Selasa, 20 Januari 2026

Buka Kaderisasi HMI, Wali Kota Kupang: Pemimpin Harus Berani Ambil Jalan Sunyi, AI Cuma Alat!

KUPANG, PENA INDONESIA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan bahwa esensi kepemimpinan adalah keberanian mengambil kebijakan demi kepentingan publik, meskipun tidak selalu populer. Pesan ini disampaikannya saat membuka Latihan Kader II (Intermediate Training) Nasional HMI Cabang Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (19/1).
​Dalam arahannya, dr. Christian menegaskan bahwa kaderisasi adalah proses pembentukan karakter. Ia mengingatkan bahwa jalan menuju kepemimpinan sejati sering kali terjal dan menantang integritas seorang pemimpin.
​"Pemimpin harus berani meskipun tidak populer. Dalam banyak kebijakan, keberanian itu diuji. Namun di jalan yang sunyi itulah kebenaran sering ditemukan," tegas dr. Christian.

​Ia mencontohkan kebijakan pembatasan jam musik serta kewajiban helm full face yang sempat menuai kritik, namun terbukti efektif menciptakan ketertiban di Kota Kupang. Baginya, kesuksesan bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil persiapan matang yang bertemu dengan kesempatan.

​Menanggapi tema kegiatan tentang Artificial Intelligence (AI), Wali Kota mengingatkan kader HMI agar tidak kehilangan kompas moral di era digital. Ia menegaskan bahwa teknologi secanggih apa pun tetap memerlukan kendali etika manusia.
​"AI adalah alat bantu, bukan pemimpin. Manusia harus tetap berada di depan dengan kompas moral dan etika yang kuat," ujarnya.
​Di sisi lain, dr. Christian memaparkan capaian signifikan Kota Kupang sepanjang 2025, mulai dari predikat 10 besar Kota Toleran hingga penghargaan perencanaan pembangunan dari Bappenas. Prestasi ini diperkuat dengan survei Universitas Nusa Cendana (Undana) yang mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 80,1%, angka tertinggi dalam sejarah pemerintahan kota.

​Menutup sambutannya, ia mengajak kader HMI untuk terus menjadi "lilin-lilin kecil" yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kupang, Muhammad Farid Ridha, menyatakan komitmennya untuk menjadikan kaderisasi ini sebagai ruang penguatan nalar kritis dalam merespons revolusi digital.

​Editor: dwn//gpi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...