Bersama Bupati Kupang Yosef Lede, Gubernur memanen jagung di lahan 5 hektar yang menjadi motor penggerak ekonomi warga setempat.
Poin Strategis & Komitmen Gubernur:
• Amanat Presiden: Melki menegaskan swasembada pangan adalah prioritas nasional yang harus diwujudkan di tanah NTT yang subur.
• Naik Kelas Lewat Hilirisasi: Petani didorong untuk tidak langsung menjual jagung mentah. "Harus diolah dan dikemas agar punya nilai jual tinggi," tegasnya.
• Fasilitas Pasar: Pemerintah menjamin distribusi melalui NTT Mart dan kios binaan bagi produk yang sudah terstandarisasi.
• Infrastruktur Air: Tiga bendungan besar di Kabupaten Kupang harus dioptimalkan sebagai sumber kekuatan produksi tani.
"Pesan Gubernur El Tari tetap kita pegang: Tanam, tanam, sekali lagi tanam! Namun kini kita tingkatkan menjadi Tapa Oke Ju! (Tanam, Panen, Olah, Kemas, Jual)," ujar Melki penuh optimisme.
Solusi Cepat Pemkab Kupang:
Bupati Yosef Lede merespons kebutuhan lapangan dengan langkah taktis:
1. Harga Terjamin: Instruksi langsung kepada Dinas Pertanian agar Bulog menyerap jagung rakyat seharga Rp6.400/kg.
2. Eksekusi Embung: Menanggapi keluhan Ketua Poktan Monico Tnunay soal lahan kering, Bupati memastikan alat berat turun minggu depan untuk membangun embung mini di lokasi yang sudah disiapkan warga.
Kolaborasi antara semangat petani, dukungan TNI/Polri, dan kebijakan hilirisasi pemerintah menjadi kunci utama bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Kupang dan ketahanan pangan NTT.
EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar