PJKR Undana Transformasi Kurikulum: Cetak Lulusan Unggul Berjiwa Sport Edupreneurship


KUPANG – Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi melakukan langkah revolusioner dalam dunia pendidikan olahraga. Melalui implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), PJKR Undana kini bertransformasi menjadi pusat pengembangan Sport Edupreneurship guna mencetak lulusan yang adaptif terhadap industri olahraga modern di kawasan Indonesia Timur.

​Perubahan strategi ini merupakan respons nyata terhadap dinamika pasar kerja. Lulusan PJKR tidak lagi diproyeksikan hanya sebagai guru olahraga konvensional, melainkan dibekali kompetensi manajerial untuk merambah sektor manajemen event, jurnalisme olahraga, hingga industri jasa kebugaran.

Inovasi Kurikulum dan Karakter

​Ketua Prodi PJKR Undana, Ronald Dwi Ardian Fufu, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa mahasiswa kini dibekali mata kuliah khusus seperti Kewirausahaan Olahraga dan penguasaan teknologi informasi.

​"Kami ingin lulusan memiliki jiwa manajerial dan wirausaha. Selain kompetensi teknis sebagai pendidik atau pelatih, penguasaan bahasa Inggris dan teknologi menjadi kunci agar mereka mampu bersaing di level internasional," ujar Ronald, Senin (2/3/2026).

​Menariknya, Undana tetap mengintegrasikan nilai lokal dan integritas melalui mata kuliah penciri seperti Budaya Lahan Kering dan Pendidikan Anti Korupsi, memastikan lulusan memiliki karakter yang kuat di samping keahlian profesional.

Kualitas Dosen dan Akreditasi Menuju Unggul

​Untuk mendukung visi besar tersebut, PJKR Undana memperkuat barisan tenaga pendidiknya. Saat ini, 12 dosen tetap aktif terlibat dalam penelitian hibah bersaing serta program sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

​Peningkatan produktivitas dalam penulisan jurnal ilmiah dan buku menjadi agenda prioritas tahun ini. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan prodi untuk meraih akreditasi Unggul, sekaligus memastikan transfer ilmu kepada 554 mahasiswa aktif tetap relevan dengan perkembangan sains olahraga global.

Ekosistem Prestasi yang Dinamis

​Transformasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terbukti dengan stabilnya animo mahasiswa baru yang terbagi dalam tiga kelas setiap tahunnya. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terjun langsung dalam pengelolaan ekosistem olahraga melalui:

  • ​Penyelenggaraan turnamen futsal, voli, dan sepak takraw.
  • ​Lomba microteaching dan karya tulis ilmiah nasional.
  • ​Kejuaraan senam tingkat nasional.

​Melalui roadmap penelitian yang terarah dan kurikulum inovatif ini, PJKR Undana berkomitmen menjadi garda terdepan di Indonesia Timur dalam menghasilkan SDM olahraga yang sehat secara fisik, profesional secara akademik, dan berdaya saing secara ekonomi.

Sumber: ollien mongol

Foto : Aisah

Editor: PenaIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo