Gubernur menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi berlindung di balik data statistik yang terlihat cantik. Ia menuntut para birokrat untuk turun ke level mikro: by name by address.
Tamparan untuk Data Makro
Meski indikator pembangunan tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi NTT menyentuh 5,14% dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 69,89, Gubernur Melki tidak lantas berpuas diri. Baginya, angka-angka itu bisa jadi semu jika kelompok rentan masih terpinggirkan.
Catatan merah masih membayangi dengan angka kemiskinan yang bercokol di 17,5% dan prevalensi stunting sebesar 20,5%. Gubernur menegaskan bahwa capaian ini harus dibedah hingga level mikro untuk memastikan apakah kelompok rentan benar-benar merasakan dampak pembangunan atau hanya menjadi penonton angka.
Urus Orang Miskin, Bukan "Mental Miskin"
Salah satu pernyataan paling menohok dalam sambutan tersebut adalah peringatan Gubernur mengenai sasaran pembangunan. Ia menekankan bahwa energi pemerintah harus habis untuk memberdayakan mereka yang secara struktural miskin, bukan mereka yang sekadar memelihara "mentalitas" miskin demi mendapatkan bantuan.
"Melalui MUSIK KEREN, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Kita mengurus orang miskin, bukan orang bermental miskin!" cetusnya dengan nada provokatif.
Sorotan dan Studi Tiru
Menariknya, skema MUSIK KEREN yang diterapkan NTT kini mulai dilirik daerah lain. Delegasi Pemerintah Provinsi Aceh sengaja terbang ke Kupang untuk melakukan studi tiru. Ini menjadi bukti bahwa model perencanaan inklusif NTT punya taji, meski implementasinya di lapangan masih terus diuji.
Gubernur juga mendesak agar produk-produk hasil karya penyandang disabilitas tidak hanya dipajang saat pameran, tetapi didorong masuk ke rantai pasar yang serius sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kini publik menunggu, apakah forum ini benar-benar menjadi solusi atau hanya pengulangan narasi rutin tanpa perubahan signifikan bagi mereka yang terpinggirkan.
Editor: Garis Pena Indonesia
Laporan: Fara Therik | Foto: Dio Ceunfin | Video: Ricky Nengga
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar