siswa. Suasana sekolah pun jadi makin ramai saat anak-anak menerima bantuan tersebut.

​Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengaku sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Ia senang karena apa yang direncanakan tahun lalu sekarang sudah bisa dipakai oleh siswa untuk belajar.

​"Tahun lalu beliau datang bawa rencana pembangunan, dan sekarang sudah selesai. Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar ini," ujar Gubernur Melki.

Kepala Sekolah Merasa Terbantu
​Rasa bahagia juga diungkapkan oleh Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu. Menurutnya, tambahan ruang kelas dan perbaikan fasilitas lainnya sangat membantu kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

​"Kami senang sekali Pak Wapres datang lagi. Sekarang sekolah kami jadi lebih bagus, ada ruang kelas baru dan toilet yang layak. Ini sangat membantu kami di sini," ungkap Yuliana.

​Kunjungan ini diharapkan jadi penyemangat bagi dunia pendidikan di NTT agar terus maju dengan fasilitas yang makin memadai.

EDITOR: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
SUMBER: Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov NTT

Bukan Zamannya Cangkul Manual, Wapres Gibran Dorong Petani Milenial NTT Pakai Teknologi

KUPANG, PENA INDONESIA– Sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bukan lagi sekadar urusan cangkul dan keringat. Saat mengunjungi Taman Agroeduwisata GMIT Tarus di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, Senin (6/4/2026), Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membawa pesan kuat: modernisasi adalah harga mati.

​Mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma tampak menunjukkan ekosistem pertanian terintegrasi seluas 5,3 hektare yang kini menjadi "markas" para petani milenial.

Stop Kerja Keras yang Sia-sia
​Gibran menyoroti satu masalah klasik petani: hasil panen melimpah tapi rusak karena pengolahan yang masih manual. Ia tak ingin kerja keras petani muda di Tarus berakhir sia-sia hanya karena kalah canggih.
​"Kita tidak ingin hasil panen yang sudah melimpah itu terbuang karena alatnya belum modern. Teman-teman milenial sudah kerja keras pagi-siang-malam, jangan sampai hasilnya rusak karena alat manual. Kita akan bantu alat yang lebih modern," tegas Wapres di depan para petani.

Fokus Swasembada dan Makan Bergizi Gratis (MBG)
​Tak sekadar meninjau, Wapres memastikan bahwa hasil keringat petani di Tarus sudah memiliki pasar yang jelas (offtaker). Ternyata, hasil panen di sini sudah diserap untuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Langkah ini, menurut Gibran, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang mengejar swasembada pangan dan energi. Ia pun menitipkan pesan agar konsistensi ini tetap dijaga demi memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Sinergi Lokal, Perhatian Pusat
​Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyambut hangat komitmen Wapres. Baginya, kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini adalah suntikan semangat bagi NTT untuk membuktikan diri sebagai lumbung pangan potensial.

​"Ini bentuk nyata perhatian pusat. Dukungan alat modern sangat krusial agar anak muda kita makin semangat melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan secara ekonomi," ujar Melki.

Sekilas Tentang Agroeduwisata GMIT Tarus:

1. ​Pengelola: Kelompok tani binaan Sinode GMIT bekerja sama dengan Politani Kupang.
​Luas Lahan: 5,38 Hektare.

2. ​Produktivitas: 3 kali musim tanam per tahun dengan hasil mencapai 221 ton gabah kering.
​Ekosistem: Mengintegrasikan pertanian, hortikultura, perikanan, hingga peternakan.

​Dengan dukungan teknologi yang dijanjikan, kawasan ini diproyeksikan menjadi pilot project nasional bagaimana gereja, akademisi, dan pemerintah berkolaborasi mencetak petani masa depan.

EDITOR: Team Redaksi Garis Pena Indonesia//LL
SUMBER: Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov NTT

Wagub Johni Asadoma Warning UPTD Pendapatan Alor: Target Rp23,5 Miliar Baru Cair 11 Persen!

ALOR, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupate...