KASIH TANPA BATAS: Dari Beverly Hills untuk Kupang, Jejak Kemanusiaan Mrs. Rowiy Fisbach Fangidae yang Menginspirasi Dunia

KUPANG, PENA INDONESIA – Meski raga terpisah jarak ribuan mil antara Beverly Hills dan Kota Kupang, kasih Mrs. Rowiy Fisbach Fangidae terhadap tanah kelahirannya tidak pernah luntur. Pada Rabu (13/05/2026), sebuah perayaan syukur yang penuh khidmat digelar di Hotel Cahaya Bapa, Kupang. Acara ini didedikasikan khusus bagi kaum lansia, anak yatim, dan keluarga besar Fangidae, dihadiri pula oleh Sekretaris Dinas Sosial Kota Kupang, Bpk. Gabriel Meo Wio, SP.

​Walaupun saat ini berada di luar negeri, Mrs. Rowiy Fisbach dan suami memilih merayakan momen pertambahan usia dengan berbagi kasih bersama masyarakat. Acara ini merupakan ungkapan syukur atas ulang tahun Mr. Jonathan Fisbach ke-55 pada 25 April lalu, serta ulang tahun Mrs. Rowiy Fisbach ke-58 pada 5 Mei.

Biografi & Sejarah Hidup: Tumbuh dalam Iman dan Pelayanan
Mrs. Rowiy Fisbach adalah anak pertama dari Pendeta Eli Fangidae dan Ibu Yahya Padji Lomi. Tumbuh besar dari orang tua yang merupakan misionaris, benih kepedulian telah tertanam kuat di hatinya sejak kecil. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus; beliau pernah merasakan pahitnya kehilangan tempat tinggal, yang menempa kepekaannya terhadap penderitaan sesama.

Kiprah Profesional dan Pengabdian di Amerika
Di Amerika Serikat, Mrs. Rowiy Fisbach membangun karier dan reputasi yang luar biasa di bidang sosial. Beliau menjabat sebagai Kepala sub direktorat (Kasubdit) di Instansi Pejabat Sosial (Kanwil Sosial Cabang Amerika). Dalam kapasitas profesionalnya, beliau mengelola fasilitas Boarding Care dan Nursing Home, serta memiliki kewenangan dalam menyetujui penjaminan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan rumah subsidi. Ketegasan dan efisiensinya dalam bekerja tercermin dari prinsipnya bahwa segala bantuan harus segera dipenuhi setelah disetujui.

​Sinergi Kasih Bersama Mr. Jonathan Fisbach
Langkah kemanusiaan Mrs. Rowiy Fisbach semakin kokoh bersama sang suami, Mr. Jonathan Fisbach, seorang veteran militer Amerika Serikat. Pasangan ini telah menjalani masa pernikahan puluhan tahun dengan visi pelayanan yang sama. Dukungan dari Mr. Jonathan Fisbach memperkuat komitmen mereka untuk tetap menoleh ke Kota Kupang meski menetap di California.

​Kedermawanan yang Terukur dan Berkelanjutan

Kedermawanan Mrs. Rowiy Fisbach bukanlah aksi spontan, melainkan komitmen yang sangat terorganisir:

1. ​Donasi Kesehatan & Kemanusiaan: Menjadi donatur tetap Palang Merah Internasional (PMI) sejak tahun 2000 dan Yayasan Kanker Internasional sejak 2007. Beliau juga memberikan bantuan rutin bagi penderita HIV dan AIDS sejak tahun 2010 dengan nilai mencapai 30.000$ (sekitar Rp568 Juta) per bulan, sebuah misi yang dijalankan atas amanah dari sang Ibu. 

2. Bantuan Rutin: Beliau mengalokasikan donasi rutin setiap bulan sebesar 7.500$ (sekitar Rp135 Juta) yang disalurkan setiap tanggal 23, serta donasi khusus menyambut Thanksgiving pada bulan November dan Desember sebesar Rp219 Juta.

3. ​Aset untuk Sesama: Memiliki aset berupa 19 apartemen/kondominium serta 3 rumah yang tersebar di beberapa lokasi seperti Beverly Hills, Ottawa, hingga Oregon. Namun, bagi Mrs. Rowiy Fisbach, kekayaan ini bertujuan untuk dibagikan kepada orang-orang yang kesulitan setiap bulannya.

4. ​Wasiat untuk Rakyat: Sebagai bukti cinta tulusnya, Mrs. Rowiy Fisbach telah menyiapkan wasiat resmi untuk pemerintah yang akan disalurkan melalui Kantor Sosial guna menyejahterakan masyarakat kembali di masa depan.

Karakter & Nilai Hidup
Bagi Mrs. Rowiy Fisbach, segala tindakan sosialnya—mulai dari memperbaiki rumah janda, memfasilitasi keluarga prasejahtera di hotel berbintang, mendukung komunitas pecinta hewan di Bali, hingga bantuan modal usaha—murni lahir dari iman dan juga terinspirasi oleh sang ibu. Mrs. Rowiy Fisbach dikenal tegas namun lembut; baginya, kebaikan tidak boleh ditunda. Melalui perayaan di Hotel Cahaya Bapa pada tanggal 14 Mei kemarin, beliau kembali membuktikan bahwa jarak bukanlah penghalang bagi cinta kasih untuk menjadi berkat bagi ribuan nyawa.

Penulis: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo