Gubernur NTT Pilih Pengurus Berpengalaman 30 Tahun untuk Bank NTT, KIB, & Flobamor
KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur Nusa Tenggara Timur secara resmi melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi NTT pada Selasa (26/5/2026) sore. Pejabat yang dikukuhkan meliputi Dewan Komisaris dan jajaran Direksi dari PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur, PT Kawasan Industri Bolok (Perseroda), serta PT Flobamor.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan masa bakti jabatan yang disesuaikan bagi masing-masing instansi.
PENGUKUHAN DAN PENGUCAPAN SUMPAH JABATAN
Acara diawali dengan pembacaan keputusan pengangkatan serta pengucapan sumpah/janji jabatan yang dipandu secara khidmat. Dalam arahan sebelum pengambilan sumpah, Gubernur mengingatkan bahwa sumpah atau janji jabatan merupakan komitmen sakral di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat, yang wajib ditepati dengan ketaatan serta kejujuran penuh.
"Sumpah janji ini hendaknya diucapkan dalam kesadaran sepenuhnya dan kemauan yang sungguh-sungguh, karena Tuhan itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui," tegas Gubernur sebelum memandu pengucapan janji.
Para pejabat yang dilantik kemudian mengucapkan janji setia: "Bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya akan memegang teguh etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Bahwa saya akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan wewenang, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela."
Pengambilan sumpah dilaksanakan sesuai dengan keyakinan agama masing-masing, disaksikan oleh Rohaniwan Kristen Protestan, Katolik, dan Islam. Prosesi diperkuat dengan pembacaan firman Tuhan yang mengingatkan untuk selalu kuat, teguh hati, dan berpegang pada hukum serta kebenaran dalam setiap langkah pengabdian.
DAFTAR RESMI PEJABAT BUMD YANG DILANTIK
Berdasarkan Keputusan Gubernur, berikut adalah daftar nama pejabat tiga BUMD NTT yang resmi dilantik dan mengambil sumpah jabatan:
1. PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT):
• Revi Adiana Silawati, diangkat sebagai Direktur Kepatuhan. Beliau menggantikan pejabat lama, Kristopel Semuel Belianus Adu, yang diberhentikan dengan hormat disertai ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat.
2. PT Kawasan Industri Bolok (KIB):
● Rusyanto Nehemia Constantin Hiskia, diangkat sebagai Direktur Utama.
Kretisana Jagi, diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Operasional.
● Grace Lusiana Beeh, diangkat sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha.
● Fredrik Lukas Benu, diangkat sebagai Komisaris Independen.
● Daniel Tonu, diangkat sebagai Komisaris Independen.
3. PT Flobamor:
● Dominggus Elcid Li, diangkat sebagai Direktur Utama.
● Maxi Julians Rihi Dara, diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Operasional.
● Leonardo Adiyanto Waleng, diangkat sebagai Direktur Pengembangan.
● Fransiskus Kasmir Nuryadin Bata, diangkat sebagai Direktur Pengadaan Barang dan Jasa.
● Yose Rizal, diangkat sebagai Direktur Pengembangan Usaha.
● Semuel Halundaka, diangkat sebagai Komisaris Independen.
● Sonny Supersemar Pellokila, diangkat sebagai Komisaris Independen.
Seluruh biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan pengangkatan ini dibebankan pada anggaran masing-masing perseroan.
ARAHAN GUBERNUR: BUMD HARUS JADI MOTOR EKONOMI DAERAH
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap nama-nama yang telah terpilih. Menurutnya, kualitas dan rekam jejak para pejabat sudah dikenal baik, namun pembuktian nyata harus ditunjukkan lewat kinerja di lapangan.
"Nama-nama yang duduk di sini adalah orang-orang yang penilaiannya sudah sangat bagus. Namun, kebaikan nama itu harus dibuktikan bulan ini, bulan depan, dan tahun ini. Saudara bekerja di perusahaan yang berdiri di atas kehormatan, profesionalisme, dan keberanian untuk berubah," tegas Gubernur.
Gubernur menekankan bahwa BUMD tidak boleh terus-menerus bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah, melainkan harus bertransformasi menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang produktif. Secara khusus, jajaran direksi dan komisaris diperintahkan untuk menjalankan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang bersih (Good Corporate Governance). Menurutnya, tata kelola yang transparan dan akuntabel akan menguntungkan daerah, membesarkan perusahaan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
FOKUS UTAMA: PENGUATAN KAWASAN INDUSTRI BOLOK DAN BANK NTT
Mengenai PT Kawasan Industri Bolok (KIB), Gubernur menaruh harapan besar agar jajaran manajemen baru mampu mengoptimalkan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTT. KI Bolok diinstruksikan tidak sekadar menjadi pengelola aset lahan, tetapi wajib bergerak aktif menarik investasi, menghidupkan aktivitas logistik, mendorong hilirisasi potensi lokal, serta memperluas penyerapan tenaga kerja lokal melalui kemitraan strategis dengan sektor UMKM.
Sementara untuk Bank NTT, Gubernur menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pejabat lama, Kristopel Semuel Belianus Adu (Pak Chris). Pengalamannya selama 30 tahun di Bank BRI dinilai berhasil menjaga stabilitas Bank NTT tetap sehat dan patuh terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tetap menghormati kearifan lokal.
Kepada Direktur Kepatuhan yang baru, Revi Adiana Silawati, Gubernur optimis rekam jejak panjang selama 30 tahun berkarier di Bank Jatim akan membawa dampak positif. Sinergi solid bersama seluruh jajaran direksi dan komisaris diharapkan mampu memposisikan Bank NTT sebagai pilar utama keuangan daerah yang inklusif—menjadi rumah yang ramah bagi pelaku UMKM, nelayan, petani, aparatur sipil negara (ASN), koperasi, hingga pemerintah desa.
DUKUNGAN ANGGARAN DAN SINERGI STRATEGIS
Gubernur turut mengumumkan komitmen dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT yang telah menyetujui alokasi penyertaan modal sebesar 75 Miliar Rupiah untuk memperkuat Bank NTT. Pencairan dana tersebut akan dilaksanakan setelah seluruh rencana bisnis dan instrumen tata kelola perusahaan dinyatakan lengkap serta memenuhi syarat kelayakan.
Selain sokongan APBD, koordinasi dengan Pemerintah Pusat terus berjalan. Melalui dorongan di tingkat DPR RI, Kementerian Pertanian direncanakan membangun infrastruktur serta sarana penunjang penting di wilayah NTT untuk mendukung prioritas pembangunan nasional. Pemerintah Provinsi juga tengah mendorong penambahan modal dari tiga BUMD lainnya untuk memperkuat struktur keuangan daerah secara menyeluruh.
Di akhir arahannya, Gubernur menekankan pentingnya eksekusi rencana kerja secara presisi.
"Saya percaya Saudara-saudari akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Nanti setelah visi dan misi kami sampaikan, kita akan duduk bersama untuk menyelaraskan langkah. Mari kita bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas demi kemajuan Nusa Tenggara Timur," pungkas Gubernur menutup pelantikan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh. Sekda NTT Flori Rita Wuisan, perwakilan Bank Indonesia, serta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
Komentar
Posting Komentar