Kupang, NTT - Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan pentingnya peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan kontribusi sektor swasta sebagai strategi utama dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) APINDO NTT yang diselenggarakan di Kupang, Senin (24/11).
Ketua DPP APINDO NTT, Bobby T. Pitoby, menyatakan bahwa meskipun NTT mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, tantangan inflasi masih menjadi perhatian utama. "Tingkat inflasi di NTT per September lalu tercatat 2,7%, yang menempatkan provinsi ini sebagai peringkat ke-17 tertinggi di Indonesia," ujarnya.
APINDO NTT menegaskan bahwa kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) harus diiringi dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja. "Produktivitas adalah kunci," tegas Bobby Pitoby.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi DPN APINDO, Antony Hilman, menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan di NTT. "Pekerjaan bukan hanya sekadar sumber penghasilan, melainkan juga merupakan martabat keluarga dan harapan akan masa depan yang lebih baik," ungkapnya.
Hilman juga menyoroti tingginya angka pekerja informal di NTT, yang mencapai 68,44%, serta tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda. "APINDO berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda," tegasnya.
DPN APINDO menyatakan komitmennya untuk mendukung APINDO NTT sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan NTT sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. "Kerja keras itu wajib, namun kerja sama akan memberikan hasil yang lebih optimal," pungkas Hilman.
Kesuksesan upaya peningkatan ekonomi NTT sangat bergantung pada terjalinnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, tantangan ketenagakerjaan dan permasalahan ekonomi lainnya dapat diatasi secara efektif, sehingga NTT mampu mewujudkan potensi ekonominya secara optimal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.
Penulis: dwn//gpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar