Selasa, 27 Januari 2026

​Wali Kota Kupang Gandeng BBPOM: Targetkan Kota Aman Pangan dan Perangi Kanker Serviks

KUPANG, PENA INDONESIA – Pemerintah Kota Kupang resmi memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang guna mengawal sejumlah agenda strategis kesehatan. Fokus utama kolaborasi ini mencakup program sejuta vaksin HPV, pengawasan ketat penggunaan antibiotik, hingga percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

​Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Kepala BBPOM Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., di ruang kerjanya pada Jumat (23/1). Dalam pertemuan tersebut, dr. Christian didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Alfred Lakabela.

Akselerasi Vaksinasi HPV dan Pencegahan Kanker
​Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik, memaparkan bahwa salah satu agenda mendesak adalah pelaksanaan Program Sejuta Vaksin HPV dalam rangka HUT BBPOM ke-25. Program yang menggandeng Kementerian Kesehatan dan KORPRI ini menyasar ASN perempuan dan masyarakat umum sebagai langkah preventif melawan kanker serviks.

​"Antusiasme di Kota Kupang sangat tinggi. Hingga saat ini tercatat 321 pendaftar, melampaui kuota awal 100 dosis vaksin bersertifikat halal," ungkap Sem Lapik.

​Menanggapi hal itu, Wali Kota Christian Widodo menyatakan kesiapan penuh jajarannya. Ia menginstruksikan agar pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di RSUD S.K. Lerik demi menjamin sterilitas dan kenyamanan fasilitas.

​"Pemerintah Kota siap mendukung penuh. Kami akan segera menerbitkan edaran resmi dan mengoptimalkan kanal informasi pemkot agar sosialisasi ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat," tegas dr. Christian. Beliau berharap ASN dapat menjadi garda terdepan dalam kesadaran deteksi dini kesehatan.

Visi Kota Aman Pangan dan Barometer Antibiotik
​Selain vaksinasi, audiensi tersebut membahas isu krusial terkait keamanan konsumsi publik. BBPOM mendorong Pemkot Kupang untuk menjadi barometer nasional dalam penggunaan antibiotik yang tepat guna mencegah resistensi obat di masyarakat.

​Lebih jauh, program Kota Aman Pangan diproyeksikan menjadi prioritas nasional sepanjang 2025–2026. BBPOM juga melaporkan bahwa akses layanan mereka kini semakin dekat dengan warga melalui perluasan gerai di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang.

​Guna memastikan semua rencana tersebut berjalan sistematis, Wali Kota mengusulkan pembentukan satuan kerja khusus.

​"Saya mengusulkan pembentukan satuan kerja yang dikoordinasikan langsung oleh Dinas Kesehatan. Koordinasi lintas sektor adalah kunci agar pengawasan antibiotik dan target Kota Aman Pangan ini benar-benar terwujud," tambah Wali Kota.

​Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bahwa sinergi antara regulator obat-makanan dan pemerintah daerah merupakan fondasi utama dalam meningkatkan derajat kesehatan warga Kota Kupang secara berkelanjutan.

​Laporan: Ronald Pello
Foto: Eman Hala
Editor: Tim Pena Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala

​ KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rum...