Kamis, 26 Maret 2026

Trans Timor Lumpuh Total! Wagub NTT Pacu Pengerjaan Jembatan Darurat 5 Hari Jadi

KUPANG, PENA INDONESIA– Putusnya urat nadi transportasi di Pulau Timor akibat ambruknya Jembatan Asam Tiga, Oelamasi, langsung direspon cepat Pemerintah Provinsi NTT. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menginstruksikan pembukaan jalur alternatif dan pembangunan jembatan darurat rampung dalam waktu maksimal lima hari.

​"Ini jalur vital. Menghubungkan Kupang hingga Timor Leste. Negara harus hadir cepat. Saya minta penanganan darurat segera tuntas agar mobilitas warga tidak lumpuh total," tegas Johni saat meninjau lokasi di Kilometer 38, Kamis (26/3).

Penanganan Teknis di Lapangan
​Kondisi jembatan saat ini dilaporkan rusak parah dan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, mengungkapkan ambruknya struktur diduga kuat akibat pergeseran pondasi.

​Sebagai langkah taktis, dua skema disiapkan:

1. ​Metode Cross Way: Pembukaan jalur alternatif tepat di sisi jembatan.

2. ​Jembatan Darurat: Pembangunan struktur sementara di sisi hilir.

​"Alat berat sudah dikerahkan. Kondisi tanah di lokasi memungkinkan untuk penanganan cepat, kami targetkan segera fungsional," jelas Janto.

Ancaman Krisis Air Bersih
​Selain akses jalan, dampak kerusakan meluas ke infrastruktur air. Ditemukan pipa distribusi utama yang patah di lokasi kejadian. Jika tidak segera ditangani, hal ini dipastikan bakal mengganggu pasokan air bersih bagi warga di wilayah Oelamasi dan sekitarnya.

Pantauan Jalur Alternatif
​Sebelum jembatan darurat rampung, warga saat ini terpaksa menggunakan jalur alternatif Desa Nunkurus. Namun, Wagub mengingatkan bahwa jalur tersebut hanya mampu menampung kendaraan roda dua dan kendaraan kecil (roda empat) karena keterbatasan kapasitas jembatan kayu tua di rute tersebut.

​Apresiasi juga diberikan kepada personel Polres Kupang dan Brigif 21 Komodo yang telah bersiaga di lokasi sejak kerusakan mulai terlihat pada Rabu (25/3) sore.

Perencanaan Permanen
​Mengingat statusnya sebagai jalan nasional, Pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk perencanaan ulang pembangunan jembatan permanen. Fokus jangka pendek tetap pada pemulihan akses darurat demi menjamin arus logistik dan manusia tetap mengalir.

EDITOR: LL//gpi
SUMBER: Biro Administrasi pemerintahan setda Prov NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...