Akselerasi Global: Undana Gandeng Unud Matangkan Persiapan Tourism Confucius Institute di NTT
DENPASAR – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang terus menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi institusi berdaya saing global. Langkah strategis ini dipertegas melalui audiensi kemitraan antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, dengan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Informasi Universitas Udayana (Unud), Prof. I Made Sucipta.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Tourism Confucius Institute (TCI) Universitas Udayana pada Senin (27/4) tersebut fokus membahas mekanisme pendanaan dan penyediaan tenaga pengajar native speaker guna mematangkan rencana pembentukan unit serupa di Undana.
Strategi Mandiri dan Dukungan Pemerintah Tiongkok
Dalam diskusi tersebut, Prof. Made Sucipta berbagi pengalaman mengenai operasional TCI Unud yang selama ini didukung penuh oleh pemerintah Tiongkok. Dukungan tersebut mencakup penyediaan tenaga pengajar penutur asli (native speaker) serta bantuan sarana dan prasarana pendidikan yang mumpuni.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa pihaknya akan mengadopsi strategi income generating agar program ini tetap berkelanjutan tanpa membebani anggaran internal universitas.
"Kami berencana mengoptimalkan layanan kursus bahasa Mandarin, penyelenggaraan ujian sertifikasi HSK, serta pelatihan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) sebagai sumber pendapatan mandiri," ujar Prof. Jefri.
Kolaborasi Lintas Universitas dan Diplomasi Teknis
Kerja sama ini dinilai sangat krusial, terutama dalam mempercepat proses perizinan di tingkat kementerian. Unud, yang telah merintis TCI sejak tahun 2018, menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi Undana dalam penyusunan proposal teknis. Pendampingan ini mencakup berbagi pengalaman mengenai diplomasi tingkat tinggi dan pemenuhan standar internasional yang diperlukan.
Menyiapkan SDM NTT untuk Arus Investasi Global
Langkah besar ini bukan sekadar urusan akademis semata. Kehadiran pusat bahasa dan budaya Tiongkok di Undana diproyeksikan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur yang unggul dan adaptif.
Dengan meningkatnya arus investasi dan pariwisata internasional di NTT, penguasaan bahasa Mandarin dipandang sebagai nilai tambah strategis bagi lulusan dan masyarakat lokal agar mampu menjadi pemain utama dalam dinamika global.
sumber dan Foto: Ollien Manggol
Editor: PenaIndonesia
Komentar
Posting Komentar