KUPANG – Bobby Lianto resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Periode 2025-2030 dalam sebuah upacara yang khidmat di Harper Hotel Kupang pada Kamis, 27 November 2025. Bersama jajaran pengurus DPD, Bobby Lianto diambil sumpah dan dilantik langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono.
Acara pelantikan ini menjadi sorotan penting karena dihadiri sejumlah tokoh kunci di NTT, termasuk Gubernur Melki Laka Lena; Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni; Wakil Ketua DPRD Fernando Soares; Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Serena Francis; Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja; serta Anggota DPR RI Dapil NTT II, Gavriel Novanto dan Usman Husin, disamping perwakilan organisasi kepemudaan dan Cipayung.
Fokus Utama: Transformasi Lahan dan Digitalisasi Petani
Dalam pidato perdananya, Bobby Lianto menyampaikan visi ambisius untuk tahun pertama kepengurusannya, yakni memprogramkan penanaman jagung seluas 1.000 hektare di Pulau Timor. Program ini merupakan kolaborasi dengan PT Silvano Jaya dan telah dimulai dengan 150 hektare di kebun Lanud El Tari Kupang.
"Kami mau merubah lahan-lahan yang berwarna kuning di musim panas jadi hijau," tegas Bobby, menandakan komitmennya pada transformasi lahan kering di NTT menjadi produktif.
Lebih lanjut, Pemuda Tani NTT di bawah kepemimpinannya akan memposisikan diri sebagai fasilitator bagi para petani dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, termasuk inovasi digital. Inovasi tersebut diwujudkan melalui aplikasi Koperasi Pemuda Tani (Komuni) NTT, sebuah platform digitalisasi pertanian yang berfungsi sebagai marketplace bagi masyarakat untuk berbelanja hasil pertanian dari anggota koperasi secara daring. Aplikasi Komuni NTT juga direncanakan terhubung dengan SPPG atau dapur-dapur MBG.
Menjawab Kebutuhan Pasar Kopi Saset
Selain fokus pada jagung dan digitalisasi, Pemuda Tani NTT turut merambah industri pengolahan dengan mendatangkan dua unit mesin pengemasan kopi saset bekerja sama dengan Beta Print. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pasar kopi kemasan yang tinggi, terutama untuk saset kecil.
“Permintaan yang banyak itu kopi saset yang kecil-kecil. Memang alatnya harganya mahal, tapi kita sudah hadirkan dua unit kerja sama dengan Beta Print. Jadi sekarang kita sudah bisa jual kopi lokal yang sudah terkenal ini sesuai kebutuhan pasar,” jelas Bobby Lianto, menunjukkan fokus pada hilirisasi produk lokal.
Bobby Lianto mengakhiri pidatonya dengan seruan inspiratif, mengajak seluruh pemuda-pemudi NTT untuk menjadi generasi terhebat pada masa ini. “Inilah waktunya, inilah masanya kita tunjukan pada dunia, kepada generasi-generasi setelah kita, bahwa kita generasi terhebat pada masa kita,” ajaknya penuh semangat.
Dukungan Penuh dari DPP dan Gubernur
Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, G. Budisatrio Djiwandono, menyatakan keyakinannya bahwa Bobby Lianto adalah sosok yang "Paten" dan tepat untuk memimpin Pemuda Tani di NTT. Budi Djiwandono meyakini Bobby akan mampu membawa pertanian NTT lebih maju, khususnya di kalangan anak muda. Ia juga menyoroti tantangan regenerasi petani di Indonesia, dan berharap Pemuda Tani dapat menjadi wadah kreasi dan inovasi bagi petani muda. Budi Djiwandono berkomitmen untuk mencurahkan tenaga agar potensi pertanian NTT, mulai dari kopi hingga hasil laut, bisa mendunia.
Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyambut baik pelantikan ini, menyebut kehadiran pengurus baru Pemuda Tani Indonesia akan mempercepat pembangunan sektor pertanian di NTT. Gubernur Melki menyoroti stabilitas ekonomi NTT yang ditopang sektor pertanian, di mana pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5 persen di dua triwulan pertama tahun 2025.
Gubernur Melki berharap organisasi kepemudaan seperti Cipayung dapat mengalihkan fokus dari politik pasca 2024/2025 ke sektor produktif seperti pertanian. “Sekarang sudah ada wadah, pertanian pastinya akan terkonsolidasi dengan baik, dan Pemuda Tani Indonesia menjadi wajahnya,” pungkasnya, menegaskan peran strategis Pemuda Tani dalam memajukan pertanian NTT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar