Hal tersebut disampaikan Wali Kota dalam perayaan Misa Syukur yang berlangsung di Gereja Katedral Kristus Raja, Senin (13/4). Acara ini sekaligus memperingati satu tahun wafatnya Mgr. Petrus Turang dan ulang tahun ke-57 Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Kepemimpinan Sebagai Pelayanan
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyoroti nilai edukatif dari pola kepemimpinan Gereja. Ia menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Kota Kupang mengambil inspirasi dari keteladanan para Uskup dan imam dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Kami belajar bahwa kepemimpinan sejati adalah melayani, bukan dilayani. Nilai ini yang kami pegang teguh dalam menghadirkan pelayanan publik yang berpihak pada masyarakat, terutama kelompok rentan,” tegas Wali Kota.
Ia juga mengakui bahwa pertumbuhan Kota Kupang tidak lepas dari peran Gereja Katolik dalam membentuk nilai hidup dan memperkuat persaudaraan antarwarga. Menurutnya, Gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun SDM yang berintegritas.
Penghormatan bagi Warisan Iman
Selain merayakan usia baru KAK, Wali Kota memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Mgr. Petrus Turang. Ia menyebut warisan iman dan keteladanan almarhum sebagai aset moral yang tetap hidup meski sang gembala telah tiada.
Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah makam dan ramah tamah bersama umat. Turut hadir dalam acara ini Gubernur NTT Emanuel Melkiades Lakalena, Kakanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Visi Gereja yang Relevan
Di sisi lain, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni mengingatkan pentingnya Gereja yang responsif terhadap dinamika sosial. Menjelang usia ke-60 (Yubileum) KAK tahun depan, ia menekankan bahwa Gereja harus hadir sebagai solusi bagi tantangan nyata di tengah masyarakat.
“Gereja tidak berjalan sendiri. Kita bersyukur atas sinergi dengan pemerintah untuk menghadirkan kebaikan. Fokus kita adalah terus membangun harmoni, toleransi, dan solidaritas melalui karya nyata,” ujar Mgr. Hironimus.
Perayaan ini ditutup dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya persiapan menuju HUT ke-60 Keuskupan Agung Kupang pada tahun 2027 mendatang.
Editor: Team Redaksi Garia Pena Indonesia
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar