KUPANG, Pena Indonesia – Ada mimpi besar yang sedang tumbuh di sebuah rumah sederhana di Desa Sonraen, Amarasi Selatan. Bukan sekadar mimpi biasa, tapi mimpi yang mampu mengguncang dunia sains.
Kamis (26/3/2026) sore, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berkesempatan "sowan" ke kediaman Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau yang akrab disapa Nono. Di sela agenda Panen Raya Jagung, Melki sengaja meluangkan waktu untuk memberikan apresiasi langsung kepada sang penakluk dunia tersebut.
Genius dari Pelosok NTT
Nono bukanlah nama baru. Koleksi tiga gelar juara dunia di ajang International Abacus World Competition (Olimpiade Sempoa Dunia) telah menasbihkan dirinya sebagai salah satu otak paling cemerlang yang pernah lahir dari bumi Flobamora.
"Nono adalah bukti nyata bahwa dari Amarasi Selatan bisa lahir juara dunia. Ini harus menjadi virus positif bagi seluruh anak-anak di NTT," ujar Gubernur Melki dengan nada bangga.
Target: Ahli Nuklir!
Namun, yang membuat suasana bincang santai itu semakin hidup adalah saat Nono mengungkapkan cita-citanya. Di usianya yang baru menginjak kelas 5 SD, Nono tidak main-main dengan masa depannya.
"Nono ingin jadi ahli nuklir," cetusnya penuh percaya diri di hadapan Sang Gubernur.
Ambisi ini sejalan dengan tradisi akademik di keluarganya; salah satu kakak Nono bahkan kini tengah menempuh pendidikan kedokteran dan farmasi di Tiongkok. Sebuah potret keluarga yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama di tengah tantangan hidup di pedesaan.
Menyerap Aspirasi di Tengah Prestasi
Kunjungan ini juga dimanfaatkan warga dan keluarga Nono untuk menyampaikan "curhatan" kepada pemerintah. Di balik gemerlap trofi sang juara, warga Sonraen ternyata masih berjibaku dengan urusan dasar: Air bersih dan infrastruktur.
Warga mengaku masih harus bergantung pada air tangki yang menguras kantong untuk kebutuhan harian. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki langsung memberikan instruksi kepada jajaran kepala dinas yang mendampinginya untuk segera memetakan solusi, termasuk bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan jalan.
Kisah Nono adalah pengingat keras: Prestasi dunia bisa lahir dari mana saja, tapi perhatian pemerintah adalah oksigen yang menjaga mimpi-mimpi itu tetap menyala.
Editor: LL//gpi
Reporter: Agustin Luju
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar