Penutupan HIPMI: Gubernur NTT Tantang Optimalkan Dana KUR Rp1 Triliun dan Lahan Tidur
KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi menutup Rakerda, Diklatda, dan Forbisda BPD HIPMI NTT di Hotel Harper Kupang, Sabtu (2/5/2026) malam. Dalam arahannya, Melki menekankan perlunya perubahan pola pikir pengusaha muda dari konsumtif menjadi produktif untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Akses KUR dan Kemudahan Skema Pembiayaan
Melki menyoroti rendahnya rasio pengusaha di NTT dan mendorong anggota HIPMI memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT yang memiliki plafon hingga Rp1 triliun. Ia bahkan mengusulkan adanya skema khusus bagi anggota HIPMI agar birokrasi pembiayaan lebih fleksibel.
"Kalau ada kendala di lapangan, sampaikan. Pemerintah siap memfasilitasi," tegas Melki.
Garap Program Pusat dan Lahan Tidur
Pengusaha muda NTT diminta tidak hanya menjadi penonton dalam program strategis nasional. Beberapa poin instruksi Gubernur di antaranya:
1. Program Makan Bergizi Gratis: HIPMI harus mengambil peran dalam rantai pasok lokal.
2. Industri Garam Rote: BPC HIPMI Rote diinstruksikan segera merumuskan langkah konkret untuk pengembangan tambak garam seiring proses pembebasan lahan yang sedang berjalan.
3. Optimalisasi Lahan: BPC di kabupaten/kota diminta berkoordinasi dengan kepala daerah untuk mengidentifikasi lahan tidur yang bisa dikelola menjadi sektor produktif.
Implementasi Jadi Tolok Ukur
Ketua BPD HIPMI NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, menegaskan bahwa keberhasilan rangkaian acara ini bukan pada hasil forum, melainkan pada eksekusi setelahnya. Ia menuntut anggota HIPMI menjadi motor penggerak ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja di daerah masing-masing.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh jajaran BPP HIPMI, Kadis Koperasi dan UKM NTT Linus Lusi, serta Karo Perekonomian dan Adminbang Setda NTT Selfi H. Nange. E
Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Biro Administrasi Pemerintahan Setda Prov NTT
Komentar
Posting Komentar