Gubernur Melki Laka Lena Buka Latsar CPNS 2026: ASN Harus Adaptif dan Berorientasi Kinerja Profesional

KUPANG, GARISPENAINDONESIA.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2026. Pembukaan berlangsung di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT pada Senin (18/5/2026).

​Pelaksanaan Latsar kali ini mencakup dua sistem pembelajaran, yakni Gelombang V melalui metode Klasikal dan Gelombang X melalui Distance Learning. Agenda ini diikuti oleh peserta dari lingkup Pemerintah Provinsi NTT serta 12 pemerintah kabupaten, meliputi Kabupaten Ende, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Belu, Kupang, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Malaka, Manggarai, dan Manggarai Barat.

​Dalam arahan utamanya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Latsar merupakan fase krusial dalam mentransformasikan karakter CPNS menjadi aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

​"Latsar menjadi tonggak awal transformasi saudara-saudari sekalian dari seorang calon menjadi aparatur sipil negara yang sejati. ASN masa kini harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," ujar Melki Laka Lena.

​Lebih lanjut, Gubernur menginstruksikan perubahan paradigma kerja di lingkungan birokrasi, dari pola kerja konvensional menuju sistem yang berbasis pada capaian kinerja nyata, disiplin tinggi, inovasi, serta digitalisasi.

​"Sudah tidak ada lagi pola kerja sekadar datang, absen, pulang. ASN ke depan harus bekerja seperti sektor profesional: berbasis hasil, disiplin, dan inovatif. Mereka yang mampu menghadirkan gagasan baru akan menjadi motor perubahan," tegasnya.

​Selain menekankan tiga fungsi utama ASN—sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan perekat pemersatu bangsa—Gubernur juga mendorong para peserta untuk bertindak sebagai agen perubahan di unit kerja masing-masing. Secara khusus, ASN muda diminta aktif mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dengan mempromosikan dan membeli produk UMKM lokal melalui platform NTT Mart.

Laporan Teknis BPSDMD NTT
​Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BPSDMD Provinsi NTT, Flavianus Dua, memaparkan bahwa Latsar CPNS tahun 2026 dirancang untuk membentuk kompetensi jabatan aparatur pelayan publik. Diklat ini dilaksanakan selama 65 hari kerja atau setara dengan 599 jam pembelajaran, yang meliputi metode mandiri, distance learning, aktualisasi di tempat kerja, serta pembelajaran klasikal.

​Berdasarkan data teknis BPSDMD, total CPNS yang telah menyelesaikan Latsar pada tahun 2026 mencapai 1.720 peserta, sedangkan 4.066 CPNS lainnya dijadwalkan mengikuti pelatihan pada gelombang berikutnya.

​Khusus untuk lingkup Pemerintah Provinsi NTT, tercatat 80 orang telah menyelesaikan latsar, dan 1.229 orang lainnya akan disertakan pada gelombang-gelombang yang akan datang.

​Pada upacara pembukaan ini, sebanyak 160 peserta hadir secara langsung (klasikal) di lokasi, sementara 970 peserta lainnya mengikuti jalannya acara secara virtual.

​Flavianus juga menambahkan bahwa sebagai bentuk implementasi gerakan "Ayo Beli NTT", BPSDMD mengintegrasikan kunjungan edukatif ke NTT Mart ke dalam agenda unggulan pelatihan. Hingga saat ini, program kunjungan tersebut telah diikuti oleh 1.760 peserta Latsar.

​Editor: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Biro Adpim Setda Prov. NTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo