BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"


KUPANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Karya Dharma (Undarma) Kupang melayangkan protes keras terhadap pihak birokrasi kampus. Protes ini dipicu oleh keputusan sepihak manajemen kampus yang meliburkan aktivitas perkuliahan secara mendadak, tepat di hari mahasiswa berencana menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan internal.

​Ketua BEM Undarma Kupang, Ramli A. Lakat, menilai kebijakan tersebut merupakan upaya nyata untuk menghindari dialog dan membatasi ruang demokrasi di lingkungan akademik.

​“Keputusan kampus yang tiba-tiba meliburkan aktivitas akademik justru memperlihatkan ketakutan terhadap suara mahasiswa. Kampus seharusnya menjadi ruang diskusi dan kebebasan berpikir, bukan ruang pembungkaman terhadap kritik,” tegas Ramli.

​Soroti Masalah Transparansi Anggaran dan Fasilitas Rusak

​Menurut BEM Undarma Kupang, aksi demonstrasi ini dipicu oleh rentetan kebijakan kampus yang dinilai sangat membebani mahasiswa. Beberapa poin krusial yang disoroti antara lain:

  • Ketidaktransparanan Biaya: Adanya pungutan liar dan ketidakjelasan pengelolaan anggaran pendidikan.
  • Fasilitas Buruk: Banyak fasilitas dasar penunjang perkuliahan yang rusak dan tidak memadai.
  • Pelayanan Akademik Lamban: Mahasiswa dituntut taat administrasi, namun tidak mendapatkan pelayanan yang layak.

​“Kami membayar biaya pendidikan, tetapi hak kami tidak dipenuhi secara maksimal. Ini bentuk ketidakadilan yang harus dilawan,” tambah Ramli.

​4 Tuntutan Utama BEM Undarma Kupang

​Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan kampus, BEM Undarma Kupang secara resmi mendesak pihak rektorat untuk segera memenuhi empat tuntutan berikut:

  1. Buka Ruang Dialog: Menggelar audiensi terbuka bersama seluruh elemen mahasiswa.
  2. Transparansi Anggaran: Menjelaskan secara rinci penggunaan biaya kuliah dan kebijakan kampus.
  3. Perbaikan Fasilitas: Segera merenovasi sarana dan prasarana kampus yang tidak layak.
  4. Stop Intimidasi: Menghentikan segala bentuk pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa.

​BEM Undarma Kupang menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan surut hanya karena aktivitas akademik diliburkan. Mereka berkomitmen akan terus mengawal keadilan di lingkungan kampus.

“Ketika kampus mulai takut pada kritik, maka yang sedang dipertahankan bukan pendidikan, melainkan kekuasaan,” tutup rilis resmi BEM Undarma Kupang.

Editor:teampenaindonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo