KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, bergerak cepat merespons dampak bencana angin puting beliung di Kelurahan Bello, Kota Kupang. Pada Minggu (25/1), Wagub Johni menyerahkan langsung bantuan sembako kepada warga terdampak di Gereja GMIT Yegar Sahaduta, Klasis Kota Kupang Barat.
Kehadiran Wagub yang didampingi Staf Ahli TP PKK NTT, Ny. Vera Christina Sirait Asadoma, diawali dengan mengikuti ibadah bersama jemaat. Meski kondisi fisik gedung gereja mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan angin, pelayanan ibadah tetap berjalan khidmat.
Pesan Penguatan dan Solidaritas
Wagub Johni dalam arahannya meminta masyarakat untuk tetap solid dan menjaga kepedulian antar-sesama di masa pemulihan. Ia mengapresiasi keteguhan jemaat yang tetap hadir beribadah meski di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.
"Situasi ini sulit, tapi kekeluargaan harus tetap dijaga. Kehadiran bapak dan ibu di sini meski kondisi gedung rusak adalah bukti kekuatan iman. Kita harus tetap bersyukur karena dalam kondisi apapun, penyertaan Tuhan tetap ada bagi kita," ujar Wagub Johni.
Intervensi Pemerintah Provinsi
Wagub menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian medis dan logistik yang memadai. Penyerahan sembako ini merupakan langkah awal untuk meringankan beban ekonomi warga.
"Pemerintah Provinsi turut prihatin. Bantuan ini adalah wujud tanggung jawab kami. Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak tidak terputus," tegasnya.
Data Kerusakan dan Korban
Berdasarkan data rilis biro Humas, total dampak puting beliung di wilayah tersebut mencakup:
1. 35 unit rumah warga mengalami kerusakan (ringan hingga berat).
2. 1 fasilitas ibadah (Gereja GMIT Yegar Sahaduta) rusak.
3. 3 warga luka-luka dan saat ini sedang dalam perawatan medis di rumah sakit.
Sehari sebelumnya, Sabtu (24/1), Wagub Johni telah meninjau langsung lokasi bencana di Bello untuk memetakan kerusakan. Peninjauan lapangan tersebut bertujuan agar respons taktis pemerintah dalam perbaikan infrastruktur dan bantuan sosial berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.
Editor: LL//gpi
Source: biro humas prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar