Lulus 100 Persen UKMPPD, 12 Dokter Baru Undana Resmi Dilantik

KUPANG, PENA INDONESIA – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali memperkuat sektor kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pelantikan 12 dokter baru. Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Periode XLVIII ini berlangsung di Aula Rektorat Undana pada Rabu (7/5/2026), dengan catatan prestasi gemilang yakni kelulusan first taker 100 persen pada ujian kompetensi nasional.

​Seluruh lulusan kedokteran tersebut tercatat berhasil menyelesaikan masa pendidikan profesi dengan waktu rata-rata 1 tahun 8 bulan. Durasi ini tergolong lebih efisien dibandingkan standar normal pendidikan profesi dokter yang umumnya memakan waktu dua tahun. Pencapaian tersebut menjadi indikator penguatan kualitas pendidikan medis di Undana yang semakin kompetitif di tingkat nasional.

​Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., dalam laporannya menegaskan bahwa seluruh peserta dari Undana yang mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Februari 2026 dinyatakan lulus murni tanpa mengulang.

​“Kami bangga karena seluruh peserta Undana lulus sebagai first taker. Di tengah ketatnya standar nasional di mana banyak institusi lain yang mahasiswanya harus mengulang, capaian 100 persen ini adalah prestasi luar biasa bagi institusi kami,” ujar Dr. Christina.

​Pada periode ini, dr. Claudio Stefanovic, S.Ked., ditetapkan sebagai lulusan terbaik dengan raihan IPK tertinggi 3,93 serta nilai OSCE mencapai 89,98. Sementara itu, untuk nilai CBT tertinggi diraih oleh dr. Claudio dan dr. Agustina Maria Monilobo, S.Ked., dengan skor 94,66.

​Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam arahannya menekankan pentingnya dokter menjaga integritas dan kedekatan dengan masyarakat. Beliau menegaskan bahwa profesi medis merupakan pengabdian kemanusiaan yang berlandaskan sumpah kepada Tuhan.

​“Jangan biarkan status profesi menjadi pembatas dengan rakyat kecil. Senyum tulus dan empati seorang dokter adalah bagian utama dari proses penyembuhan pasien serta penenang bagi keluarga mereka,” tegas Prof. Jefri.

​Senada dengan hal tersebut, Direktur RSUP dr. Ben Mboi Kupang, dr. Robinzon Gunawan Fanggidae, Sp.An., mengingatkan tantangan nyata pelayanan kesehatan di NTT. Ia menekankan bahwa selain kecerdasan intelektual, karakter dan etika dokter akan diuji saat bertugas di wilayah dengan fasilitas yang terbatas.

​Sebagai bagian dari misi pembangunan daerah, FKKH Undana terus mendorong para lulusannya untuk bersedia kembali ke daerah-daerah di pelosok NTT. Langkah ini bertujuan untuk pemerataan layanan kesehatan primer yang berkualitas di seluruh kabupaten.
​Guna mendukung visi tersebut, Undana kini melakukan langkah strategis dengan memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan. Saat ini, Undana telah membuka dua program studi spesialis baru serta tengah mempersiapkan pembukaan program profesi apoteker dan keperawatan. Upaya ini dilakukan agar putra-putri NTT dapat menempuh pendidikan medis berkualitas tanpa harus keluar daerah, sekaligus menjamin ketersediaan tenaga medis yang berkelanjutan bagi NTT.

​Editor: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Ollien Manggol

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo