Kejar Ketertinggalan, Gubernur Melki: ASN Jangan Lembek, Siapkan Data atau Kehilangan Peluang!
KUPANG, PENA INDONESIA– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melempar peringatan keras kepada jajarannya agar tidak terlena dengan banyaknya hari libur di bulan Mei. Dalam apel bersama ASN lingkup Pemprov NTT di halaman Gedung Sasando, Senin (4/5), Melki menegaskan bahwa efektivitas kerja adalah harga mati jika NTT ingin menangkap peluang dari pemerintah pusat.
Gubernur Melki mengingatkan bahwa "serbuan" menteri ke Bumi Flobamora belakangan ini harus dijawab dengan kesiapan data yang akurat, bukan sekadar sambutan seremonial.
Data Akurat: Kunci Utama Serap Program Pusat
Melki menyoroti seringnya NTT kehilangan peluang program nasional akibat data yang tidak sinkron atau telat disiapkan. Ia memerintahkan seluruh kepala perangkat daerah untuk segera merapikan integrasi data, mulai dari sektor infrastruktur, UMKM, hingga program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Menteri-menteri datang silih berganti ke NTT. Ini peluang emas. Kalau data kita tidak siap, jangan salahkan jika bantuan dialihkan ke daerah lain yang lebih sigap," tegas Melki di hadapan Wagub Johni Asadoma dan jajaran pimpinan perangkat daerah.
Revolusi Jam Belajar dan Proteksi Karya Anak NTT
Selain masalah birokrasi, Gubernur juga meluncurkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar. Kebijakan ini bukan sekadar tugas sekolah tambahan, melainkan upaya memutus kecanduan gawai pada anak dan mengembalikan peran orang tua dalam mendampingi anak belajar dari Senin hingga Jumat.
Tak hanya soal pendidikan, Melki juga menaruh perhatian serius pada perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI). Ia mencontohkan kasus lagu viral ‘Lu Kenal Veronica Ko’ ciptakan Very Klau yang mulai diklaim pihak lain karena tidak dipatenkan.
"Sangat miris jika kreativitas anak NTT hanya dinikmati orang lain sementara penciptanya tidak mendapat apa-apa. Jajaran Pemprov harus peka dan membantu memfasilitasi perlindungan hukum atas karya-karya inovatif anak daerah kita," pesannya.
Stabilitas Daerah dan Kesejahteraan Buruh
Menutup arahannya, Gubernur mengapresiasi kondusivitas peringatan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei lalu. Baginya, kedewasaan masyarakat NTT dalam menyampaikan aspirasi secara damai adalah modal kuat bagi stabilitas investasi dan pembangunan daerah ke depan.
Melalui instruksi ini, Gubernur Melki mengirim pesan jelas: NTT tidak butuh ASN yang sekadar mengisi daftar hadir, melainkan penggerak yang cepat, akurat, dan berorientasi pada perlindungan aset daerah.
EDITOR: Team Garis Pena Indonesia
SUMBER: Biro Administrasi Pemerintahan Setda Provinsi NTT
Komentar
Posting Komentar