Stok di Agen Kosong, Warga RSS Oesapa Kupang Kesulitan Dapat Minyak Tanah
KOTA KUPANG, PENA INDONESIA – Warga Kompleks Perumahan RSS Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan minyak tanah. Kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan terakhir, membuat warga harus mencari ke berbagai agen dan pangkalan di luar wilayah mereka.
Salah satu warga terdampak, Kurniawan Maga, mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga kesulitan memperoleh salah satu kebutuhan pokok tersebut di pangkalan sekitar tempat tinggal mereka.
Pada Minggu (31/5/2026) pagi, Kurniawan kembali memeriksa ketersediaan minyak tanah di beberapa agen terdekat. Namun, stok dilaporkan masih kosong dan belum ada pasokan baru yang masuk.
"Saya sudah keliling dari pagi mencari minyak tanah. Minggu lalu saya datang ke agen yang sama, tetapi tidak dapat. Hari ini pun jawabannya masih sama, stok habis," ujar Kurniawan.
Warga Pertanyakan Rantai Distribusi
Kurniawan menilai, kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat yang masih bergantung penuh pada minyak tanah untuk keperluan memasak sehari-hari. Mengingat masalah ini kerap berulang, ia mempertanyakan apakah kendala berada pada pengurangan kuota pasokan ke Kota Kupang atau adanya hambatan dalam rantai distribusi.
"Kami berharap ada perhatian serius dan keterbukaan informasi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan ini, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," tambahnya.
Harapan Peningkatan Pengawasan
Kosongnya persediaan minyak tanah di tingkat agen ini memicu harapan agar pemerintah daerah dan instansi terkait memperketat pemantauan distribusi BBM bersubsidi. Langkah pengawasan dinilai krusial untuk memastikan pasokan tetap stabil dan penyalurannya tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan.
Hingga berita ini diturunkan, warga RSS Oesapa berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan resmi serta solusi konkret agar aktivitas rumah tangga warga dapat kembali berjalan normal tanpa kesulitan mencari minyak tanah. (Gpi/red)
Komentar
Posting Komentar