Jumat, 27 Maret 2026

Jagung Amarasi Tembus Rp6.400/Kg, Gubernur Melki: Wajib Diolah dan Dikemas!

KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, membawa semangat baru bagi petani di Amarasi Selatan. Bukan lagi soal menanam semata, namun fokus pada peningkatan kesejahteraan melalui pengolahan pasca-panen. Hal ini ditegaskannya saat menghadiri Panen Raya Jagung Kelompok Tani Nonotasi di Kelurahan Buraen, Kamis (26/3/2026).

​Bersama Bupati Kupang Yosef Lede, Gubernur memanen jagung di lahan 5 hektar yang menjadi motor penggerak ekonomi warga setempat.

Poin Strategis & Komitmen Gubernur:

​• Amanat Presiden: Melki menegaskan swasembada pangan adalah prioritas nasional yang harus diwujudkan di tanah NTT yang subur.

​Naik Kelas Lewat Hilirisasi: Petani didorong untuk tidak langsung menjual jagung mentah. "Harus diolah dan dikemas agar punya nilai jual tinggi," tegasnya.

​• Fasilitas Pasar: Pemerintah menjamin distribusi melalui NTT Mart dan kios binaan bagi produk yang sudah terstandarisasi.

​• Infrastruktur Air: Tiga bendungan besar di Kabupaten Kupang harus dioptimalkan sebagai sumber kekuatan produksi tani.

​"Pesan Gubernur El Tari tetap kita pegang: Tanam, tanam, sekali lagi tanam! Namun kini kita tingkatkan menjadi Tapa Oke Ju! (Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual)," ujar Melki penuh optimisme.

Solusi Cepat Pemkab Kupang:
​Bupati Yosef Lede merespons kebutuhan lapangan dengan langkah taktis:

1. ​Harga Terjamin: Instruksi langsung kepada Dinas Pertanian agar Bulog menyerap jagung rakyat seharga Rp6.400/kg.

2. ​Eksekusi Embung: Menanggapi keluhan Ketua Poktan Monico Tnunay soal lahan kering, Bupati memastikan alat berat turun minggu depan untuk membangun embung mini di lokasi yang sudah disiapkan warga.

​Kolaborasi antara semangat petani, dukungan TNI/Polri, dan kebijakan hilirisasi pemerintah menjadi kunci utama bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Kupang dan ketahanan pangan NTT.

EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...