Pengukuhan ini bertujuan menata ulang struktur organisasi dan mengamankan Kongres I FKPTT. Eurico Guterres membantah isu ilegalitas PBN, menegaskan bahwa anggota PBN diakui sebagai pejuang eks Timor Timur dan telah menerima penghargaan dari negara. Penataan struktur ini menggantikan sistem penunjukan sebelumnya dengan kepengurusan yang lebih terstruktur.
Guterres menjelaskan bahwa PBN adalah wadah yang diakui FKPTT untuk diusulkan menerima penghargaan Bela Negara dari pemerintah. Ia mengklaim PBN memiliki 18.000 anggota di 18 provinsi dan sebagian diusulkan menjadi Veteran RI.
Tugas utama PBN adalah mengamankan Kongres I FKPTT (29-30 November 2025) di Kupang, yang akan dibuka Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Guterres menekankan pentingnya koordinasi antara Komandan PBN dengan Pimpinan FKPTT di semua tingkatan. Pengamanan kongres didukung oleh Polresta Kupang dan Polda NTT. Acara pengukuhan ditandai dengan penyalaan api unggun.
Penulis: dwn//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar