KUPANG, Pena Indonesia – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau langsung lokasi bencana angin kencang di Kelurahan Belo, Sabtu (24/1), kurang dari 24 jam setelah kejadian. Selain memastikan penyaluran bantuan logistik, Wali Kota menginstruksikan pendataan total rumah rusak dan penanganan medis bagi warga yang terluka.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo meninjau korban bencana angin kencang di Belo
Bencana yang terjadi pada tengah malam sebelumnya tersebut dilaporkan merusak 45 rumah warga dan satu tempat ibadah, Gereja GMIT Yegar Sahaduta. Beberapa warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.
"Kami hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi musibah ini. Seluruh rumah yang terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat, akan didata untuk mendapatkan bantuan perbaikan," ujar dr. Christian saat berdialog dengan warga di RT 02 RW 08 Kelurahan Belo.
Respon Darurat dan Jaminan Medis
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik pangan dan terpal. Bahkan, Wali Kota menawarkan Rumah Jabatan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni.Terkait korban luka, dr. Christian mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi kepesertaan BPJS bagi warga terdampak yang belum tercover. Hal ini dilakukan untuk menjamin biaya perawatan medis di rumah sakit tetap gratis.
Perbaikan Sarana Ibadah
Menanggapi kerusakan serius pada Gereja GMIT Yegar Sahaduta, Wali Kota menegaskan pemerintah akan masuk melalui skema penanganan bencana (force majeure).
"Secara regulasi, bantuan sosial keagamaan biasanya ada rentang waktu dua tahun. Namun karena ini kondisi darurat di luar perkiraan, pemerintah akan segera membantu agar gereja bisa kembali digunakan untuk beribadah," jelasnya.
Data Terkini Kerusakan
Lurah Belo, Robinson Emlimasir Lona, menjelaskan bahwa berdasarkan verifikasi lapangan terbaru, jumlah bangunan terdampak meningkat dari laporan awal 35 unit menjadi 45 unit rumah. Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT dan Kota Kupang, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Editor: dwn//gpi
Source: prokopim setda Kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar