Dalam pidatonya yang lugas, Gubernur Melki menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah zona nyaman struktural, melainkan garda terdepan pembentuk karakter generasi bangsa. Ia menuntut adanya pergeseran paradigma besar-besaran di lingkungan satuan pendidikan.
Kepemimpinan Berbasis Kinerja: No Result, No Position
Melki Laka Lena menekankan bahwa infrastruktur mewah dan kurikulum canggih akan menjadi sia-sia tanpa kepemimpinan yang kuat. Ia tak ingin lagi melihat kepala sekolah yang hanya duduk di belakang meja mengurus tumpukan kertas administratif.
“Kepala Sekolah tidak cukup hanya menjadi administrator. Bapak dan Ibu harus menjadi pemimpin pembelajaran yang memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, relevan, dan berorientasi pada mutu!” tegas Melki dengan nada bertenaga.
Ia pun memberikan "warning" keras: kepemimpinan harus berbasis kinerja yang terukur. Peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, hingga penurunan angka putus sekolah menjadi rapor utama yang akan dievaluasi. Tak main-main, Gubernur menginstruksikan penandatanganan Pakta Integritas. Dua tahun tanpa progres nyata, evaluasi jabatan menanti.
Inovasi OSOP dan Tantangan Zaman
Menanggapi ketimpangan literasi dan numerasi yang masih membayangi NTT, Gubernur mendorong optimalisasi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai kompas kebijakan sekolah. Tak hanya soal teori, Melki juga memacu program One School One Product (OSOP).
“Melalui OSOP, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar mencipta, memproduksi, dan memahami nilai ekonomi dari hasil karya mereka,” jelasnya. Hal ini diperkuat dengan penguatan teaching factory pada SMK agar lulusan NTT benar-benar "siap pakai" di dunia industri atau menembus sekolah kedinasan dan TNI/Polri.
Integritas Sebagai Harga Mati
Menutup arahannya, politisi yang dikenal visioner ini mengingatkan soal transparansi anggaran. Baginya, integritas adalah fondasi yang tidak bisa ditawar.
“Kepala Sekolah adalah amanah publik. Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan peserta didik maupun masyarakat,” pungkasnya.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh. Sekda Flouri Rita Wuisan, jajaran Forkopimda, serta anggota DPRD NTT. Sebuah langkah awal yang diharapkan menjadi daya ledak baru bagi kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
#AyoBangunNTT
Editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar