Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jemaat GMIT Kaisarea dalam pembangunan Kota Kupang selama 36 tahun terakhir. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM).
“Kemajuan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas hidup masyarakatnya. Jemaat Kaisarea telah memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan pelayanan yang sejalan dengan visi pembangunan kota,” ujar Christian.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan karakter berbasis iman. Ia berharap lembaga keagamaan terus berperan aktif mencetak generasi yang unggul secara akademik namun tetap memiliki integritas moral yang kuat.
Dukungan Anggaran dan Fasilitas Kesehatan
Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan gereja, Wali Kota mengumumkan rencana pemberian bantuan sebesar Rp30 juta melalui perubahan anggaran tahun 2026. Bantuan ini dialokasikan untuk mendukung pengembangan fasilitas gereja, termasuk rencana pembangunan klinik pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Pdt. Aleida Y. Salean-Sola, S.Th., menjelaskan bahwa di usia ke-36, jemaat fokus pada peningkatan kemandirian pelayanan. Selain bidang peribadatan (Liturgia) dan persekutuan (Koinonia), pihaknya juga memperkuat pelayanan sosial (Diakonia) melalui pendidikan TK dan pengembangan layanan kesehatan menjadi klinik.
"Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Kupang. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan bagi seluruh warga," pungkas Pdt. Aleida.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., para pimpinan perangkat daerah, Camat, Lurah, serta unsur presbiter dan tokoh masyarakat setempat.
Rilis Pers: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang
Kontak: prokopim.kotakupang@gmail.com
EDITOR: LL//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar