Dalam wawancara eksklusif di program Jurnal Nusantara Kompas TV, Jumat (27/3/2026), Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa NTT Mart hadir bukan sekadar gerai toko, melainkan representasi jati diri NTT yang dikemas secara elegan dan modern.
Memangkas Defisit, Membuka Pasar Konvensional
Gubernur Melki mengungkapkan latar belakang krusial di balik lahirnya NTT Mart. Berdasarkan data, NTT mengalami defisit perdagangan yang sangat besar, mencapai angka Rp51 triliun. Mirisnya, kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner dan produk-produk harian yang sebenarnya bisa diproduksi secara lokal namun selama ini justru didatangkan dari luar daerah.
“Kami melihat produk UMKM/IKM di seluruh NTT sering kesulitan menembus pasar. Selama ini mereka hanya menjual antar-orang atau kelompok. Jarang sekali bisa masuk ke pasar konvensional atau toko modern. NTT Mart hadir untuk memutus rantai kendala itu,” ujar Melki langsung dari Gerai NTT Mart Jl. Palapa, Kupang.
Loncatan Ekonomi: Dari 3,73% ke 5,14%
Sejak diluncurkan pada 12 Agustus 2025 lalu, dampak ekonomi NTT Mart mulai terlihat pada angka makro daerah. Berdasarkan data terbaru:
1. Pertumbuhan Ekonomi NTT: Melonjak dari 3,73% menjadi 5,14%.
2. Sektor Industri Pengolahan: Mengalami kenaikan signifikan di atas 20%.
3. Kesejahteraan: Berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan PAD.
Gubernur menambahkan, di gerai pertama Kota Kupang saja, modal awal sebesar Rp160 juta telah menghasilkan perputaran uang hampir dua kali lipat. Hal ini memberikan kepastian bagi perajin dan pelaku usaha untuk berproduksi secara rutin tanpa rasa khawatir produk mereka tidak terserap pasar.
Strategi "Tiga Kaki" untuk Keberlanjutan
Guna menjaga stabilitas pasokan produk di 22 kabupaten/kota, Pemprov NTT menerapkan strategi Tiga Kaki melalui program pemberdayaan berbasis komunitas:
• One Village One Product: Setiap desa/kelurahan wajib memiliki minimal satu produk unggulan.
• One School One Product: Mendorong sekolah (SMA/SMK/SLB) menghasilkan karya kreatif yang bernilai jual.
• One Community One Product: Melibatkan komunitas lintas agama (Gereja/Masjid) dan organisasi masyarakat.
Ekspansi Digital dan Diaspora
Kesuksesan model bisnis ini menarik perhatian nasional. Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, bahkan menyebut NTT Mart sebagai model perlakuan khusus yang ideal bagi UMKM. Saat ini, permintaan untuk membuka gerai NTT Mart mulai berdatangan dari diaspora di Bali, Jakarta, Surabaya, hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, dan Eropa.
Untuk merespons tren tersebut, Pemprov NTT sedang menyiapkan langkah ekspansi ke ranah digital melalui platform e-commerce bekerja sama dengan Bank NTT.
"Prinsipnya, kami ingin menampilkan jati diri NTT yang elegan dan mudah diterima. Jika UMKM maju, daerah pasti maju," pungkas Gubernur Melki.
Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar