Johni menegaskan bahwa jabatan dan fasilitas yang dimiliki ASN bukanlah alasan untuk bersikap sombong. Sebaliknya, nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan—seperti kejujuran, disiplin, dan empati—harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.
Poin Strategis Arahan Wagub NTT:
• Integritas dan Rendah Hati: Wagub mengingatkan agar ASN menjauhi sikap tinggi hati. "Kita tidak boleh sombong dengan jabatan. ASN harus bekerja dengan integritas dan hati nurani agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
• Silaturahmi sebagai Modal Kerja: Silaturahmi bukan hanya soal maaf-memaafkan, melainkan ruang refleksi untuk membangun kepercayaan (trust) dan memperkuat soliditas organisasi. Sinergi yang kuat dianggap kunci utama mewujudkan NTT yang maju dan sejahtera.
• Respons Kondisi Global: Menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Wagub menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov NTT untuk menerapkan pola hidup hemat dan memastikan setiap anggaran digunakan secara efisien.
• Konsistensi Kebaikan: ASN diminta menghadirkan pelayanan yang ramah dan sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah. Kebaikan yang konsisten disebut sebagai kekuatan besar bagi kemajuan daerah.
Tausiyah dan Kehadiran Tokoh
Dalam acara bertema "Merajut Silaturahmi, Menebar Kebaikan" tersebut, Ustadz Ahmad Sofyan Abdurahman dalam kultumnya menekankan bahwa esensi silaturahmi adalah menghilangkan sifat sombong. Ia mengajak ASN untuk menjadi pribadi yang bermanfaat karena memberi tidak akan membuat seseorang menjadi miskin.
Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kajati NTT Roch Adi Wibowo, Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Aviantara, perwakilan Forkopimda, serta tokoh-tokoh lintas agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, dan FKUB NTT.
Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Adpim Setda NTT
Penulis: Fara Therik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar