AIMERE, Pena Indonesia – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, membawa angin segar bagi industri minuman tradisional saat menyambangi sentra produksi Moke di Desa Legelapu, Aimere, Selasa (27/1).
Bukan sekadar kunjungan formal, Gubernur Melki langsung menantang para perajin yang tergabung dalam Kelompok Mitra Leg untuk mengubah wajah "Sopi" Aimere menjadi produk premium yang siap bersaing di pasar modern melalui standarisasi dan pengemasan yang menjual.
Kualitas dan Gengsi Produk
Dalam dialog yang berlangsung di jantung produksi tersebut, poin utama yang ditekankan adalah peningkatan nilai tambah. Gubernur menegaskan bahwa Moke bukan lagi sekadar minuman tradisi, melainkan motor ekonomi kerakyatan yang harus dikelola secara profesional.
Standarisasi Produksi: Gubernur menginstruksikan pembentukan tim kecil untuk koordinasi teknis dengan Pemerintah Provinsi guna menjamin kualitas produksi dari hulu ke hilir.
Revolusi Kemasan: Masalah klasik produk lokal adalah tampilan. Gubernur mendorong perbaikan packaging agar moke memiliki nilai jual tinggi secara visual.
Akses Pasar Elit: Produk moke Aimere yang lolos kualifikasi akan dipasarkan melalui NTT Mart by Dekranasda Ngada, memberikan akses langsung ke konsumen menengah ke atas.
Moke Sebagai Penggerak Ekonomi
Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, yang mendampingi kunjungan tersebut mengonfirmasi bahwa ekosistem usaha moke di Aimere terus bertumbuh pesat. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi diharapkan mampu menghapus stigma negatif dan memperkuat posisi moke sebagai produk unggulan daerah yang legal, higienis, dan menguntungkan secara finansial bagi masyarakat Desa Legelapu.
Pemerintah Provinsi NTT kini resmi memasang badan untuk mendukung penuh UMKM berbasis kearifan lokal ini sebagai tulang punggung ekonomi baru di Bumi Flobamora.
Editor: LL//gpi
Source: Biro Humas Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar