Selasa, 31 Maret 2026
Wali Kota Kupang: LKPD Itu Rekam Jejak Keberpihakan pada Rakyat
Mandiri Secara Ekonomi, Linus Lusi Fasilitasi Insan Pers NTT Masuk Ekosistem Koperasi Simpan Pinjam
Wagub NTT: ASN Jangan Sombong dengan Jabatan, Perkuat Sinergi Pelayanan
Senin, 30 Maret 2026
Terdaftar Program 100 Ribu Pekerja Rentan NTT, Keluarga Almarhum Soleman Haning Terima Santunan Rp217 Juta
Minggu, 29 Maret 2026
Langkah Visioner PSMTI Kota Kupang: Menyatukan Energi Muda untuk Kejayaan Daerah
KUPANG – Sebuah energi baru terpancar dari Lantai 10 Hotel Harper Kupang pada Sabtu (28/3) malam. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang resmi menggebrak lewat gelaran Arisan Perdana, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga deklarasi semangat kaum muda Tionghoa untuk menjadi motor penggerak kemajuan di Nusa Tenggara Timur.
Bukan Sekadar Perkumpulan Biasa
Di bawah kepemimpinan Dedy Andersen Gunawan Tanjung, PSMTI Kota Kupang menegaskan wajah barunya: sebuah organisasi yang progresif, inklusif, dan peduli. Dalam sambutannya yang penuh semangat, Dedy menekankan bahwa PSMTI kini berfokus pada pengabdian nyata, terutama sebagai mitra strategis pemerintah dalam aksi kemanusiaan.
"Kami tidak ingin sekadar berkumpul. PSMTI Kota Kupang hadir untuk bergandengan tangan dengan pemerintah, siap menjadi garda terdepan dalam respons bencana dan penanganan isu sosial. Ini adalah wadah pengabdian nyata kami untuk kota tercinta," tegas Dedy.
Apresiasi Wali Kota: Kekuatan Ekonomi di Tangan Anak Muda
Hadirnya Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan bobot tersendiri bagi acara ini. Menariknya, sang Wali Kota tidak hanya hadir sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai anggota aktif PSMTI. Beliau memuji komposisi pengurus dan anggota yang didominasi oleh pengusaha-pengusaha muda produktif.
Menurut dr. Christian, dominasi anak muda di PSMTI adalah aset berharga bagi akselerasi pembangunan Kota Kupang. Semangat kewirausahaan yang mereka miliki diharapkan dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat luas.
Dukungan Tokoh Lintas Sektor
Dukungan terhadap visi baru PSMTI ini pun mengalir deras dari berbagai tokoh penting yang hadir, antara lain:
- Ir. Abraham Paul Liyanto (Senator RI)
- Alain Niti Susanto (Ketua DPD Golkar NTT)
- Bobby Lianto, MBA, MM (Tokoh Masyarakat)
Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mempertegas posisi PSMTI Kota Kupang sebagai organisasi yang memiliki pengaruh positif dan diterima luas oleh berbagai kalangan.
Sentuhan Modern dan KeakrabanAcara yang dimulai pukul 19.30 WITA ini juga menunjukkan sisi modernitas organisasi dengan penggunaan digital drawing untuk pengundian arisan. Sebanyak 24 anggota terpilih menjadi penerima putaran pertama, yang disambut dengan antusiasme tinggi.
Kemeriahan malam itu ditutup dengan sesi doa bersama yang khidmat dan ramah tamah yang hangat, mencerminkan soliditas yang kuat di antara para anggota. Dengan langkah perdana yang solid ini, PSMTI Kota Kupang optimistis dapat terus merangkul lebih banyak kaum muda untuk berkontribusi bagi masa depan ekonomi dan sosial di NTT.
Tentang PSMTI Kota Kupang:
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang adalah organisasi sosial yang bertujuan mempererat persaudaraan antarwarga Tionghoa dan berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial-ekonomi di Kota Kupang.
Kontak Media:
Sekretariat PSMTI Kota Kupang
Email: psmtikotakupang@gmail.com
Gubernur Melki Takjub! Nono Bocah NTT Juara Dunia Incar Kursi Ahli Nuklir
KUPANG, Pena Indonesia – Ada mimpi besar yang sedang tumbuh di sebuah rumah sederhana di Desa Sonraen, Amarasi Selatan. Bukan sekadar mimpi biasa, tapi mimpi yang mampu mengguncang dunia sains.
Kamis (26/3/2026) sore, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berkesempatan "sowan" ke kediaman Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau yang akrab disapa Nono. Di sela agenda Panen Raya Jagung, Melki sengaja meluangkan waktu untuk memberikan apresiasi langsung kepada sang penakluk dunia tersebut.
Genius dari Pelosok NTT
Nono bukanlah nama baru. Koleksi tiga gelar juara dunia di ajang International Abacus World Competition (Olimpiade Sempoa Dunia) telah menasbihkan dirinya sebagai salah satu otak paling cemerlang yang pernah lahir dari bumi Flobamora.
"Nono adalah bukti nyata bahwa dari Amarasi Selatan bisa lahir juara dunia. Ini harus menjadi virus positif bagi seluruh anak-anak di NTT," ujar Gubernur Melki dengan nada bangga.
Target: Ahli Nuklir!
Namun, yang membuat suasana bincang santai itu semakin hidup adalah saat Nono mengungkapkan cita-citanya. Di usianya yang baru menginjak kelas 5 SD, Nono tidak main-main dengan masa depannya.
"Nono ingin jadi ahli nuklir," cetusnya penuh percaya diri di hadapan Sang Gubernur.
Ambisi ini sejalan dengan tradisi akademik di keluarganya; salah satu kakak Nono bahkan kini tengah menempuh pendidikan kedokteran dan farmasi di Tiongkok. Sebuah potret keluarga yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama di tengah tantangan hidup di pedesaan.
Menyerap Aspirasi di Tengah Prestasi
Kunjungan ini juga dimanfaatkan warga dan keluarga Nono untuk menyampaikan "curhatan" kepada pemerintah. Di balik gemerlap trofi sang juara, warga Sonraen ternyata masih berjibaku dengan urusan dasar: Air bersih dan infrastruktur.
Warga mengaku masih harus bergantung pada air tangki yang menguras kantong untuk kebutuhan harian. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki langsung memberikan instruksi kepada jajaran kepala dinas yang mendampinginya untuk segera memetakan solusi, termasuk bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan jalan.
Kisah Nono adalah pengingat keras: Prestasi dunia bisa lahir dari mana saja, tapi perhatian pemerintah adalah oksigen yang menjaga mimpi-mimpi itu tetap menyala.
Editor: LL//gpi
Reporter: Agustin Luju
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT
Sabtu, 28 Maret 2026
Buka Belajaraya 2026, Sekda Kupang: Apa Gunanya Nilai Tinggi Kalau Karakter Anak Kosong?
Bicara di Kompas TV, Gubernur Melki Sebut NTT Mart Solusi Pangkas Defisit Perdagangan Rp51 Triliun
Warga Kupang Darurat Medis? Tenang, dr. Christian Widodo Siapkan Armada Tempur Baru 24 Jam!
Langkah taktis ini diambil bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari konsistensi dr. Christian dalam mengintegrasikan kepedulian sosial ke dalam kebijakan strategis pemerintah daerah. Sebagaimana diketahui, layanan ambulance gratis ini telah menjadi program unggulan yang terus dijalankan secara mandiri bahkan jauh sebelum beliau mengemban amanah sebagai Wali Kota.
"Kesehatan warga tidak boleh menunggu. Tidak boleh ada satu pun warga Kupang yang terhambat mendapatkan pertolongan darurat hanya karena masalah biaya transportasi atau administrasi yang berbelit," tegas dr. Christian dalam keterangannya.
Apa Saja Keunggulan Armada Baru Ini?
Penambahan armada ini dirancang untuk memastikan response time (waktu tanggap) penanganan pasien di lapangan semakin singkat. Warga dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk:
- Layanan Jemput Pasien: Penjemputan dari rumah menuju Rumah Sakit terdekat.
- Layanan Jenazah: Pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
- Layanan Darurat: Penanganan cepat di lokasi kecelakaan atau situasi gawat darurat lainnya.
Dengan operasional non-stop 24 jam, kehadiran armada ini diharapkan menjadi jawaban atas kekhawatiran warga saat menghadapi situasi kritis di jam-jam sulit. Ini adalah bukti bahwa janji politik mengenai perbaikan layanan kesehatan bukan hanya jargon, melainkan aksi yang bisa dirasakan langsung manfaatnya.
Bagi warga Kota Kupang yang membutuhkan bantuan darurat, pusat kendali operasional telah disiagakan untuk menerima panggilan dan mengarahkan armada terdekat ke lokasi tujuan.
Penulis: TEAM REDAKSI GARIS PENA INDONESIA
Jumat, 27 Maret 2026
Jagung Amarasi Tembus Rp6.400/Kg, Gubernur Melki: Wajib Diolah dan Dikemas!
Melki Laka Lena Tantang UNPAR: Jangan Hanya Teori, NTT Butuh Dokter dan Kedaulatan Energi!
Kamis, 26 Maret 2026
Trans Timor Lumpuh Total! Wagub NTT Pacu Pengerjaan Jembatan Darurat 5 Hari Jadi
Bukan Sekadar Gelar, 489 Lulusan Unwira Kupang Ditantang Jadi Solusi Nyata di Masyarakat
Menanti Wajah Baru Wisata Rote: Kemewahan NIHI Sumba Segera Hadir di Pulau Terselatan NKRI
Rabu, 25 Maret 2026
Gubernur NTT Ultimatum Kepala Sekolah: Dua Tahun Tanpa Kinerja, Siap-Siap Dievaluasi.
NTT Menjawab Ambisi Prabowo: Menjadi 'Mesin Utama' Transisi Energi 100 GW Nasional
KUPANG, PENA INDONESIA– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam akselerasi transisi energi nasional. Langkah ini merupakan respons konkret terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW) guna mencapai kemandirian energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memimpin pertemuan strategis bersama General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, serta akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/3/2026).
Mengubah Potensi Menjadi Mandat Nasional
Gubernur Melki menekankan bahwa kebijakan transisi energi dari fosil ke energi bersih bukan sekadar wacana lingkungan, melainkan instrumen vital bagi kedaulatan ekonomi. NTT, dengan karakteristik geografisnya, memiliki modalitas besar untuk menyokong target ambisius tersebut.
"Kebijakan Presiden Prabowo adalah kompas strategis menuju efisiensi energi nasional. Kami di daerah tidak hanya siap mendukung, tapi siap mengeksekusi langkah-langkah konkret agar implementasi EBT di NTT berjalan efektif dan berkelanjutan," tegas Gubernur Melki.
Kolaborasi Lintas Sektor: Sains dan Infrastruktur
Pertemuan tersebut juga membedah pemetaan potensi energi terbarukan di bumi Flobamora secara komprehensif. Melibatkan Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Prof. Philiphi de Rozari, Pemprov NTT berupaya memastikan bahwa pengembangan infrastruktur energi ini berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Data hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi landasan teknis dalam:
- Penyusunan regulasi daerah terkait sektor ketenagalistrikan berbasis EBT.
- Integrasi kurikulum pendidikan tinggi untuk mencetak tenaga ahli lokal di bidang energi hijau.
- Identifikasi proyek eksisting dan rencana pengembangan jangka panjang yang terukur.
Komitmen PLN dan Proyek Percontohan
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyambut positif sinkronisasi kebijakan ini. Menurutnya, agenda kemandirian energi nasional adalah momentum emas untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah NTT yang selama ini masih bergantung pada sumber daya konvensional.
Sebagai langkah awal, PLN bersama Pemerintah Provinsi akan segera menetapkan sejumlah lokasi prioritas sebagai proyek percontohan (pilot project). Lokasi-lokasi ini akan menjadi model pengembangan energi terintegrasi yang nantinya dapat direplikasi di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Melalui sinergi antara pemerintah, operator listrik negara, dan akademisi, transisi energi di NTT diharapkan tidak hanya menerangi rumah-rumah penduduk, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui ketersediaan energi yang murah, bersih, dan melimpah.
Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT
Selasa, 24 Maret 2026
Misteri Absennya Saksi Kunci: Ada Apa dengan Polda NTT?
KUPANG, PENA INDONESIA– Sebuah tanda tanya besar kini menggantung di langit penegakan hukum Nusa Tenggara Timur. Rekonstruksi kasus pembunuhan Luki dan Delfi yang seharusnya menjadi panggung terang benderang bagi keadilan, justru menyisakan kabut tebal. Absennya saksi kunci berinisial SD dalam proses krusial tersebut memicu gelombang kritik tajam terhadap profesionalisme Polda NTT.
Ironi Penegakan Hukum: "Mudah Dicari, Sulit Dihadirkan"
Andhy Sanjaya, dalam kritikan pedasnya, menyentuh titik paling sensitif dari perkara ini: Transparansi. Publik disuguhi sebuah ironi yang menyesakkan dada. Bagaimana mungkin seorang saksi yang begitu mudah "ditemukan" dan ditangkap dalam perkara lain, justru mendadak "gaib" dan gagal dihadirkan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang jauh lebih serius?
"Jika keadilan adalah sebuah bangunan, maka kesaksian adalah fondasinya. Ketika satu batu kunci sengaja dihilangkan, runtuhlah seluruh konstruksi kebenaran tersebut."
Standar Ganda dan Kepercayaan yang Tergerus
Rekonstruksi bukanlah sekadar formalitas di atas kertas atau seremoni tanpa makna. Ia adalah sarana untuk menguji kejujuran fakta di lapangan. Ketidakhadiran saksi SD bukan hanya melemahkan proses pembuktian, tetapi juga menciptakan celah lebar bagi keraguan publik.
Muncul persepsi yang menyakitkan: Apakah ada standar ganda dalam penegakan hukum di NTT? Mengapa kepolisian tampak begitu tangkas di satu sisi, namun terkesan "lunglai" di sisi lain ketika menyangkut pengungkapan tabir kematian Luki dan Delfi?
Poin-Poin Kritikan Tajam untuk Polda NTT:
- Hilangnya Akuntabilitas: Kegagalan menghadirkan saksi SD mencerminkan rendahnya tanggung jawab penyidik dalam menyusun konstruksi fakta yang utuh.
- Ancaman terhadap Marwah Institusi: Jika kontradiksi ini tidak dijelaskan secara rasional dan terbuka, kepercayaan masyarakat terhadap Polda NTT berada di ambang kebangkrutan.
- Keadilan yang Setengah Hati: Dalam negara hukum, keadilan tidak hanya dinilai dari ketok palu hakim di akhir sidang, tetapi dari setiap jengkal proses yang transparan dan dapat diuji oleh publik.
Polda NTT kini berutang penjelasan. Publik tidak butuh retorika; publik butuh kejujuran. Karena pada akhirnya, nyawa manusia yang hilang tidak boleh sekadar menjadi angka dalam arsip yang berdebu.
Sabtu, 21 Maret 2026
Gubernur Melki Kunjungi Pimpinan Forkopimda NTT dalam Rangka Halal Bihalal Idul Fitri
Gebrakan Kupang Bertakbir Season 3: Cara Wali Kota Christian Widodo Menjaga Marwah Kota Toleran
Hanya Merah Putih di Tirosa: Melki Laka Lena Tegaskan NTT Rumah Besar Keberagaman
Kamis, 19 Maret 2026
Spirit Vasudhaiva Kutumbakam: Ogoh-Ogoh Getarkan Jantung Kota Kupang
HUT ke-36 GMIT Kaisarea, Wali Kota Kupang Tekankan Pembangunan Karakter dan SDM
Rabu, 18 Maret 2026
Longsor Kolhua: Rumah Hancur Jadi Puing, BPBD Kupang Akhirnya Turun Tangan!
Rotasi Jabatan NTT: Gubernur Melki Pastikan 5 Tim Strategis Tak Berubah
Sumba Barat Daya Jadi Pamungkas Kunker, Gubernur Melki Tekankan Optimalisasi Dana Pusat dan Validasi Data
Wagub Johni Asadoma Warning UPTD Pendapatan Alor: Target Rp23,5 Miliar Baru Cair 11 Persen!
ALOR, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupate...
-
KUPANG, PENA INDONESIA– Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka pintu lebar-lebar ba...
-
ADONARA – Suasana mencekam menyelimuti wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, menyusul gempa bumi yang terjadi pada Rabu (8/4) m...