Suntikan Modal Rp 38 Miliar hingga Pangkas Direksi, Ini 5 Hasil Krusial RUPS LB Bank NTT!
KUPANG, GARIS PENA INDONESIA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) yang digelar di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026), menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Rapat maraton yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) ini menjadi momentum perombakan besar-besaran, mulai dari struktur kepengurusan, aspek kelembagaan, hingga komitmen penyaluran modal.
Hadirnya para Bupati dan Wali Kota se-NTT selaku pemegang saham, serta perwakilan dari Bank Jatim selaku mitra Kelompok Usaha Bank (KUB), menegaskan bahwa pertemuan ini krusial demi menyelamatkan sekaligus menggenjot performa bank kebanggaan masyarakat Flobamora tersebut.
Berikut adalah 5 poin penting hasil kesepakatan RUPS dan RUPS LB Bank NTT yang berhasil dihimpun:
1. Perombakan Pengurus: Direktur Kepatuhan Baru dari Bank Jatim
Salah satu keputusan paling progresif dalam RUPS LB kali ini adalah pemberhentian dengan hormat Christophel Adoe dari jabatan Direktur Kepatuhan. Berdasarkan rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan demi memperkuat sinergi KUB, posisi strategis ini kini dipercayakan kepada Revi Adiana Silawati, yang merupakan perwakilan dari Bank Jatim. Jika tidak ada aral melintang, pelantikan Revi akan dilaksanakan besok, Selasa (26/5/2026).
Selain itu, para pemegang saham juga resmi mengusulkan Plh. Sekda Provinsi NTT, Rita Wuisan, untuk menempati posisi sebagai calon Komisaris Independen Bank NTT.
2. Pangkas Struktur Organisasi Demi Efisiensi
Menindaklanjuti garis arahan OJK, para pemegang saham sepakat melakukan perampingan struktur kepengurusan agar jalannya roda perusahaan jauh lebih efisien dan lincah. Rencana awal yang mematok 7 direksi dan 5 komisaris resmi dipangkas. Struktur baru Bank NTT kini diciutkan menjadi hanya 5 direksi dan 3 komisaris.
3. Dividen Rp151 Miliar Dikukuhkan dan LPJ Diterima
Kendati Plt. Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengakui realisasi angka performa masih di bawah target awal, seluruh pemegang saham secara bulat menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) direksi dan komisaris untuk Tahun Buku 2025. RUPS juga mengukuhkan pembagian dividen sebesar Rp151 miliar untuk Tahun Buku 2025, dengan porsi pembagian per daerah yang disepakati sama persis dengan tahun sebelumnya.
4. Transformasi Menjadi 'Perseroda' dan Tambahan Modal Rp38 Miliar
Mengikuti rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bank NTT akan segera melakukan transformasi kelembagaan dengan mengubah status badan hukumnya menjadi Bank NTT Perseroda.
Langkah ini juga diperkuat dengan komitmen penambahan modal baru senilai Rp38 miliar dari para pemegang saham. Menariknya, suntikan modal ini tidak hanya disetor dalam bentuk uang tunai (fresh money), melainkan dapat dikombinasikan melalui optimalisasi aset daerah (inbreng).
5. Kabar Baik UMKM: Penyaluran KUR Aktif Kembali Akhir Mei
Bagi para pelaku usaha di NTT, keputusan ini menjadi angin segar yang paling dinantikan. Manajemen Bank NTT memastikan bahwa program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)—yang sempat tertahan karena proses re-registrasi dan pembenahan sistem internal—akan kembali berjalan aktif pada akhir Mei 2026 ini. Langkah ini diharapkan mampu langsung menggenjot perputaran ekonomi riil di berbagai kabupaten/kota.
Jalannya RUPS dan RUPS LB kemarin berlangsung dinamis dan penuh dinamika. Para kepala daerah secara jeli membedah satu per satu parameter aset serta proyeksi bisnis ke depan. Namun, rapat berakhir kondusif dengan satu visi bersama: membawa Bank NTT menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat, akuntabel, dan kompetitif.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
Komentar
Posting Komentar