Gas Pol Triwulan I: Undana Perketat Kawalan Target dan Akuntabilitas

KUPANG, PENA INDONESIA – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuktikan bahwa akuntabilitas bukan sekadar jargon di atas kertas. Melalui rapat evaluasi kinerja pimpinan unit kerja untuk triwulan pertama tahun 2026, Senin (4/5/2026), kampus hijau ini menegaskan komitmennya: seluruh program harus eksekusi, serapan anggaran wajib presisi.
​Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor ini menjadi panggung pengawasan ketat. Fokusnya jelas, yakni memastikan apa yang direncanakan pada Januari hingga Maret benar-benar mendarat tepat sasaran di lapangan.

Sinkronisasi: Data Harus Bicara Fakta
​Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana, Yefry C. Adoe, S.E., M.A.P., menegaskan bahwa evaluasi ini adalah ritual wajib untuk menjaga ritme institusi. Analisis dilakukan dengan mengadu data kinerja program terhadap realisasi keuangan. Tidak boleh ada celah antara laporan dan fakta.

​"Kami mengawal apa yang sudah dicapai dalam tiga bulan pertama. Targetnya satu: semua program tetap on track. Tidak ada ruang untuk melenceng dari rencana awal tahun," tegas Yefry.

Efisiensi Bukan Hambatan, Tapi Pemantik Inovasi
​Menariknya, Undana merespons kebijakan efisiensi anggaran pusat dengan mentalitas pemenang. Alih-alih mengeluh, regulasi ini justru dijadikan mesin penggerak inovasi bagi setiap unit kerja.

​Bagi Undana, keterbatasan anggaran adalah tantangan untuk melahirkan program yang:

• ​Tepat Sasaran: Fokus pada urgensi kebutuhan universitas.

• ​Berdampak Nyata: Mengutamakan hasil daripada sekadar seremonial.

• ​Kreatif: Mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk output maksimal.

​Setiap rupiah yang keluar harus menjadi investasi bagi kemajuan kualitas pendidikan dan layanan publik.

Disiplin Administrasi, Standar Nasional
​Pimpinan universitas menekankan bahwa kerja fisik yang hebat wajib dibarengi laporan administratif yang bersih. Sinkronisasi ini bukan sekadar urusan kertas, melainkan fondasi bagi standar akuntabilitas Undana di level nasional.

​Dengan siklus monitoring dan evaluasi (monev) setiap tiga bulan, Undana tidak hanya sekadar bertahan, tapi terus memacu performa untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Evaluasi bukan akhir, melainkan bahan bakar untuk melesat lebih jauh di triwulan berikutnya.

​Sumber: Ollien Manggol
Editor: Tim Redaksi Pena Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo