Rabu, 15 April 2026

Secercah Harapan di Namosain: Saat Kemanusiaan Mengetuk Pintu Keluarga Nunbala


KUPANG, 15 April 2026 – Di sudut Kelurahan Namosain, Kota Kupang, angin laut membawa aroma garam yang kontras dengan sunyinya sebuah rumah sederhana. Di sinilah, di bawah atap yang menyimpan ribuan doa, tinggal seorang gadis kecil bernama Fenci Nunbala. Di usianya yang menginjak 7 tahun, Fenci adalah potret keteguhan di tengah keterbatasan fisik yang merenggut masa kecilnya.

​Tragedi di Usia Dua Bulan

Lahir sebagai putri kedua dari pasangan Cornelis Nunbala dan Wati Sakan, garis tangan Fenci berubah drastis saat ia baru berusia dua bulan. Serangan panas tinggi yang memicu kejang hebat—atau yang dikenal warga lokal sebagai "Hela Step"—menjadi awal mula ujian panjang keluarga ini.

​Meski sempat mendapatkan perawatan di RSUD SK Lerik, Fenci pulang membawa beban berat: kelumpuhan pada tangan dan kaki, serta kehilangan kemampuan bicara. Sejak saat itu, dunia Fenci hanya sebatas apa yang bisa ia lihat dari rebahan tubuhnya atau dari gendongan sang ibu.

​Terhimpit Ekonomi, Terlupakan Medis

​Bagi Cornelis, seorang buruh harian lepas, dan Wati yang tak bekerja, membawa Fenci kembali ke meja medis adalah kemewahan yang tak terjangkau.

​"Jangankan untuk pengobatan lanjutan, untuk makan sehari-hari saja kami sudah susah," ungkap Wati Sakan dengan nada lirih kepada awak media.

​Kepiluan makin mendalam saat diketahui bahwa selama bertahun-tahun, Fenci tidak pernah lagi menyentuh fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Di usia yang seharusnya ia mulai berlari mengejar mimpi, Fenci terjebak dalam tubuh yang tak mampu digerakkan.

​Kehadiran Sosok Penolong: Filmon Loasana

​Keheningan di rumah keluarga Nunbala pecah hari ini. Filmon Loasana, S.E., M.A.P., Anggota Komisi III DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang hadir pula Anggota Dewan DPRD Propinsi NTT Junaidi, Dan Debora Lende  yang juga dari Partai Berlogo Gajah itu membawa lebih dari sekadar janji politik. Beliau datang membawa perubahan nyata.

​Melihat kondisi Fenci yang memprihatinkan, Filmon tidak mampu menyembunyikan rasa empatinya. Secara langsung, beliau menyerahkan bantuan yang sangat dinantikan:

  • Kursi Roda Baru: Untuk memberikan mobilitas bagi Fenci dan meringankan beban sang ibu yang selama 7 tahun harus menggendongnya ke mana pun.
  • Paket Sembako: Sebagai penyambung hidup keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
  • Alat Tulis & Sepatu: Diberikan khusus untuk kakak Fenci yang kini duduk di bangku kelas 2 SD, agar pendidikannya tidak terputus meski dalam himpitan ekonomi.

​Lebih dari Sekadar Angka dan PAD​Meski keseharian Filmon Loasana berkutat dengan urusan teknis di Komisi III—seperti mengawal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kinerja BUMD—aksi hari ini membuktikan bahwa hatinya tetap tertuju pada kesejahteraan rakyat di akar rumput.

​"Melihat Adik Fenci adalah pengingat bahwa di balik angka-angka anggaran yang kita bahas di gedung dewan, ada nyawa dan masa depan anak bangsa yang harus kita selamatkan," ujar Filmon di sela-sela kunjungannya.

​Hari ini di Namosain, bantuan tersebut bukan sekadar barang, melainkan sebuah pesan kuat bagi Keluarga Nunbala: Bahwa mereka tidak lagi berjuang sendirian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

​Melki Laka Lena: ASN Harus Jadi Teladan Pajak, Jangan Hanya Tahu Pakai Kendaraan Dinas

KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kepatuhan pajak kendaraan dinas di lingkungan Pemprov ...