Misi Besar Undana di Hardiknas 2026: Dari Konsumen Menjadi Pencipta Ilmu Dunia
KUPANG, PENA INDONESIA – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Gedung Rektorat, Senin (4/5/2026). Mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, momentum ini menjadi refleksi penting bagi seluruh civitas akademika untuk mengembalikan esensi pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.
Upacara dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. Dalam kesempatan tersebut, negara turut memberikan penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 119 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Undana atas dedikasi dan kesetiaan mereka dalam mengabdi kepada negara.
Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045
Membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rektor Jefri Bale menegaskan bahwa pendidikan adalah jawaban paling strategis menghadapi tantangan global yang kian kompleks. Ia menyebut pendidikan sebagai "jantung peradaban" yang harus dirawat dengan prinsip Asah, Asih, dan Asuh sesuai warisan Ki Hajar Dewantara.
“Filosofi ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SDM unggul. Ada tiga pilar utama motor transformasi kita: perluasan akses inklusif, kolaborasi lintas sektor, dan riset yang berdampak nyata,” ujar Prof. Jefri.
Undana berkomitmen memastikan pemerataan akses pendidikan tanpa sekat ekonomi melalui instrumen KIP Kuliah, Beasiswa Afirmasi, dan bantuan UKT. Kampus diarahkan menjadi pusat solusi bagi masyarakat, terutama melalui riset di sektor ketahanan pangan dan kesehatan.
Apresiasi Loyalitas Pegawai
Puncak peringatan ditandai dengan penyematan Satyalancana Karya Satya. Berdasarkan Keputusan Presiden RI, penghargaan ini diberikan kepada dosen dan staf yang telah menunjukkan integritas serta loyalitas selama masa dinas.
Rincian Penerima Satyalancana Karya Satya:
1. Kategori 30 Tahun: 6 orang
2. Kategori 20 Tahun: 42 orang
3. Kategori 10 Tahun: 71 orang
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol apresiasi negara terhadap individu yang konsisten menjaga kejujuran dan profesionalitas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menjadi Pencipta Ilmu Dunia
Menutup sambutannya, Rektor menekankan visi besar agar Indonesia bertransformasi dari konsumen ilmu pengetahuan menjadi pencipta ilmu berkelas dunia. Semangat riset global terus dipacu dengan harapan lahirnya inovasi besar, bahkan peraih Nobel dari tanah air di masa depan.
Peringatan Hardiknas 2026 di Undana menegaskan pesan kuat: kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari keberhasilan membangun peradaban yang bermartabat dan berdaya saing global.
Editor: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Ollien Manggol//Undana
Komentar
Posting Komentar