Selasa, 31 Maret 2026

Wali Kota Kupang: LKPD Itu Rekam Jejak Keberpihakan pada Rakyat

KUPANG, PENA INDONESIA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis, resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 (Unaudited) kepada BPK Perwakilan NTT, Selasa (31/3). Dalam seremonial ini, Christian dipercaya mewakili 15 kepala daerah se-NTT untuk menyampaikan sambutan.

​Penyerahan dokumen laporan keuangan ini dilakukan secara serentak oleh 15 kabupaten/kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, Malaka, Belu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Flores Timur, Sikka, Nagekeo, dan Ende.
​Dalam orasinya, Christian Widodo menegaskan bahwa LKPD bukan sekadar urusan administrasi rutin. Ia menyebut dokumen tersebut sebagai rekam jejak moral pemerintah terhadap masyarakat.

​"Ini bukan hanya penyerahan dokumen, tetapi tanggung jawab moral. Di dalamnya ada rekam jejak keputusan kita; apakah berpihak kepada rakyat atau hanya rutinitas," tegas Christian.
​Ia juga menyentil soal opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurutnya, predikat WTP dari BPK bukanlah tujuan akhir jika tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan warga. Christian menekankan bahwa esensi utama pengelolaan anggaran adalah dampak nyata di lapangan, bukan sekadar nilai di atas kertas.

​Mengutip prinsip Abraham Lincoln, Christian menyatakan bahwa akuntabilitas akan melahirkan tanggung jawab. Ia meyakini transparansi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

​Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan NTT, Triyantoro, mengapresiasi kepatuhan pemerintah daerah. Dari 23 entitas di NTT, tercatat 16 entitas telah menyerahkan laporan tepat waktu.
​"Ini indikator komitmen kepala daerah terhadap akuntabilitas publik," ujar Triyantoro.
​Pasca penyerahan ini, BPK akan segera melakukan pemeriksaan terperinci yang meliputi kesesuaian standar akuntansi, kepatuhan regulasi, serta efektivitas sistem pengendalian internal di masing-masing daerah.

​Turut hadir mendampingi Wali Kota, Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Inspektur Kota, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang.

EDITOR: DWN//gpi
SUMBER: Prokopim Setda Kota Kupang

Mandiri Secara Ekonomi, Linus Lusi Fasilitasi Insan Pers NTT Masuk Ekosistem Koperasi Simpan Pinjam

KUPANG, PENA INDONESIA– Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka pintu lebar-lebar bagi insan pers untuk tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga pelaku ekonomi yang tangguh. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., secara resmi pada Rabu (1/4)mengajak seluruh awak media di NTT untuk mendaftarkan diri sebagai pelaku UMKM yang terverifikasi.

​Langkah ini bukan sekadar imbauan, melainkan upaya konkret pemerintah dalam memfasilitasi kemandirian ekonomi bagi para jurnalis melalui wadah koperasi yang multifungsi.

Fasilitasi Simpan Pinjam dan Serba Usaha
​Dalam pertemuan strategis di Kupang, Linus Lusi menegaskan bahwa pemerintah siap memfasilitasi pembentukan koperasi bagi tim media, baik dalam bentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) maupun Koperasi Serba Usaha (KSU).

​Fasilitas simpan pinjam ini diharapkan menjadi solusi finansial internal bagi awak media, sementara sektor serba usaha akan membuka keran pendapatan baru melalui berbagai unit bisnis. "Media memiliki ekosistem yang unik. Dengan berkoperasi, teman-teman jurnalis punya instrumen legal untuk mengelola kesejahteraan bersama, mulai dari akses modal hingga pengelolaan unit usaha produktif," jelas Linus Lusi.

Media Sebagai Pelaku UMKM yang Terdaftar
​Lebih lanjut, Kadis Koperasi NTT mendorong seluruh insan media untuk segera melegalkan status usaha mereka dalam basis data pelaku UMKM. Hal ini dipandang krusial agar media bisa mengakses berbagai program penguatan kapasitas dan bantuan permodalan yang disediakan pemerintah.

​"Saya mengajak seluruh teman-teman media: mari terdaftar sebagai pelaku UMKM. Ini adalah jembatan bagi kita untuk berkolaborasi secara profesional. Pemerintah siap memfasilitasi agar tim media memiliki landasan ekonomi yang kuat," tambahnya. 

Menangkap Peluang Strategis Nasional
​Dukungan penuh dari Dinas Koperasi ini juga menjadi kunci bagi media untuk terlibat dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui format Koperasi Serba Usaha, insan media di NTT kini memiliki payung hukum untuk mengelola rantai pasok dan distribusi, memastikan potensi lokal tetap terjaga dan dikelola oleh tangan-tangan kreatif daerah.

Penulis: LL//gpi

Wagub NTT: ASN Jangan Sombong dengan Jabatan, Perkuat Sinergi Pelayanan

KUPANG, PENA INDONESIA – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan teguran keras sekaligus arahan strategis kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam momentum Halal Bihalal Keluarga Besar Pemprov NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (31/3/2026).

​Johni menegaskan bahwa jabatan dan fasilitas yang dimiliki ASN bukanlah alasan untuk bersikap sombong. Sebaliknya, nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan—seperti kejujuran, disiplin, dan empati—harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

Poin Strategis Arahan Wagub NTT:
​Integritas dan Rendah Hati: Wagub mengingatkan agar ASN menjauhi sikap tinggi hati. "Kita tidak boleh sombong dengan jabatan. ASN harus bekerja dengan integritas dan hati nurani agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

​Silaturahmi sebagai Modal Kerja: Silaturahmi bukan hanya soal maaf-memaafkan, melainkan ruang refleksi untuk membangun kepercayaan (trust) dan memperkuat soliditas organisasi. Sinergi yang kuat dianggap kunci utama mewujudkan NTT yang maju dan sejahtera.

​Respons Kondisi Global: Menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Wagub menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov NTT untuk menerapkan pola hidup hemat dan memastikan setiap anggaran digunakan secara efisien.

​Konsistensi Kebaikan: ASN diminta menghadirkan pelayanan yang ramah dan sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah. Kebaikan yang konsisten disebut sebagai kekuatan besar bagi kemajuan daerah.

Tausiyah dan Kehadiran Tokoh
​Dalam acara bertema "Merajut Silaturahmi, Menebar Kebaikan" tersebut, Ustadz Ahmad Sofyan Abdurahman dalam kultumnya menekankan bahwa esensi silaturahmi adalah menghilangkan sifat sombong. Ia mengajak ASN untuk menjadi pribadi yang bermanfaat karena memberi tidak akan membuat seseorang menjadi miskin.

​Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kajati NTT Roch Adi Wibowo, Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Aviantara, perwakilan Forkopimda, serta tokoh-tokoh lintas agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, dan FKUB NTT.

Editor: LL//gpi
​Sumber: Biro Adpim Setda NTT
​Penulis: Fara Therik

Senin, 30 Maret 2026

Terdaftar Program 100 Ribu Pekerja Rentan NTT, Keluarga Almarhum Soleman Haning Terima Santunan Rp217 Juta

KUPANG, PENA INDONESIA – Program perlindungan jaminan sosial bagi 100.000 pekerja rentan yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini dirasakan langsung oleh Sarlince Margarita Kolianan, ahli waris dari almarhum Soleman Haning, seorang pedagang hasil laut yang meninggal dunia saat bekerja.

​Sarlince, yang akrab disapa Rita, mendatangi Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Jumat (28/3/2026) untuk menyampaikan apresiasi langsung kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Kedatangannya membawa kabar mengenai pencairan santunan yang sangat membantu keberlangsungan hidup keluarganya.

Jaring Pengaman bagi Sektor Informal
​Almarhum Soleman Haning merupakan salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya dibiayai melalui APBD Provinsi NTT tahun 2025–2026. Berkat kepesertaan tersebut, keluarga almarhum berhak menerima total manfaat senilai Rp217 juta.

​Rincian manfaat tersebut meliputi santunan kematian sebesar Rp42 juta serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak almarhum hingga jenjang sarjana (S1).

​"Terima kasih banyak, Bapa, karena program ini sangat membantu kami masyarakat, khususnya keluarga saya," ujar Rita saat bertemu Gubernur Melki.

Intervensi Pemerintah Daerah
​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kasus ini menjadi bukti pentingnya kehadiran negara bagi pekerja sektor informal. Dengan iuran yang relatif kecil, yakni Rp16.800 per orang per bulan, manfaat yang diterima saat terjadi risiko kerja sangatlah besar.

​"Program ini memberikan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Tujuannya jelas, agar ketika terjadi risiko, ahli waris tidak jatuh dalam kesulitan ekonomi yang lebih dalam," jelas Melki.

​Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini dengan berkolaborasi bersama pemerintah kabupaten/kota di seluruh NTT.

​Apresiasi untuk Pemerintah Pusat dan BPJS
​Dalam kesempatan tersebut, Melki juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah pusat atas dukungan terhadap implementasi jaminan sosial di daerah. Ia juga mengapresiasi kinerja BPJS Ketenagakerjaan yang dinilai responsif dalam memproses hak para pekerja rentan.

​"Kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat memastikan program ini berjalan dengan baik. Harapannya, santunan dan jaminan pendidikan ini menjadi modal bagi masa depan anak-anak almarhum," pungkasnya.

​Di akhir pertemuan, Gubernur memberikan penguatan moril kepada Rita agar tetap tegar dalam membesarkan ketujuh anaknya, sembari memastikan bahwa hak-hak pendidikan anak-anaknya telah terjamin oleh sistem.


EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

Minggu, 29 Maret 2026

​Langkah Visioner PSMTI Kota Kupang: Menyatukan Energi Muda untuk Kejayaan Daerah

KUPANG – Sebuah energi baru terpancar dari Lantai 10 Hotel Harper Kupang pada Sabtu (28/3) malam. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang resmi menggebrak lewat gelaran Arisan Perdana, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga deklarasi semangat kaum muda Tionghoa untuk menjadi motor penggerak kemajuan di Nusa Tenggara Timur.

Bukan Sekadar Perkumpulan Biasa

​Di bawah kepemimpinan Dedy Andersen Gunawan Tanjung, PSMTI Kota Kupang menegaskan wajah barunya: sebuah organisasi yang progresif, inklusif, dan peduli. Dalam sambutannya yang penuh semangat, Dedy menekankan bahwa PSMTI kini berfokus pada pengabdian nyata, terutama sebagai mitra strategis pemerintah dalam aksi kemanusiaan.

​"Kami tidak ingin sekadar berkumpul. PSMTI Kota Kupang hadir untuk bergandengan tangan dengan pemerintah, siap menjadi garda terdepan dalam respons bencana dan penanganan isu sosial. Ini adalah wadah pengabdian nyata kami untuk kota tercinta," tegas Dedy.

Apresiasi Wali Kota: Kekuatan Ekonomi di Tangan Anak Muda

​Hadirnya Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan bobot tersendiri bagi acara ini. Menariknya, sang Wali Kota tidak hanya hadir sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai anggota aktif PSMTI. Beliau memuji komposisi pengurus dan anggota yang didominasi oleh pengusaha-pengusaha muda produktif.

​Menurut dr. Christian, dominasi anak muda di PSMTI adalah aset berharga bagi akselerasi pembangunan Kota Kupang. Semangat kewirausahaan yang mereka miliki diharapkan dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat luas.

Dukungan Tokoh Lintas Sektor

​Dukungan terhadap visi baru PSMTI ini pun mengalir deras dari berbagai tokoh penting yang hadir, antara lain:

  • Ir. Abraham Paul Liyanto (Senator RI)
  • Alain Niti Susanto (Ketua DPD Golkar NTT)
  • Bobby Lianto, MBA, MM (Tokoh Masyarakat)

​Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mempertegas posisi PSMTI Kota Kupang sebagai organisasi yang memiliki pengaruh positif dan diterima luas oleh berbagai kalangan.

Sentuhan Modern dan Keakraban​Acara yang dimulai pukul 19.30 WITA ini juga menunjukkan sisi modernitas organisasi dengan penggunaan digital drawing untuk pengundian arisan. Sebanyak 24 anggota terpilih menjadi penerima putaran pertama, yang disambut dengan antusiasme tinggi.

​Kemeriahan malam itu ditutup dengan sesi doa bersama yang khidmat dan ramah tamah yang hangat, mencerminkan soliditas yang kuat di antara para anggota. Dengan langkah perdana yang solid ini, PSMTI Kota Kupang optimistis dapat terus merangkul lebih banyak kaum muda untuk berkontribusi bagi masa depan ekonomi dan sosial di NTT.

Tentang PSMTI Kota Kupang:

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang adalah organisasi sosial yang bertujuan mempererat persaudaraan antarwarga Tionghoa dan berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial-ekonomi di Kota Kupang.

Kontak Media:

Sekretariat PSMTI Kota Kupang

Email: psmtikotakupang@gmail.com

Gubernur Melki Takjub! Nono Bocah NTT Juara Dunia Incar Kursi Ahli Nuklir

KUPANG, Pena Indonesia – Ada mimpi besar yang sedang tumbuh di sebuah rumah sederhana di Desa Sonraen, Amarasi Selatan. Bukan sekadar mimpi biasa, tapi mimpi yang mampu mengguncang dunia sains.


​Kamis (26/3/2026) sore, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berkesempatan "sowan" ke kediaman Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau yang akrab disapa Nono. Di sela agenda Panen Raya Jagung, Melki sengaja meluangkan waktu untuk memberikan apresiasi langsung kepada sang penakluk dunia tersebut.

Genius dari Pelosok NTT

Nono bukanlah nama baru. Koleksi tiga gelar juara dunia di ajang International Abacus World Competition (Olimpiade Sempoa Dunia) telah menasbihkan dirinya sebagai salah satu otak paling cemerlang yang pernah lahir dari bumi Flobamora.

​"Nono adalah bukti nyata bahwa dari Amarasi Selatan bisa lahir juara dunia. Ini harus menjadi virus positif bagi seluruh anak-anak di NTT," ujar Gubernur Melki dengan nada bangga.


Target: Ahli Nuklir!

Namun, yang membuat suasana bincang santai itu semakin hidup adalah saat Nono mengungkapkan cita-citanya. Di usianya yang baru menginjak kelas 5 SD, Nono tidak main-main dengan masa depannya.

"Nono ingin jadi ahli nuklir," cetusnya penuh percaya diri di hadapan Sang Gubernur.

​Ambisi ini sejalan dengan tradisi akademik di keluarganya; salah satu kakak Nono bahkan kini tengah menempuh pendidikan kedokteran dan farmasi di Tiongkok. Sebuah potret keluarga yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama di tengah tantangan hidup di pedesaan.

Menyerap Aspirasi di Tengah Prestasi

Kunjungan ini juga dimanfaatkan warga dan keluarga Nono untuk menyampaikan "curhatan" kepada pemerintah. Di balik gemerlap trofi sang juara, warga Sonraen ternyata masih berjibaku dengan urusan dasar: Air bersih dan infrastruktur.

​Warga mengaku masih harus bergantung pada air tangki yang menguras kantong untuk kebutuhan harian. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki langsung memberikan instruksi kepada jajaran kepala dinas yang mendampinginya untuk segera memetakan solusi, termasuk bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan jalan.

​Kisah Nono adalah pengingat keras: Prestasi dunia bisa lahir dari mana saja, tapi perhatian pemerintah adalah oksigen yang menjaga mimpi-mimpi itu tetap menyala.


Editor: LL//gpi

Reporter: Agustin Luju

Sumber: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

Sabtu, 28 Maret 2026

Buka Belajaraya 2026, Sekda Kupang: Apa Gunanya Nilai Tinggi Kalau Karakter Anak Kosong?

KUPANG, PENA INDONESIA – Pendidikan bukan hanya soal deretan angka di atas kertas rapor, tapi tentang apa yang dilakukan anak saat kaki mereka melangkah keluar dari gerbang sekolah. Pesan kuat inilah yang ditekankan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, saat membuka ajang Belajaraya Kota Kupang 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (28/3).

​Jeffry menegaskan bahwa kecerdasan intelektual tanpa pondasi karakter yang kokoh akan rapuh diterjang zaman. Menurutnya, waktu belajar formal di kelas sangat terbatas, sementara pengaruh lingkungan luar jauh lebih dominan dalam membentuk jati diri seorang anak.

​"Membentuk anak menjadi pintar saja itu mudah, tapi membentuk karakter saat mereka berinteraksi di masyarakat itu tantangannya. Karena sebagian besar waktu mereka habis di luar kelas, kolaborasi semua pihak jadi harga mati," tegas Jeffry.

​Belajar dari Pengalaman, Bukan Hanya Teori
​Bernada nostalgia namun inspiratif, Sekda Jeffry berbagi kisah pribadi bahwa kematangan diri yang ia miliki saat ini justru banyak ditempa dari organisasi dan interaksi sosial, bukan sekadar duduk diam di bangku sekolah.

​Ia mengingatkan, di era teknologi yang serba cepat, anak-anak Kupang menghadapi risiko besar jika tidak memiliki "penyaring" mental yang kuat. Tanpa bimbingan bersama antara sekolah, keluarga, dan komunitas, kemudahan informasi justru bisa menjadi bumerang yang merusak nilai-nilai kemanusiaan.

Target Nyata: Mandiri dan Berguna
​Pemerintah Kota Kupang berharap output pendidikan tidak lagi terjebak pada simbol-simbol akademis. "Kita ingin anak-anak yang mandiri, berkarakter, dan kehadirannya terasa manfaatnya bagi sesama," tambahnya.
​Jeffry juga menekankan agar kegiatan Belajaraya ini tidak berhenti sebagai acara kumpul-kumpul rutin saja. Ia ingin momentum ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi antar penggiat pendidikan di Kota Kupang.

Gerakan Kolaborasi SMSG
​Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Umum Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Adelia Anri Fanbela, menjelaskan bahwa gerakan yang digagas oleh Najwa Shihab sejak 2016 ini memang bertujuan meruntuhkan sekat-sekat dalam dunia pendidikan.

​Belajaraya Kupang merupakan bagian dari rangkaian roadshow nasional yang akan berpuncak pada 2 Mei 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Adelia mengajak seluruh komunitas di Kupang untuk berhenti berjalan sendiri-sendiri.

​"Kemajuan pendidikan hanya bisa dicapai kalau kita kerja bareng lintas sektor," tutup Adelia.

Editor: DWN//gpi
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang

Bicara di Kompas TV, Gubernur Melki Sebut NTT Mart Solusi Pangkas Defisit Perdagangan Rp51 Triliun

​KUPANG, PENA INDONESIA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui brand NTT Mart. Terobosan yang digagas di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena ini terbukti menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus solusi konkret bagi persoalan klasik pemasaran produk UMKM/IKM.

​Dalam wawancara eksklusif di program Jurnal Nusantara Kompas TV, Jumat (27/3/2026), Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa NTT Mart hadir bukan sekadar gerai toko, melainkan representasi jati diri NTT yang dikemas secara elegan dan modern.

Memangkas Defisit, Membuka Pasar Konvensional
​Gubernur Melki mengungkapkan latar belakang krusial di balik lahirnya NTT Mart. Berdasarkan data, NTT mengalami defisit perdagangan yang sangat besar, mencapai angka Rp51 triliun. Mirisnya, kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner dan produk-produk harian yang sebenarnya bisa diproduksi secara lokal namun selama ini justru didatangkan dari luar daerah.

​“Kami melihat produk UMKM/IKM di seluruh NTT sering kesulitan menembus pasar. Selama ini mereka hanya menjual antar-orang atau kelompok. Jarang sekali bisa masuk ke pasar konvensional atau toko modern. NTT Mart hadir untuk memutus rantai kendala itu,” ujar Melki langsung dari Gerai NTT Mart Jl. Palapa, Kupang.

Loncatan Ekonomi: Dari 3,73% ke 5,14%
​Sejak diluncurkan pada 12 Agustus 2025 lalu, dampak ekonomi NTT Mart mulai terlihat pada angka makro daerah. Berdasarkan data terbaru:

​1. Pertumbuhan Ekonomi NTT: Melonjak dari 3,73% menjadi 5,14%.

2. ​Sektor Industri Pengolahan: Mengalami kenaikan signifikan di atas 20%.

3. ​Kesejahteraan: Berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan PAD.

​Gubernur menambahkan, di gerai pertama Kota Kupang saja, modal awal sebesar Rp160 juta telah menghasilkan perputaran uang hampir dua kali lipat. Hal ini memberikan kepastian bagi perajin dan pelaku usaha untuk berproduksi secara rutin tanpa rasa khawatir produk mereka tidak terserap pasar.

Strategi "Tiga Kaki" untuk Keberlanjutan
​Guna menjaga stabilitas pasokan produk di 22 kabupaten/kota, Pemprov NTT menerapkan strategi Tiga Kaki melalui program pemberdayaan berbasis komunitas:

​One Village One Product: Setiap desa/kelurahan wajib memiliki minimal satu produk unggulan.

​One School One Product: Mendorong sekolah (SMA/SMK/SLB) menghasilkan karya kreatif yang bernilai jual.

​One Community One Product: Melibatkan komunitas lintas agama (Gereja/Masjid) dan organisasi masyarakat.

Ekspansi Digital dan Diaspora
​Kesuksesan model bisnis ini menarik perhatian nasional. Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, bahkan menyebut NTT Mart sebagai model perlakuan khusus yang ideal bagi UMKM. Saat ini, permintaan untuk membuka gerai NTT Mart mulai berdatangan dari diaspora di Bali, Jakarta, Surabaya, hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, dan Eropa.

​Untuk merespons tren tersebut, Pemprov NTT sedang menyiapkan langkah ekspansi ke ranah digital melalui platform e-commerce bekerja sama dengan Bank NTT.

​"Prinsipnya, kami ingin menampilkan jati diri NTT yang elegan dan mudah diterima. Jika UMKM maju, daerah pasti maju," pungkas Gubernur Melki.

Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Warga Kupang Darurat Medis? Tenang, dr. Christian Widodo Siapkan Armada Tempur Baru 24 Jam!

KUPANG, PENA INDONESIA –   Sabtu, 28 Maret 2026. Respons cepat terhadap kebutuhan kesehatan warga Kota Kupang kini memasuki babak baru. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi memperkuat barisan pelayanan publik dengan menghadirkan tambahan "armada tempur" medis berupa Ambulance Rescue yang siap beroperasi penuh selama 24 jam tanpa biaya (gratis).

​Langkah taktis ini diambil bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata dari konsistensi dr. Christian dalam mengintegrasikan kepedulian sosial ke dalam kebijakan strategis pemerintah daerah. Sebagaimana diketahui, layanan ambulance gratis ini telah menjadi program unggulan yang terus dijalankan secara mandiri bahkan jauh sebelum beliau mengemban amanah sebagai Wali Kota.

​"Kesehatan warga tidak boleh menunggu. Tidak boleh ada satu pun warga Kupang yang terhambat mendapatkan pertolongan darurat hanya karena masalah biaya transportasi atau administrasi yang berbelit," tegas dr. Christian dalam keterangannya.

Apa Saja Keunggulan Armada Baru Ini?

Penambahan armada ini dirancang untuk memastikan response time (waktu tanggap) penanganan pasien di lapangan semakin singkat. Warga dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk:

  1. Layanan Jemput Pasien: Penjemputan dari rumah menuju Rumah Sakit terdekat.
  2. Layanan Jenazah: Pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
  3. Layanan Darurat: Penanganan cepat di lokasi kecelakaan atau situasi gawat darurat lainnya.

​Dengan operasional non-stop 24 jam, kehadiran armada ini diharapkan menjadi jawaban atas kekhawatiran warga saat menghadapi situasi kritis di jam-jam sulit. Ini adalah bukti bahwa janji politik mengenai perbaikan layanan kesehatan bukan hanya jargon, melainkan aksi yang bisa dirasakan langsung manfaatnya.

​Bagi warga Kota Kupang yang membutuhkan bantuan darurat, pusat kendali operasional telah disiagakan untuk menerima panggilan dan mengarahkan armada terdekat ke lokasi tujuan.

Penulis: TEAM REDAKSI GARIS PENA INDONESIA

Jumat, 27 Maret 2026

Jagung Amarasi Tembus Rp6.400/Kg, Gubernur Melki: Wajib Diolah dan Dikemas!

KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, membawa semangat baru bagi petani di Amarasi Selatan. Bukan lagi soal menanam semata, namun fokus pada peningkatan kesejahteraan melalui pengolahan pasca-panen. Hal ini ditegaskannya saat menghadiri Panen Raya Jagung Kelompok Tani Nonotasi di Kelurahan Buraen, Kamis (26/3/2026).

​Bersama Bupati Kupang Yosef Lede, Gubernur memanen jagung di lahan 5 hektar yang menjadi motor penggerak ekonomi warga setempat.

Poin Strategis & Komitmen Gubernur:

​• Amanat Presiden: Melki menegaskan swasembada pangan adalah prioritas nasional yang harus diwujudkan di tanah NTT yang subur.

​Naik Kelas Lewat Hilirisasi: Petani didorong untuk tidak langsung menjual jagung mentah. "Harus diolah dan dikemas agar punya nilai jual tinggi," tegasnya.

​• Fasilitas Pasar: Pemerintah menjamin distribusi melalui NTT Mart dan kios binaan bagi produk yang sudah terstandarisasi.

​• Infrastruktur Air: Tiga bendungan besar di Kabupaten Kupang harus dioptimalkan sebagai sumber kekuatan produksi tani.

​"Pesan Gubernur El Tari tetap kita pegang: Tanam, tanam, sekali lagi tanam! Namun kini kita tingkatkan menjadi Tapa Oke Ju! (Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual)," ujar Melki penuh optimisme.

Solusi Cepat Pemkab Kupang:
​Bupati Yosef Lede merespons kebutuhan lapangan dengan langkah taktis:

1. ​Harga Terjamin: Instruksi langsung kepada Dinas Pertanian agar Bulog menyerap jagung rakyat seharga Rp6.400/kg.

2. ​Eksekusi Embung: Menanggapi keluhan Ketua Poktan Monico Tnunay soal lahan kering, Bupati memastikan alat berat turun minggu depan untuk membangun embung mini di lokasi yang sudah disiapkan warga.

​Kolaborasi antara semangat petani, dukungan TNI/Polri, dan kebijakan hilirisasi pemerintah menjadi kunci utama bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Kupang dan ketahanan pangan NTT.

EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

Melki Laka Lena Tantang UNPAR: Jangan Hanya Teori, NTT Butuh Dokter dan Kedaulatan Energi!

KUPANG, PENA INDONESIA– Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa NTT bukan lagi sekadar objek studi atau pasar pendidikan. Dalam audiensi bersama Centre for Human Development and Social Justice (CHuDS) LPPM Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) di ruang kerjanya, Kamis (26/3), Melki menuntut kolaborasi nyata yang langsung menyentuh titik nadi masalah NTT: Krisis Tenaga Medis dan Kedaulatan Geotermal.

Pendidikan Bukan Sekadar Rekrutmen Mahasiswa
Merespons tawaran Willfridus Siga (UNPAR) mengenai Fakultas Kedokteran mereka yang memasuki tahun keempat, Gubernur Melki langsung memotong kompas. Baginya, urgensi NTT adalah kekurangan dokter spesialis dan tenaga kesehatan di wilayah pesisir yang masih memprihatinkan.

​Melki menekankan bahwa kerja sama dengan UNPAR harus memastikan anak-anak asli dari pelosok NTT mendapatkan akses, bukan sekadar menjadi target sosialisasi lulusan SMA. "Kita butuh dokter yang mau turun ke lapangan, dan kita butuh sistem yang memberikan kesempatan bagi putra daerah untuk memimpin perubahan di tanahnya sendiri," tegasnya.

Geotermal Flores: Jangan Abaikan Rakyat!
Provokasi positif muncul saat diskusi bergeser ke isu Geotermal di Flores. Di hadapan tim CHuDS (Mangadar Situmorang dkk), Gubernur mengingatkan bahwa energi bersih adalah masa depan, namun tidak boleh dibangun di atas air mata masyarakat.

​Melki memberikan "lima syarat mati" bagi pengembangan geotermal yang harus dikawal dalam FGD mendatang:

1. ​Teknis Pertambangan yang mumpuni.
​2. Lingkungan yang tetap terjaga.
3. ​CSR yang tepat sasaran.
4. ​Skema Bagi Hasil yang adil bagi daerah.
5. ​Keamanan sosial masyarakat.

​"Saya minta FGD ini jangan eksklusif. Libatkan Undana dan kampus lokal. Jangan biarkan masyarakat NTT hanya jadi penonton saat tanah mereka menghasilkan energi bagi dunia. Masyarakat harus jadi pelaku utama, bukan sekadar pelengkap penderita," ujar Melki dengan nada lugas.

Siapkan SDM atau Tertinggal
Gubernur menutup pertemuan dengan pesan keras: Kolaborasi dengan perguruan tinggi adalah kunci, tapi kualitas adalah harga mati. NTT sedang melakukan transisi energi besar-besaran dan pembenahan sektor kesehatan; jika kampus tidak sanggup menyiapkan SDM yang unggul dan siap pakai, maka kolaborasi hanyalah tumpukan kertas dokumen semata.

Penulis: Fara Therik
Foto: Librik Abineno
Editor: LL//gpi
Sumber: biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

Kamis, 26 Maret 2026

Trans Timor Lumpuh Total! Wagub NTT Pacu Pengerjaan Jembatan Darurat 5 Hari Jadi

KUPANG, PENA INDONESIA– Putusnya urat nadi transportasi di Pulau Timor akibat ambruknya Jembatan Asam Tiga, Oelamasi, langsung direspon cepat Pemerintah Provinsi NTT. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menginstruksikan pembukaan jalur alternatif dan pembangunan jembatan darurat rampung dalam waktu maksimal lima hari.

​"Ini jalur vital. Menghubungkan Kupang hingga Timor Leste. Negara harus hadir cepat. Saya minta penanganan darurat segera tuntas agar mobilitas warga tidak lumpuh total," tegas Johni saat meninjau lokasi di Kilometer 38, Kamis (26/3).

Penanganan Teknis di Lapangan
​Kondisi jembatan saat ini dilaporkan rusak parah dan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, mengungkapkan ambruknya struktur diduga kuat akibat pergeseran pondasi.

​Sebagai langkah taktis, dua skema disiapkan:

1. ​Metode Cross Way: Pembukaan jalur alternatif tepat di sisi jembatan.

2. ​Jembatan Darurat: Pembangunan struktur sementara di sisi hilir.

​"Alat berat sudah dikerahkan. Kondisi tanah di lokasi memungkinkan untuk penanganan cepat, kami targetkan segera fungsional," jelas Janto.

Ancaman Krisis Air Bersih
​Selain akses jalan, dampak kerusakan meluas ke infrastruktur air. Ditemukan pipa distribusi utama yang patah di lokasi kejadian. Jika tidak segera ditangani, hal ini dipastikan bakal mengganggu pasokan air bersih bagi warga di wilayah Oelamasi dan sekitarnya.

Pantauan Jalur Alternatif
​Sebelum jembatan darurat rampung, warga saat ini terpaksa menggunakan jalur alternatif Desa Nunkurus. Namun, Wagub mengingatkan bahwa jalur tersebut hanya mampu menampung kendaraan roda dua dan kendaraan kecil (roda empat) karena keterbatasan kapasitas jembatan kayu tua di rute tersebut.

​Apresiasi juga diberikan kepada personel Polres Kupang dan Brigif 21 Komodo yang telah bersiaga di lokasi sejak kerusakan mulai terlihat pada Rabu (25/3) sore.

Perencanaan Permanen
​Mengingat statusnya sebagai jalan nasional, Pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk perencanaan ulang pembangunan jembatan permanen. Fokus jangka pendek tetap pada pemulihan akses darurat demi menjamin arus logistik dan manusia tetap mengalir.

EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

​Bukan Sekadar Gelar, 489 Lulusan Unwira Kupang Ditantang Jadi Solusi Nyata di Masyarakat

KUPANG, PENA INDONESIA – Aula St. Maria Immaculata mendadak riuh. Sebanyak 489 wisudawan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang resmi dilepas dalam Rapat Senat Luar Biasa, Rabu (25/3/2026) pagi. Namun, momen ini bukan sekadar seremoni pindah kuncir; ini adalah titik start menuju "kampus kehidupan" yang sesungguhnya.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung di tengah para wisudawan, menitipkan pesan kuat. Baginya, lulusan Unwira punya modal besar, terutama dengan jejaring global Serikat Sabda Allah (SVD) yang menaungi kampus ini.

​"Lulusan Unwira jangan hanya jadi pencari kerja (job seeker). Kalian harus mampu jadi pencipta lapangan kerja (job creator) dan mengoptimalkan potensi daerah kita," tegas Melki.

​Ia mengingatkan bahwa dunia luar bergerak sangat dinamis. Ilmu yang didapat di bangku kuliah harus diaktualisasikan agar menjadi solusi bagi tantangan pembangunan di NTT, bukan malah menambah daftar pengangguran intelektual. 

​Filosofi "3T" dari Sang Rektor
​Di panggung yang sama, Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., memberikan "bekal" batin yang sangat relevan bagi generasi z dan milenial saat ini. Ia memperkenalkan prinsip 3T: Tahu Diri, Tahu Waktu, dan Tahu Tempat.

1. ​Tahu Diri: Mengenali potensi dan keterbatasan agar tidak cepat puas dan terus belajar.

2. ​Tahu Waktu: Adaptif terhadap perubahan zaman yang serba digital dan cepat.

3. ​Tahu Tempat: Bijak memposisikan diri dan hadir sebagai pembawa damai di tengah masyarakat.

​"Jadilah pribadi yang membawa solusi, bukan masalah. Jaga integritas dan etika di mana pun kalian ditempatkan," pesan Pater Stefanus dengan nada kebapakan.

​Prestasi yang Kompetitif
​Unwira membuktikan kualitasnya bukan kaleng-kaleng. Dari ratusan lulusan tersebut, lebih dari 50 persen berhasil lulus tepat waktu (7 semester untuk S1 dan 3 semester untuk S2). Bahkan, 229 di antaranya menyabet predikat Cum Laude.

​Kabar baik lainnya, Program Studi Ilmu Komunikasi Unwira kini telah mengantongi akreditasi "Unggul"—menjadi prodi pertama di kampus tersebut dengan status tersebut. Selain itu, Unwira juga memperlebar sayap akademik dengan membuka Program Magister (S2) Hukum.

​Wisuda angkatan ke-45 (Pascasarjana) dan ke-74 (Sarjana) ini menjadi bukti bahwa Unwira terus bertransformasi menjadi komunitas ilmiah yang berakar pada budaya lokal namun tetap berwawasan global.

​Kini, bola ada di tangan para wisudawan: apakah akan sekadar menyimpan ijazah di lemari, atau terjun ke lapangan untuk membangun NTT?

editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan setda prov NTT

Menanti Wajah Baru Wisata Rote: Kemewahan NIHI Sumba Segera Hadir di Pulau Terselatan NKRI

KUPANG, PENA INDONESIA – Nama besar NIHI Sumba sebagai salah satu resor terbaik dunia bakal segera merambah Pulau Rote. Rencana ekspansi ini terungkap dalam audiensi CEO sekaligus Co-founder NIHI Sumba, James McBride, bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (25/3/2026).

​Kepada Gubernur Melki, James memaparkan potensi besar Pulau Rote yang memiliki panorama bahari eksotis, tidak kalah menarik dibanding Sumba. Namun, ia tak menampik adanya tantangan besar di lapangan: aksesibilitas.

​"Kami berencana membangun destinasi wisata premium di Rote. Namun, kendala utamanya adalah infrastruktur jalan yang belum memadai dan minimnya penerbangan langsung ke lokasi," ujar James di hadapan Gubernur dan jajaran OPD teknis.

​Selain membangun resor, NIHI juga berkomitmen meningkatkan kualitas SDM lokal melalui rencana pembangunan akademi perhotelan di Rote. Langkah ini diambil agar warga lokal tidak hanya jadi penonton, tapi menjadi tenaga kerja siap pakai yang kompeten di industri pariwisata kelas dunia.

​Menanggapi hal itu, Gubernur Melki langsung memberikan respons taktis. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin rencana investasi besar ini terhambat oleh masalah klasik birokrasi atau fasilitas yang tertunda.

​"Akses jalan menuju lokasi resor akan segera diidentifikasi melalui Dinas PUPR untuk masuk dalam penganggaran. Ini langkah nyata kita untuk membenahi pariwisata NTT," tegas Melki.

​Tak hanya urusan jalan, Gubernur juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama berkomunikasi langsung dengan pihak maskapai untuk menambah frekuensi dan konektivitas udara ke destinasi-destinasi unggulan.
​Untuk diketahui, NIHI Sumba selama ini telah menjadi magnet pariwisata premium NTT yang mendunia. Resor yang dijuluki “Edge of Wildness” ini dikenal lewat perpaduan kemewahan eksklusif dengan alam liar Sumba Barat yang autentik. Kehadiran NIHI di Rote diharapkan mampu mendongkrak ekonomi wilayah tersebut secara berkelanjutan.

​Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut, Plh. Sekda NTT Flouri Rita Wuisan, Kadis Pariwisata dan Ekraf Doris Rihi, serta Kadis PUPR Benyamin Nahak.

Rabu, 25 Maret 2026

Gubernur NTT Ultimatum Kepala Sekolah: Dua Tahun Tanpa Kinerja, Siap-Siap Dievaluasi.

KUPANG, Pena Indonesia – Aura pembaruan menyelimuti Aula Utama El Tari, Rabu (25/3/2026) sore. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Namun, seremoni kali ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah "mandat tempur" bagi para nakhoda pendidikan di Bumi Flobamora.

​Dalam pidatonya yang lugas, Gubernur Melki menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah zona nyaman struktural, melainkan garda terdepan pembentuk karakter generasi bangsa. Ia menuntut adanya pergeseran paradigma besar-besaran di lingkungan satuan pendidikan. 

Kepemimpinan Berbasis Kinerja: No Result, No Position
​Melki Laka Lena menekankan bahwa infrastruktur mewah dan kurikulum canggih akan menjadi sia-sia tanpa kepemimpinan yang kuat. Ia tak ingin lagi melihat kepala sekolah yang hanya duduk di belakang meja mengurus tumpukan kertas administratif.

​“Kepala Sekolah tidak cukup hanya menjadi administrator. Bapak dan Ibu harus menjadi pemimpin pembelajaran yang memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, relevan, dan berorientasi pada mutu!” tegas Melki dengan nada bertenaga.

Ia pun memberikan "warning" keras: kepemimpinan harus berbasis kinerja yang terukur. Peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, hingga penurunan angka putus sekolah menjadi rapor utama yang akan dievaluasi. Tak main-main, Gubernur menginstruksikan penandatanganan Pakta Integritas. Dua tahun tanpa progres nyata, evaluasi jabatan menanti. 

Inovasi OSOP dan Tantangan Zaman
​Menanggapi ketimpangan literasi dan numerasi yang masih membayangi NTT, Gubernur mendorong optimalisasi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai kompas kebijakan sekolah. Tak hanya soal teori, Melki juga memacu program One School One Product (OSOP).

​“Melalui OSOP, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar mencipta, memproduksi, dan memahami nilai ekonomi dari hasil karya mereka,” jelasnya. Hal ini diperkuat dengan penguatan teaching factory pada SMK agar lulusan NTT benar-benar "siap pakai" di dunia industri atau menembus sekolah kedinasan dan TNI/Polri.

​Integritas Sebagai Harga Mati
​Menutup arahannya, politisi yang dikenal visioner ini mengingatkan soal transparansi anggaran. Baginya, integritas adalah fondasi yang tidak bisa ditawar.

​“Kepala Sekolah adalah amanah publik. Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan peserta didik maupun masyarakat,” pungkasnya.

​Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh. Sekda Flouri Rita Wuisan, jajaran Forkopimda, serta anggota DPRD NTT. Sebuah langkah awal yang diharapkan menjadi daya ledak baru bagi kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

​#AyoBangunNTT

Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT

NTT Menjawab Ambisi Prabowo: Menjadi 'Mesin Utama' Transisi Energi 100 GW Nasional

KUPANG, PENA INDONESIA– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam akselerasi transisi energi nasional. Langkah ini merupakan respons konkret terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW) guna mencapai kemandirian energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).


​Komitmen tersebut ditegaskan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memimpin pertemuan strategis bersama General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, serta akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/3/2026).

​Mengubah Potensi Menjadi Mandat Nasional

​Gubernur Melki menekankan bahwa kebijakan transisi energi dari fosil ke energi bersih bukan sekadar wacana lingkungan, melainkan instrumen vital bagi kedaulatan ekonomi. NTT, dengan karakteristik geografisnya, memiliki modalitas besar untuk menyokong target ambisius tersebut.

​"Kebijakan Presiden Prabowo adalah kompas strategis menuju efisiensi energi nasional. Kami di daerah tidak hanya siap mendukung, tapi siap mengeksekusi langkah-langkah konkret agar implementasi EBT di NTT berjalan efektif dan berkelanjutan," tegas Gubernur Melki.


​Kolaborasi Lintas Sektor: Sains dan Infrastruktur

​Pertemuan tersebut juga membedah pemetaan potensi energi terbarukan di bumi Flobamora secara komprehensif. Melibatkan Dekan Fakultas Sains dan Teknik Undana, Prof. Philiphi de Rozari, Pemprov NTT berupaya memastikan bahwa pengembangan infrastruktur energi ini berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

​Data hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi landasan teknis dalam:

  • ​Penyusunan regulasi daerah terkait sektor ketenagalistrikan berbasis EBT.
  • ​Integrasi kurikulum pendidikan tinggi untuk mencetak tenaga ahli lokal di bidang energi hijau.
  • ​Identifikasi proyek eksisting dan rencana pengembangan jangka panjang yang terukur.

​Komitmen PLN dan Proyek Percontohan

​General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyambut positif sinkronisasi kebijakan ini. Menurutnya, agenda kemandirian energi nasional adalah momentum emas untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah NTT yang selama ini masih bergantung pada sumber daya konvensional.

​Sebagai langkah awal, PLN bersama Pemerintah Provinsi akan segera menetapkan sejumlah lokasi prioritas sebagai proyek percontohan (pilot project). Lokasi-lokasi ini akan menjadi model pengembangan energi terintegrasi yang nantinya dapat direplikasi di seluruh kabupaten/kota di NTT.

​Melalui sinergi antara pemerintah, operator listrik negara, dan akademisi, transisi energi di NTT diharapkan tidak hanya menerangi rumah-rumah penduduk, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui ketersediaan energi yang murah, bersih, dan melimpah.


Editor: LL//gpi

Sumber: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT

Selasa, 24 Maret 2026

Misteri Absennya Saksi Kunci: Ada Apa dengan Polda NTT?


KUPANG, PENA INDONESIA– Sebuah tanda tanya besar kini menggantung di langit penegakan hukum Nusa Tenggara Timur. Rekonstruksi kasus pembunuhan Luki dan Delfi yang seharusnya menjadi panggung terang benderang bagi keadilan, justru menyisakan kabut tebal. Absennya saksi kunci berinisial SD dalam proses krusial tersebut memicu gelombang kritik tajam terhadap profesionalisme Polda NTT.

Ironi Penegakan Hukum: "Mudah Dicari, Sulit Dihadirkan"

​Andhy Sanjaya, dalam kritikan pedasnya, menyentuh titik paling sensitif dari perkara ini: Transparansi. Publik disuguhi sebuah ironi yang menyesakkan dada. Bagaimana mungkin seorang saksi yang begitu mudah "ditemukan" dan ditangkap dalam perkara lain, justru mendadak "gaib" dan gagal dihadirkan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang jauh lebih serius?

​"Jika keadilan adalah sebuah bangunan, maka kesaksian adalah fondasinya. Ketika satu batu kunci sengaja dihilangkan, runtuhlah seluruh konstruksi kebenaran tersebut."


Standar Ganda dan Kepercayaan yang Tergerus

​Rekonstruksi bukanlah sekadar formalitas di atas kertas atau seremoni tanpa makna. Ia adalah sarana untuk menguji kejujuran fakta di lapangan. Ketidakhadiran saksi SD bukan hanya melemahkan proses pembuktian, tetapi juga menciptakan celah lebar bagi keraguan publik.

​Muncul persepsi yang menyakitkan: Apakah ada standar ganda dalam penegakan hukum di NTT? Mengapa kepolisian tampak begitu tangkas di satu sisi, namun terkesan "lunglai" di sisi lain ketika menyangkut pengungkapan tabir kematian Luki dan Delfi?

Poin-Poin Kritikan Tajam untuk Polda NTT:

  • Hilangnya Akuntabilitas: Kegagalan menghadirkan saksi SD mencerminkan rendahnya tanggung jawab penyidik dalam menyusun konstruksi fakta yang utuh.
  • Ancaman terhadap Marwah Institusi: Jika kontradiksi ini tidak dijelaskan secara rasional dan terbuka, kepercayaan masyarakat terhadap Polda NTT berada di ambang kebangkrutan.
  • Keadilan yang Setengah Hati: Dalam negara hukum, keadilan tidak hanya dinilai dari ketok palu hakim di akhir sidang, tetapi dari setiap jengkal proses yang transparan dan dapat diuji oleh publik.

​Polda NTT kini berutang penjelasan. Publik tidak butuh retorika; publik butuh kejujuran. Karena pada akhirnya, nyawa manusia yang hilang tidak boleh sekadar menjadi angka dalam arsip yang berdebu.

Sabtu, 21 Maret 2026

Gubernur Melki Kunjungi Pimpinan Forkopimda NTT dalam Rangka Halal Bihalal Idul Fitri

KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menggelar kunjungan silaturahmi ke sejumlah pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh agama di Kota Kupang, Sabtu (21/3/2026).

​Kegiatan Halal Bihalal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi di wilayah NTT.

Rangkaian Kunjungan
​Dalam agenda tersebut, Gubernur Melki mengunjungi beberapa kediaman tokoh penting, di antaranya:
1. ​Danlanud El Tari, Marsma TNI Somad.
2. ​Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko.
3. ​Ketua MUI NTT, H. Muhammad S. Wongso.
​4. Anggota DPRD Provinsi NTT, H. Mohammad Ansor.

Penguatan Sinergi Daerah
​Gubernur Melki menyatakan bahwa momentum Idul Fitri merupakan landasan moral untuk mempererat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan unsur Forkopimda. Menurutnya, hubungan yang harmonis sangat diperlukan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
​"Semangat saling memaafkan dan membangun kepercayaan adalah kunci agar koordinasi di lapangan berjalan efektif. Kami berharap komitmen bersama ini terus terjaga untuk menjaga keamanan dan mempercepat pembangunan di NTT," ujar Melki.

Pejabat yang Mendampingi
​Sejumlah pejabat daerah turut hadir mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut, antara lain:
1. ​Flouri Rita Wuisan (Plh. Sekda Provinsi NTT).
2. ​Petrus Seran Tahuk (Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan).
​3. Yusuf Lery Rupidara (Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan).
4. ​Henderina Laiskodat (Staf Ahli Bidang Kesra).
​5. Yohanes Oktavianus (Asisten Administrasi Umum).
6. ​Noldy H. Pellokila (Kaban Kesbangpol).
​7. Ambrosius Kodo (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan).
8. ​Selfi H. Nange (Kabiro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan).

​Kegiatan berlangsung kondusif dan ditutup dengan sesi foto bersama di setiap kediaman yang dikunjungi.

EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT

Gebrakan Kupang Bertakbir Season 3: Cara Wali Kota Christian Widodo Menjaga Marwah Kota Toleran

KUPANG, PENA INDONESIA– Gema takbir yang membahana di sepanjang jalanan Kota Kupang pada Jumat (20/3) malam bukan sekadar ritual tahunan. Gelaran Kupang Bertakbir Season 3 tahun 2026 ini menjadi penegasan politik dan sosial dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bahwa toleransi di ibu kota NTT adalah harga mati yang harus terus dirawat dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika.

​Di hadapan ribuan warga yang memadati Bundaran Patung Tirosa, dr. Christian melontarkan pesan kuat mengenai makna perjalanan batin di balik kemeriahan pawai.

​"Bagi saya, malam bertakbir ini bukan hanya soal berpindah dari titik A ke titik B. Ini adalah perjalanan batin. Sebuah ekspresi iman yang bergerak dan mengisi ruang-ruang kota dengan pesan damai," tegas dr. Christian dengan lugas.

Keberagaman sebagai Kekuatan, Bukan Jarak
​Wali Kota Christian Widodo secara spesifik menyoroti fenomena unik yang terjadi selama acara: kehadiran paduan suara dari Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Kolhua yang melantunkan lagu bernuansa Islami di tengah acara Muslim. Baginya, ini adalah bukti bahwa perbedaan di Kupang justru menjadi jembatan, bukan penghalang.

​Ia mengibaratkan harmoni kota layaknya sebuah komposisi seni yang presisi.

​"Harmoni itu bukan berarti harus seragam. Kita tidak bisa menyeragamkan semua orang, tapi kita bisa hidup berdampingan dalam keseimbangan. Seperti nada dalam lagu atau warna dalam lukisan, perbedaan itulah yang menjadikan kita indah," jelasnya.

Aksi Nyata: Takbir dan 'Hampers' untuk Gereja
​Marwah Kupang sebagai kota toleran dibuktikan dengan tindakan konkret di lapangan. Sepanjang rute pawai, para peserta membagikan bingkisan (hampers) Idul Fitri kepada gereja-gereja yang mereka lalui. Praktik ini menjadi simbol kuat betapa cairnya hubungan antarumat beragama di bawah kepemimpinan dr. Christian.

​Wali Kota juga mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga ketertiban, termasuk tradisi unik warga non-Muslim yang ikut berburu takjil di sekitar rumah ibadah tanpa sedikit pun mengganggu kekhusyukan umat yang berpuasa.

​"Inilah kita. Kota Kupang adalah rumah bersama yang damai, inklusif, dan penuh kasih. Prestasi kita masuk 10 besar Indeks Kota Toleran nasional adalah hasil dari konsistensi kita semua dalam merawat harmoni ini," tambahnya.

Partisipasi Masif 5.000 Peserta
​Pawai yang dilepas oleh Pj. Gubernur NTT ini diikuti oleh sedikitnya 5.000 peserta. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Ketua MUI, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, hingga pimpinan ormas keagamaan menunjukkan soliditas kepemimpinan di Kota Kupang.

​Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, S.STP., M.M., menekankan bahwa tema "Kasih di Hari yang Fitri" tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Ia juga mengapresiasi peran pemuda lintas gereja yang turut memasang atribut ucapan selamat di berbagai titik kota.

​Menutup arahannya, dr. Christian Widodo secara resmi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Ia menitipkan pesan agar semangat kebersamaan ini tidak padam setelah pawai berakhir, melainkan terus menjadi jati diri warga Kupang.

EDITOR: DWN//gpi
SUMBER: Prokopim setda kota Kupang

Hanya Merah Putih di Tirosa: Melki Laka Lena Tegaskan NTT Rumah Besar Keberagaman

KUPANG, PENA INDONESIA – Bundaran Tirosa malam itu bukan sekadar titik kumpul massa. Di bawah pendar lampu kota, Jumat (20/3/2026), ribuan warga tumpah ruah merayakan kemenangan dalam bingkai Kupang Bertakbir Season III. Di sana, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menitipkan pesan kuat: NTT bukan sekadar provinsi, tapi rumah besar yang dibangun di atas fondasi toleransi yang tak tergoyahkan.

​"Pawai ini bukan hanya milik umat Islam. Ini adalah pesta keberagaman warga Kota Kupang dan NTT. Semangat kebersamaan inilah bahan bakar utama pembangunan daerah kita," tegas Melki Laka Lena saat membuka acara.

Tradisi Tahunan yang Mengakar
​Gubernur Melki secara eksplisit meminta agar Kupang Bertakbir tidak berhenti sebagai seremoni sesaat. Baginya, kegiatan yang diinisiasi generasi muda Islam ini telah menjadi kekayaan tradisi yang memperkuat khazanah inklusivitas di Bumi Flobamora.

​"Acara ini patut dibuat setiap tahun. Kita perkuat persatuan tanpa harus membedakan suku dan agama. Di sini, tidak boleh ada bendera lain yang berkibar selain Merah Putih," cetus politisi Golkar tersebut dengan nada lugas.

Simfoni Toleransi di Kota Kasih
​Ketajaman makna toleransi malam itu kian terasa saat panggung tidak hanya diisi oleh gema takbir. Kelompok Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN turut naik panggung, melantunkan lagu religi sebagai kado persaudaraan bagi umat Muslim yang merayakan Idulfitri.

​Ketua Panitia, Nauril Firdaus Baleti, menegaskan bahwa pesan yang dikirim dari jantung Kota Kupang sangat jelas: perdamaian. "Kita merajut perbedaan menjadi harmoni. Dari Kota Kasih, kita beri contoh untuk Indonesia," ujarnya.

Dukungan Nyata Pemerintah
​Meski sempat diterpa keraguan karena faktor cuaca, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT menjadi penentu terlaksananya acara ini. Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhamad MS, mengapresiasi keberpihakan Gubernur yang memastikan syiar kemenangan ini tetap bergema.

​"Dukungan Bapak Gubernur adalah bukti nyata bahwa beliau memandang NTT sebagai rumah bersama bagi seluruh umat beragama," ungkap H. Muhamad.

​Acara yang berlangsung tertib ini juga dihadiri jajaran Forkopimda NTT, pimpinan Ormas Islam (Muhammadiyah & NU), serta tokoh lintas agama. Sebuah potret nyata bahwa di NTT, perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk melangkah lebih jauh.

editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT
#AyoBangunNTT

Kamis, 19 Maret 2026

Spirit Vasudhaiva Kutumbakam: Ogoh-Ogoh Getarkan Jantung Kota Kupang

KUPANG, Pena Indonesia – Gemuruh suara gamelan Sekehe Gong Tat Twam Asi memecah keheningan di perempatan Catus Pata, Jalan El Tari, Rabu (18/3/2026). Ribuan umat Hindu Kota Kupang tumpah ruah, memadati pelataran depan Kantor Gubernur NTT untuk melaksanakan ritual Tawur Kasanga dan melepas pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

​Prosesi ritual yang berlangsung khidmat sejak tengah hari ini dipimpin oleh Ida Rsi Agung Nanda Wijaya Kusuma Manuaba. Di tengah teriknya matahari Timor, kekhusyukan umat tetap terjaga saat doa-doa dipanjatkan untuk menetralisir energi negatif alam semesta (Bhuana Agung) dan diri manusia (Bhuana Alit).

​Simbol Harmoni di Kota Kasih
​Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang hadir membuka acara secara resmi, memberikan analogi filosofis yang memukau warga. Ia mengibaratkan kehidupan beragama di Kupang seperti sebuah komposisi musik.

​"Ibarat untaian nada dalam musik, semua berbeda namun menjadi alunan yang indah karena harmoni. Begitu juga Nyepi, kita perlu jeda. Seperti ponsel yang butuh restart agar tidak hang, atau kalimat yang butuh spasi agar bermakna. Nyepi adalah 'spasi' bagi jiwa kita," ujar dr. Christian disambut riuh tepuk tangan.

​Senada dengan sang Wali Kota, Ketua Panitia Nyepi 2026, I Wayan Gede Astawa, menegaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”. Semangat ini dibuktikan dengan aksi sosial nyata sebelumnya, seperti pembagian takjil bagi jamaah Masjid Al-Fitrah Oesapa dan donor darah yang melibatkan lintas iman.

​Visualisasi 'Asura' dan Makna Nyomya
​Puncak yang dinantikan adalah kemunculan empat Ogoh-Ogoh raksasa dan beberapa Ogoh-Ogoh cilik. Wujud Asura (raksasa) yang menyeramkan merupakan representasi dari sifat buruk manusia: amarah, dengki, dan kerakusan.
​Tokoh Hindu Kupang, Rary Triguntara, menjelaskan bahwa pawai ini bukan sekadar tontonan budaya. "Ini adalah ritual Nyomya atau netralisasi. Kita memvisualisasikan sifat negatif dalam wujud Ogoh-Ogoh, mengaraknya, lalu menetralisirnya agar menjadi kekuatan positif sebelum memasuki Catur Brata Penyepian," jelas Alumni KMHDI NTT tersebut.

​Menuju Keheningan Total
​Meski bertepatan dengan libur panjang yang membuat sebagian umat mudik ke Bali, antusiasme tetap tinggi. Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk kontribusi dari Klasis Kota Kupang Timur yang mempertegas potret toleransi di NTT.

​Setelah kemeriahan parade seni dari siswa-siswi sekolah keagamaan Hindu dan ibu-ibu WHDI, umat kini bersiap memasuki puncak Nyepi pada Kamis (19/3). Selama 24 jam, Kota Kupang akan menyaksikan umat Hindu melaksanakan empat pantangan utama:
1. ​Amati Geni (Tanpa api/cahaya)
2. ​Amati Karya (Tanpa aktivitas fisik)
3. ​Amati Lelungaan (Tanpa bepergian)
4. ​Amati Lelanguan (Tanpa hiburan)

​Rangkaian suci ini akan ditutup dengan prosesi Ngembak Geni pada 20 Maret, di mana umat akan kembali bersosialisasi dengan semangat kesucian yang baru. Di atas kanvas Kota Kupang, perayaan ini telah melukiskan satu warna indah tentang persaudaraan yang melampaui sekat keyakinan.

​Laporan: Tim Pena Indonesia//LL
Foto: RyGun / HinduKupang.com

HUT ke-36 GMIT Kaisarea, Wali Kota Kupang Tekankan Pembangunan Karakter dan SDM

KUPANG, PENA INDONESIA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Jemaat GMIT Kaisarea di Gedung Ibadah BTN Kolhua, Selasa (17/3). Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memberikan dukungan anggaran sebesar Rp30 juta untuk pengembangan fasilitas kesehatan jemaat.

​Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jemaat GMIT Kaisarea dalam pembangunan Kota Kupang selama 36 tahun terakhir. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM).

​“Kemajuan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas hidup masyarakatnya. Jemaat Kaisarea telah memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan pelayanan yang sejalan dengan visi pembangunan kota,” ujar Christian.
​Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan karakter berbasis iman. Ia berharap lembaga keagamaan terus berperan aktif mencetak generasi yang unggul secara akademik namun tetap memiliki integritas moral yang kuat.

Dukungan Anggaran dan Fasilitas Kesehatan
Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan gereja, Wali Kota mengumumkan rencana pemberian bantuan sebesar Rp30 juta melalui perubahan anggaran tahun 2026. Bantuan ini dialokasikan untuk mendukung pengembangan fasilitas gereja, termasuk rencana pembangunan klinik pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

​Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Pdt. Aleida Y. Salean-Sola, S.Th., menjelaskan bahwa di usia ke-36, jemaat fokus pada peningkatan kemandirian pelayanan. Selain bidang peribadatan (Liturgia) dan persekutuan (Koinonia), pihaknya juga memperkuat pelayanan sosial (Diakonia) melalui pendidikan TK dan pengembangan layanan kesehatan menjadi klinik.

​"Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Kupang. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan bagi seluruh warga," pungkas Pdt. Aleida.

​Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., para pimpinan perangkat daerah, Camat, Lurah, serta unsur presbiter dan tokoh masyarakat setempat.

Rilis Pers: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang
Kontak: prokopim.kotakupang@gmail.com
EDITOR: LL//gpi

Rabu, 18 Maret 2026

Longsor Kolhua: Rumah Hancur Jadi Puing, BPBD Kupang Akhirnya Turun Tangan!

KUPANG, PENA INDONESIA — Bencana tanah longsor yang menghantam RT 033 RW 011, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa pada Senin (16/3/2026) malam, menyisakan puing dan trauma. Satu unit rumah permanen milik Nefri Lae luluh lantak diterjang pergeseran tanah setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut. Merespons kondisi kritis korban, BPBD Kota Kupang akhirnya bergerak menyalurkan bantuan darurat pada Selasa (17/3/2026) malam.

​Kronologi: Detik-Detik Bangunan Roboh
​Gejala bencana ini sebenarnya bukan tanpa peringatan. Sejak Senin sore pukul 18.00 WITA, retakan-retakan tajam sudah mulai merayap di dinding rumah Nefri. Namun, upaya mandiri menutup retakan terbukti sia-sia.

​Puncaknya, pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, struktur bangunan kehilangan kestabilan total. Tembok depan dan belakang roboh secara perlahan namun pasti. Beruntung, Nefri bersama istri dan kedua anaknya berhasil mengevakuasi diri sebelum bangunan benar-benar menjadi tumpukan material yang mematikan.

BPBD "Gedor" Lokasi Tengah Malam
​Pasca laporan kerusakan masuk, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, S.STP., M.Si., memimpin langsung timnya menuju lokasi kejadian. Tepat pukul 22.10 WITA, bantuan logistik diserahkan langsung kepada keluarga korban sebagai langkah pemenuhan kebutuhan dasar di tengah kondisi darurat.

​"Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana terpenuhi segera. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah," tegas Ernest Ludji di hadapan keluarga korban.

​Dalam aksi tanggap darurat ini, Ernest didampingi tim teknis yang terdiri dari Dadi Manoe, Yap Koa, Aba Totos, Marthen Ena, serta Bendahara Barang BPBD, Mardiko Padabain.
​Rincian Bantuan: Dari Kasur hingga Alat Dapur
​Untuk menopang hidup keluarga Nefri di pengungsian sementara, BPBD menyalurkan paket logistik lengkap, di antaranya:

1. ​Perlengkapan Tidur: 3 kasur lipat, 4 lembar tikar, dan 4 selimut.

2. ​Peralatan Dapur: 1 unit kompor Hock dan satu boks peralatan masak lengkap.
​Sanitasi & Kesehatan: Paket Family Kit (sabun, P3K, jas hujan, lampu darurat) serta jeriken lipat.

3. ​Logistik Lain: 2 lembar terpal pelindung dan 1 buah tas sekolah untuk anak korban.

Catatan Tajam: Waspada Radius Bahaya!
​Meskipun bantuan logistik sudah tersalurkan, masalah besar belum usai. Lurah Kolhua, Silvester Helo, mencatat masih ada lima rumah warga lainnya yang berada dalam radius bahaya longsor susulan.

​Fakta bahwa wilayah ini sebelumnya tidak masuk dalam peta rawan longsor harus menjadi catatan merah bagi Pemkot Kupang. Curah hujan di Timor bagian barat masih sangat tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah jangan hanya sigap menyalurkan bantuan setelah rumah hancur, tapi juga harus berani melakukan pemetaan ulang dan mitigasi ekstrem sebelum korban jiwa benar-benar jatuh.

​Jangan abai: Rekahan tanah sekecil apa pun adalah alarm maut yang nyata.

Rotasi Jabatan NTT: Gubernur Melki Pastikan 5 Tim Strategis Tak Berubah

KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memastikan rotasi Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Provinsi NTT tidak akan mengganggu ritme kerja tim strategis daerah. Dalam arahannya usai pelantikan, Melki menegaskan bahwa komposisi lima tim strategis tetap solid untuk mengawal program prioritas.

Struktur Tim Tetap, Fokus pada Eksekusi
​Gubernur Melki menggarisbawahi bahwa efektivitas tim strategis tidak selalu berbanding lurus dengan jabatan struktural di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tim yang menangani kemiskinan terpadu, ekonomi kerakyatan, hingga komunikasi pemerintah akan terus berjalan sesuai cetak biru awal.

​"Komposisi tim tetap sama. Perubahan jabatan di OPD murni untuk penyegaran birokrasi, namun agenda prioritas tetap dikawal oleh personel yang sudah dirumuskan sejak awal," tegas Melki dalam rapat virtual bersama jajaran pimpinan OPD, Selasa (17/3).

Prioritas Hak ASN dan Transisi Program
​Di sektor kepegawaian, Pemprov NTT menjadwalkan penyerahan SK bagi 4.536 PPPK pada bulan ini. Melki menginstruksikan agar hak-hak pegawai tersebut segera dihitung dan dibayarkan tepat waktu.

​Terkait transisi jabatan, Gubernur memberikan poin-poin krusial bagi pejabat baru dan lama:
1. ​Keberlanjutan Program: Program yang sedang berjalan, termasuk optimalisasi dua kapal pemda untuk ekonomi perbatasan, dilarang berhenti di tengah jalan.

2. ​Penyelesaian Temuan BPK: Pejabat lama tetap bertanggung jawab membantu penyelesaian temuan administratif meski telah berpindah tugas.

3. ​Manajemen Aset: Estafet informasi antarpejabat harus dilakukan secara transparan demi kelancaran operasional.

Disiplin Fiskal dan Antisipasi Global
​Menghadapi ketidakpastian ekonomi, Melki mengadopsi prinsip "Safe Over Speed". Ia menginstruksikan OPD untuk memprioritaskan belanja pegawai dan menunda proyek berbiaya besar hingga kondisi fiskal daerah benar-benar stabil.

​"Saya lebih memilih bergerak sedikit lambat namun aman, daripada cepat tetapi mengancam kesehatan keuangan daerah. Kita harus mencermati dinamika subsidi nasional dan situasi global pasca-Lebaran," jelasnya.

​Integritas Sektor Pendidikan
​Menutup arahannya, Gubernur memastikan penataan kepala sekolah di NTT tunduk pada sistem nasional di bawah Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan. Ia menekankan tiga syarat mutlak bagi pimpinan sekolah: Integritas, lingkungan anti-kekerasan, dan bebas narkoba.
​Melki mengakui rotasi jabatan selalu memicu dinamika emosional, namun ia meminta seluruh birokrat tetap solid sebagai satu tim besar guna mencapai target pembangunan NTT.

EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT

Sumba Barat Daya Jadi Pamungkas Kunker, Gubernur Melki Tekankan Optimalisasi Dana Pusat dan Validasi Data

TAMBOLAKA, PENA INDONESIA – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menjadi titik pemungkas rangkaian kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Tim Kerja Percepatan Pembangunan NTT di Bumi Sandelwood. Setelah menyisir daratan Sumba sejak Sabtu (14/3), Gubernur Melki menutup agendanya dengan pertemuan strategis bersama para pemangku kepentingan di Aula Kantor Bupati SBD, Senin pagi (16/3/2026).

​Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, Wakil Bupati Dominikus Rangga Kaka, unsur Forkopimda, serta jajaran pimpinan perangkat daerah dan tokoh masyarakat.

Tantangan Pembangunan dan Terobosan Lokal
​Dalam laporannya, Bupati Ratu Wulla memaparkan potret realita SBD yang masih bergelut dengan tantangan besar. Per Januari 2026, prevalensi stunting masih bertengger di angka 40,2%, sementara angka kemiskinan per September 2025 tercatat sebesar 25,66%.

​Namun, di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten SBD meluncurkan sejumlah langkah berani:
​•• Investasi SDM: Program beasiswa pendidikan tinggi untuk mencetak 100 Magister dan 10 Doktor melalui APBD, serta pengiriman 66 putra daerah untuk seleksi SMA Taruna Nusantara.
•• ​Hunian Layak: Target pembangunan 245 unit rumah layak huni pada tahun 2026.
•• ​Ekonomi Kreatif: Peresmian Tambolaka Kuliner Center (TKC) untuk mewadahi UMKM lokal.
​•• Ketahanan Pangan: Pengoperasian 7 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang wajib menyerap 100% hasil tani lokal.

​“Berapa pun hasil produksi masyarakat harus diterima oleh dapur MBG. Tidak boleh ada penolakan, agar petani kita tidak dirugikan,” tegas Bupati Ratu Wulla.

Gubernur Melki: SBD Adalah Episentrum Ekonomi Sumba
​Menanggapi paparan tersebut, Gubernur Melki memberikan apresiasi atas geliat pembangunan di SBD yang dinilainya sangat dinamis meski di tengah efisiensi anggaran. Ia menyoroti konektivitas Bandara Tambolaka yang kini terhubung ke Denpasar dan Lombok sebagai indikator vital pergerakan ekonomi.

​Gubernur juga membedah potensi perputaran uang yang masif di SBD dari program nasional:
1. ​Makan Bergizi Gratis (MBG): Berpotensi menggerakkan dana hingga Rp300 miliar di 33 titik layanan.
2. ​Koperasi Desa: Estimasi perputaran dana mencapai Rp3 miliar per koperasi dari 175 unit yang ada.
3. ​Kredit Usaha Rakyat (KUR): Alokasi KUR di NTT tahun ini mencapai Rp3 triliun.

​"Jika dikalkulasi, perputaran uang yang masuk ke Sumba Barat Daya bisa menyentuh angka satu triliun rupiah. Kita harus cekatan menangkap peluang ini agar SBD benar-benar menjadi pusat tata niaga di Pulau Sumba," ujar Gubernur Melki.

Akurasi Data sebagai Panglima
​Satu hal yang ditekankan Gubernur adalah pentingnya validasi data kemiskinan. Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk tim khusus untuk memastikan intervensi program tidak salah sasaran.

​"Kalau datanya sehat, programnya pasti tepat sasaran. Kita sedang memastikan data kemiskinan benar-benar valid dan tidak bias," tambahnya. Gubernur juga mendorong sektor perbankan untuk lebih adaptif dalam mendampingi masyarakat agar terbiasa bertransformasi menjadi pengusaha.

Penutup Kunker
Sebelum bertolak meninggalkan Sumba, Gubernur Melki menyempatkan diri meninjau NTT Mart di Tambolaka sebagai simbol dukungan terhadap rantai pasok produk lokal. Kunjungan ini menegaskan komitmen kolektif bahwa sinergi antara Provinsi dan Kabupaten adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan dan stunting di NTT.

Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT

Wagub Johni Asadoma Warning UPTD Pendapatan Alor: Target Rp23,5 Miliar Baru Cair 11 Persen!

ALOR, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kabupate...