Sikapi Isu Ekonomi, APINDO NTT Bedah Krisis LPG hingga Peluang Program Makan Bergizi Gratis
KUPANG, PENAINDONESIA – Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia Nusa Tenggara Timur (DPP APINDO NTT) menggelar rapat konsolidasi pengurus dan anggota di Sekretariat DPP APINDO NTT, Gedung BPK Central Pitoby, Kupang. Pertemuan strategis ini fokus membedah tantangan ekonomi makro, regulasi daerah, hingga peluang bisnis baru di wilayah NTT.
Rapat dibuka oleh Sekretaris Umum APINDO NTT, Toni Angtariksa Dima, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP APINDO NTT, Bobby Tinung Pitoby, MBA, didampingi Bendahara Umum, Rudi Rikony.
3 Isu Krusial Hasil Rapat APINDO NTT:
- Krisis Kelangkaan LPG 12 Kg: APINDO NTT menyoroti kelangkaan elpiji non-subsidi yang memicu lonjakan harga, terutama di kawasan wisata seperti Labuan Bajo. Kelangkaan ini bahkan sempat menghentikan operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kupang, Manggarai, hingga Sumba. APINDO mendesak pengawasan ketat distribusi energi dari hulu ke hilir.
- Tekanan Regulasi dan Fluktuasi Rupiah: Pelaku usaha mengeluhkan fluktuasi nilai tukar Rupiah yang mempersulit pengadaan bahan baku impor. Kondisi ini diperparah oleh regulasi perpajakan baru. APINDO mendorong pemerintah daerah memberikan simplifikasi aturan dan insentif tambahan demi menjaga ruang ekspansi bisnis.
- Peluang Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Di tengah tantangan, APINDO NTT membidik peluang dari program MBG inisiasi Badan Gizi Nasional (BGN). APINDO berkomitmen mendorong UMKM dan distributor lokal masuk dalam ekosistem rantai pasok, khususnya untuk komoditas telur dan kentang, guna membangun sentra produksi lokal yang mandiri.
Tindak Lanjut: Agenda RDP dengan DPRD NTT
Sebagai langkah konkret, Ketua Umum DPP APINDO NTT, Bobby Tinung Pitoby, menegaskan pihaknya akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi NTT. Langkah ini diambil untuk menyuarakan aspirasi pelaku usaha sekaligus merumuskan solusi regulasi bersama pemerintah demi menjaga stabilitas investasi di NTT
editor:teampenaindonesia
Komentar
Posting Komentar