Dua "Srikandi" Bisnis Undana Tembus Ekosistem Global, Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan


KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional dan global. Dua talenta muda dari Program Studi Administrasi Bisnis, FISIP Undana, yakni Arleen Theodora Pah dan Afriliani Ahmad, sukses menembus seleksi ketat dalam program bergengsi Google Student Ambassador (GSA) dan Beasiswa Paragon.

​Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi langsung dari Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. Saat menerima kedua mahasiswi tersebut dalam audiensi strategis di Gedung Rektorat pada Senin (4/5/2026), Rektor menegaskan bahwa keberhasilan mereka merupakan bukti nyata kualitas talenta mahasiswa NTT yang mampu bersaing dengan standar industri global.

Navigasi Teknologi AI dan Kepemimpinan Sosial

​Arleen Theodora Pah, atau yang akrab disapa Jeje, kini mengemban tanggung jawab sebagai duta teknologi Google. Mahasiswi semester IV ini menjadi jembatan antara raksasa teknologi dunia dengan civitas akademika Undana. Dalam laporannya, Jeje telah menyiapkan peta jalan strategis berupa lokakarya dan seminar mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

​"Fokus kami adalah mengedukasi rekan-rekan mahasiswa mengenai pemanfaatan produk AI secara bijak. Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas akademik tanpa mengesampingkan esensi kemanusiaan," ujar Jeje optimis.

​Sementara itu, Afriliani Ahmad (Afril), mahasiswi semester II, berhasil terpilih dalam program Beasiswa Paragon bukan hanya karena prestasi akademik, melainkan komitmen sosialnya yang tinggi. Afril membawa misi edukasi lingkungan, khususnya terkait bahaya pembakaran sampah di Kota Kupang, serta optimalisasi media sosial sebagai alat pengembangan diri bagi generasi Z.

Inspirasi dan Role Model Mahasiswa Adaptif

​Rektor Prof. Jefri Bale memosisikan Jeje dan Afril sebagai role model mahasiswa adaptif yang mampu mendobrak batasan rutinitas kelas. Menurutnya, rekognisi dari lembaga sekelas Google dan Paragon adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa.

​"Saya berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. Jangan hanya terpaku pada teori di kelas, tapi konsistenlah meningkatkan kompetensi keilmuan. Kepercayaan diri yang terbangun di sini adalah modal utama saat mereka terjun ke masyarakat nantinya," tegas Prof. Jefri.


​Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak Universitas berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap program yang diinisiasi oleh kedua mahasiswi ini, baik dari aspek kebijakan maupun penyediaan sarana pendukung di lingkungan kampus.

Menuju Ekosistem Mahasiswa Melek Teknologi

​Diketahui, seleksi Google Student Ambassador dan Beasiswa Paragon memiliki standar yang sangat tinggi, menitikberatkan pada kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi nyata.

​Kehadiran dua "Srikandi" ini diharapkan mampu memicu percepatan ekosistem digital di Undana. Dengan jiwa kepemimpinan yang tangguh, mereka diharapkan mampu membawa dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi kemajuan wilayah Nusa Tenggara Timur di masa depan.

sumber: Ollien Manggol || Foto: Nur Merlianti || editor:PenaIndonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo