Di hadapan ribuan warga yang memadati Bundaran Patung Tirosa, dr. Christian melontarkan pesan kuat mengenai makna perjalanan batin di balik kemeriahan pawai.
"Bagi saya, malam bertakbir ini bukan hanya soal berpindah dari titik A ke titik B. Ini adalah perjalanan batin. Sebuah ekspresi iman yang bergerak dan mengisi ruang-ruang kota dengan pesan damai," tegas dr. Christian dengan lugas.
Keberagaman sebagai Kekuatan, Bukan Jarak
Wali Kota Christian Widodo secara spesifik menyoroti fenomena unik yang terjadi selama acara: kehadiran paduan suara dari Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Kolhua yang melantunkan lagu bernuansa Islami di tengah acara Muslim. Baginya, ini adalah bukti bahwa perbedaan di Kupang justru menjadi jembatan, bukan penghalang.
Ia mengibaratkan harmoni kota layaknya sebuah komposisi seni yang presisi.
"Harmoni itu bukan berarti harus seragam. Kita tidak bisa menyeragamkan semua orang, tapi kita bisa hidup berdampingan dalam keseimbangan. Seperti nada dalam lagu atau warna dalam lukisan, perbedaan itulah yang menjadikan kita indah," jelasnya.
Aksi Nyata: Takbir dan 'Hampers' untuk Gereja
Marwah Kupang sebagai kota toleran dibuktikan dengan tindakan konkret di lapangan. Sepanjang rute pawai, para peserta membagikan bingkisan (hampers) Idul Fitri kepada gereja-gereja yang mereka lalui. Praktik ini menjadi simbol kuat betapa cairnya hubungan antarumat beragama di bawah kepemimpinan dr. Christian.
Wali Kota juga mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga ketertiban, termasuk tradisi unik warga non-Muslim yang ikut berburu takjil di sekitar rumah ibadah tanpa sedikit pun mengganggu kekhusyukan umat yang berpuasa.
"Inilah kita. Kota Kupang adalah rumah bersama yang damai, inklusif, dan penuh kasih. Prestasi kita masuk 10 besar Indeks Kota Toleran nasional adalah hasil dari konsistensi kita semua dalam merawat harmoni ini," tambahnya.
Partisipasi Masif 5.000 Peserta
Pawai yang dilepas oleh Pj. Gubernur NTT ini diikuti oleh sedikitnya 5.000 peserta. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Ketua MUI, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, hingga pimpinan ormas keagamaan menunjukkan soliditas kepemimpinan di Kota Kupang.
Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, S.STP., M.M., menekankan bahwa tema "Kasih di Hari yang Fitri" tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Ia juga mengapresiasi peran pemuda lintas gereja yang turut memasang atribut ucapan selamat di berbagai titik kota.
Menutup arahannya, dr. Christian Widodo secara resmi mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim. Ia menitipkan pesan agar semangat kebersamaan ini tidak padam setelah pawai berakhir, melainkan terus menjadi jati diri warga Kupang.
EDITOR: DWN//gpi
SUMBER: Prokopim setda kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar