Selasa, 31 Maret 2026

Wagub NTT: ASN Jangan Sombong dengan Jabatan, Perkuat Sinergi Pelayanan

KUPANG, PENA INDONESIA – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberikan teguran keras sekaligus arahan strategis kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam momentum Halal Bihalal Keluarga Besar Pemprov NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (31/3/2026).

​Johni menegaskan bahwa jabatan dan fasilitas yang dimiliki ASN bukanlah alasan untuk bersikap sombong. Sebaliknya, nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan—seperti kejujuran, disiplin, dan empati—harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang nyata, bukan sekadar seremoni tahunan.

Poin Strategis Arahan Wagub NTT:
​Integritas dan Rendah Hati: Wagub mengingatkan agar ASN menjauhi sikap tinggi hati. "Kita tidak boleh sombong dengan jabatan. ASN harus bekerja dengan integritas dan hati nurani agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

​Silaturahmi sebagai Modal Kerja: Silaturahmi bukan hanya soal maaf-memaafkan, melainkan ruang refleksi untuk membangun kepercayaan (trust) dan memperkuat soliditas organisasi. Sinergi yang kuat dianggap kunci utama mewujudkan NTT yang maju dan sejahtera.

​Respons Kondisi Global: Menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Wagub menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov NTT untuk menerapkan pola hidup hemat dan memastikan setiap anggaran digunakan secara efisien.

​Konsistensi Kebaikan: ASN diminta menghadirkan pelayanan yang ramah dan sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah. Kebaikan yang konsisten disebut sebagai kekuatan besar bagi kemajuan daerah.

Tausiyah dan Kehadiran Tokoh
​Dalam acara bertema "Merajut Silaturahmi, Menebar Kebaikan" tersebut, Ustadz Ahmad Sofyan Abdurahman dalam kultumnya menekankan bahwa esensi silaturahmi adalah menghilangkan sifat sombong. Ia mengajak ASN untuk menjadi pribadi yang bermanfaat karena memberi tidak akan membuat seseorang menjadi miskin.

​Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kajati NTT Roch Adi Wibowo, Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Aviantara, perwakilan Forkopimda, serta tokoh-tokoh lintas agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, dan FKUB NTT.

Editor: LL//gpi
​Sumber: Biro Adpim Setda NTT
​Penulis: Fara Therik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...