Sidak NTT Mart, Wamen PANRB Terpukau Inovasi Produk Lokal Non-Pabrikan

KUPANG, PENA INDONESIA – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto, memberikan sinyal positif terhadap transformasi pemasaran produk lokal di Nusa Tenggara Timur. Dalam kunjungan kerjanya ke Gerai NTT Mart Palapa, Kota Kupang, Senin (11/5/2026), Purwadi menilai pola manajerial dan pengemasan produk UMKM NTT telah memenuhi standar profesional.

​Didampingi Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Wamen PANRB meninjau langsung berbagai komoditas unggulan, mulai dari tenun ikat lintas kabupaten, pangan lokal, kopi, hingga kerajinan tangan. Purwadi menyoroti pentingnya aspek orkestrasi dalam pengelolaan UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Standarisasi dan Legalitas Jadi Kunci
​Dalam keterangannya, Purwadi menekankan bahwa keberhasilan NTT Mart bukan hanya terletak pada varietas produk, melainkan pada ekosistem pendukungnya. Ia menggarisbawahi empat poin utama yang menurutnya telah berjalan dengan baik di gerai tersebut:

​1. Penataan Produk: Estetika gerai yang meningkatkan nilai jual.

2. Legalitas: Kepastian hukum dan sertifikasi produk yang memberikan rasa aman bagi konsumen.

3. ​Kualitas Kemasan: Transformasi dari bungkus konvensional ke kemasan modern yang membanggakan.

4. ​Kualitas Pelayanan: Keramahan petugas sebagai representasi reformasi pelayanan publik.

​"Hari ini saya melihat bagaimana UMKM itu diorkestrasi secara baik. Produk-produk kain tenun dari berbagai daerah di NTT sangat memperkaya khazanah tekstil kita. Jika berkunjung ke NTT tapi tidak mampir ke sini, rasanya kurang tepat," tegas Purwadi di sela-sela peninjauannya.

Komitmen Ekonomi Kerakyatan
​Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan bahwa NTT Mart bukan sekadar toko retail, melainkan instrumen pemerintah untuk "memuliakan" pelaku usaha kecil. Target utamanya adalah memastikan produk masyarakat memiliki akses pasar yang konkret dan berkelanjutan.

​"Pemerintah Provinsi NTT ingin memastikan pelaku usaha kecil bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas. Kehadiran pasar yang jelas adalah kunci agar ekonomi kerakyatan benar-benar hidup," kata Johni.

Evaluasi Pelayanan Publik
​Sebelum meninjau sektor UMKM, Wamen Purwadi dan Wagub Johni melakukan inspeksi mendadak ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kupang Kota. Peninjauan ini dilakukan untuk memvalidasi kualitas pelayanan publik secara langsung di lapangan.

​Wamen PANRB menekankan agar setiap unit pelayanan tetap mengedepankan aspek kecepatan dan responsivitas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

​Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT, khususnya dalam mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi lokal dengan standar pelayanan publik yang prima demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Editor: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Biro Administrasi Pemerintahan Setda Prov NTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo