Kamis, 26 Maret 2026

​Bukan Sekadar Gelar, 489 Lulusan Unwira Kupang Ditantang Jadi Solusi Nyata di Masyarakat

KUPANG, PENA INDONESIA – Aula St. Maria Immaculata mendadak riuh. Sebanyak 489 wisudawan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang resmi dilepas dalam Rapat Senat Luar Biasa, Rabu (25/3/2026) pagi. Namun, momen ini bukan sekadar seremoni pindah kuncir; ini adalah titik start menuju "kampus kehidupan" yang sesungguhnya.

​Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir langsung di tengah para wisudawan, menitipkan pesan kuat. Baginya, lulusan Unwira punya modal besar, terutama dengan jejaring global Serikat Sabda Allah (SVD) yang menaungi kampus ini.

​"Lulusan Unwira jangan hanya jadi pencari kerja (job seeker). Kalian harus mampu jadi pencipta lapangan kerja (job creator) dan mengoptimalkan potensi daerah kita," tegas Melki.

​Ia mengingatkan bahwa dunia luar bergerak sangat dinamis. Ilmu yang didapat di bangku kuliah harus diaktualisasikan agar menjadi solusi bagi tantangan pembangunan di NTT, bukan malah menambah daftar pengangguran intelektual. 

​Filosofi "3T" dari Sang Rektor
​Di panggung yang sama, Rektor Unwira Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., memberikan "bekal" batin yang sangat relevan bagi generasi z dan milenial saat ini. Ia memperkenalkan prinsip 3T: Tahu Diri, Tahu Waktu, dan Tahu Tempat.

1. ​Tahu Diri: Mengenali potensi dan keterbatasan agar tidak cepat puas dan terus belajar.

2. ​Tahu Waktu: Adaptif terhadap perubahan zaman yang serba digital dan cepat.

3. ​Tahu Tempat: Bijak memposisikan diri dan hadir sebagai pembawa damai di tengah masyarakat.

​"Jadilah pribadi yang membawa solusi, bukan masalah. Jaga integritas dan etika di mana pun kalian ditempatkan," pesan Pater Stefanus dengan nada kebapakan.

​Prestasi yang Kompetitif
​Unwira membuktikan kualitasnya bukan kaleng-kaleng. Dari ratusan lulusan tersebut, lebih dari 50 persen berhasil lulus tepat waktu (7 semester untuk S1 dan 3 semester untuk S2). Bahkan, 229 di antaranya menyabet predikat Cum Laude.

​Kabar baik lainnya, Program Studi Ilmu Komunikasi Unwira kini telah mengantongi akreditasi "Unggul"—menjadi prodi pertama di kampus tersebut dengan status tersebut. Selain itu, Unwira juga memperlebar sayap akademik dengan membuka Program Magister (S2) Hukum.

​Wisuda angkatan ke-45 (Pascasarjana) dan ke-74 (Sarjana) ini menjadi bukti bahwa Unwira terus bertransformasi menjadi komunitas ilmiah yang berakar pada budaya lokal namun tetap berwawasan global.

​Kini, bola ada di tangan para wisudawan: apakah akan sekadar menyimpan ijazah di lemari, atau terjun ke lapangan untuk membangun NTT?

editor: LL//gpi
Sumber: Biro Administrasi pemerintahan setda prov NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...