Kepada Gubernur Melki, James memaparkan potensi besar Pulau Rote yang memiliki panorama bahari eksotis, tidak kalah menarik dibanding Sumba. Namun, ia tak menampik adanya tantangan besar di lapangan: aksesibilitas.
"Kami berencana membangun destinasi wisata premium di Rote. Namun, kendala utamanya adalah infrastruktur jalan yang belum memadai dan minimnya penerbangan langsung ke lokasi," ujar James di hadapan Gubernur dan jajaran OPD teknis.
Selain membangun resor, NIHI juga berkomitmen meningkatkan kualitas SDM lokal melalui rencana pembangunan akademi perhotelan di Rote. Langkah ini diambil agar warga lokal tidak hanya jadi penonton, tapi menjadi tenaga kerja siap pakai yang kompeten di industri pariwisata kelas dunia.
Menanggapi hal itu, Gubernur Melki langsung memberikan respons taktis. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin rencana investasi besar ini terhambat oleh masalah klasik birokrasi atau fasilitas yang tertunda.
"Akses jalan menuju lokasi resor akan segera diidentifikasi melalui Dinas PUPR untuk masuk dalam penganggaran. Ini langkah nyata kita untuk membenahi pariwisata NTT," tegas Melki.
Tak hanya urusan jalan, Gubernur juga berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama berkomunikasi langsung dengan pihak maskapai untuk menambah frekuensi dan konektivitas udara ke destinasi-destinasi unggulan.
Untuk diketahui, NIHI Sumba selama ini telah menjadi magnet pariwisata premium NTT yang mendunia. Resor yang dijuluki “Edge of Wildness” ini dikenal lewat perpaduan kemewahan eksklusif dengan alam liar Sumba Barat yang autentik. Kehadiran NIHI di Rote diharapkan mampu mendongkrak ekonomi wilayah tersebut secara berkelanjutan.
Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut, Plh. Sekda NTT Flouri Rita Wuisan, Kadis Pariwisata dan Ekraf Doris Rihi, serta Kadis PUPR Benyamin Nahak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar