Kamis, 22 Januari 2026

Menghidupkan Kembali Garuda Nitneo: dr. Chris dan Melki Laka Lena Sepakat Tuntaskan Monumen Tanpa Beban APBD

KUPANG, Pena Indonesia – Sinergi lintas pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memfokuskan pandangan ke Desa Nitneo. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung langkah Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam menuntaskan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila.
(Monumen Pancasila Kupang) 

​Dukungan nyata ini ditegaskan dr. Chris saat turun langsung meninjau lokasi bersama Gubernur NTT, Bupati Kupang Yosef Lede, dan Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja, Kamis (22/1). Peninjauan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek yang sempat mandek tersebut akan segera "bernafas" kembali.

Lebih dari Sekadar Bangunan
Monumen setinggi 50 meter berbentuk burung Garuda yang gagah menghadap Laut Sawu ini memiliki ikatan emosional kuat bagi dr. Chris. Lahan berdirinya monumen tersebut merupakan hibah dari sang ayah, Bapak Theo Widodo, kepada Pemerintah Provinsi NTT.

​Bagi Wali Kota Kupang, monumen ini bukan sekadar beton dan besi, melainkan simbol nilai yang harus dijaga.

​“Monumen ini harus menjadi milik bersama. Bukan hanya destinasi wisata sejarah, tapi ruang edukasi dan penggerak ekonomi bagi warga Kota maupun Kabupaten Kupang karena letaknya yang strategis di wilayah perbatasan,” ujar dr. Chris dengan nada optimistis.

Target Tuntas Tahun Ini Tanpa Beban APBD
Senada dengan Wali Kota, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kesepahaman antara Provinsi, Kota, dan Kabupaten sudah bulat: pembangunan harus tuntas. Ia menekankan bahwa NTT memiliki peran sejarah yang sangat sentral dalam lahirnya gagasan Pancasila.

​“Monumen ini adalah kebanggaan Flobamora. Kami ingin nilai Pancasila dikumandangkan dari sini ke seluruh Nusantara,” tegas Melki Laka Lena.

​Menariknya, Gubernur mengungkapkan strategi pembiayaan yang cerdik. Mengingat pembangunan sempat terhenti, pemerintah sepakat untuk mencari skema pendanaan alternatif agar tidak membebani APBD secara berlebihan.

​“Target kami, pembangunan selesai tahun ini. Kita cari skema pendanaan kreatif agar benar-benar menjadi kebanggaan yang lahir dari gotong royong,” tambahnya sembari mengapresiasi kerelaan keluarga Theo Widodo yang telah menghibahkan lahan tersebut.

​Ke depan, Monumen Flobamora Rumah Pancasila diproyeksikan menjadi pusat wisata ideologi dan sejarah yang dikelola secara kolaboratif. Harapannya, bangunan megah ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi hidup sebagai ruang manfaat bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Editor: dwn//gpi
Source: prokopim info kota
​✍🏼 : Ansel Ladjar 
📸 : Dedy Irawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...