Kamis, 16 April 2026

Menabung Kebaikan di Alak: Saat Solidaritas Warga Bertemu Kepedulian Filmon Loasana


KUPANG – Di tengah teriknya cuaca Kota Kupang, ada sebuah narasi hangat yang sedang dirajut oleh warga RW 06 Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak. Bukan tentang proyek besar pemerintah, melainkan tentang sebuah mimpi sederhana: memiliki rumah Posyandu yang layak demi masa depan anak-anak mereka.

​Semangat gotong royong warga dari RT 19 hingga RT 26 yang awalnya bergerak secara mandiri, kini mendapat hembusan angin segar. Pada Rabu (15/4/2026), Filmon Loasana, Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PSI, hadir membawa dukungan nyata berupa material bangunan—pasir, batu kerikil, dan batako—untuk memastikan fondasi kesehatan warga tersebut berdiri kokoh.

Bukan Sekadar Material, Tapi Investasi Sosial

​Bagi Filmon, bantuan ini bukanlah sekadar urusan semen dan batu. Ini adalah bentuk investasi sosial untuk memastikan tidak ada ibu hamil atau balita di Alak yang tertinggal dalam layanan kesehatan dasar.

​"Posyandu adalah garda terdepan kesehatan kita. Membantu pembangunannya berarti kita sedang menjaga masa depan generasi NTT. Saya tergerak karena melihat warga di sini tidak berpangku tangan, mereka memulai dengan cinta dan swadaya," ujar Filmon di sela-sela penyerahan bantuan.

Menghidupkan Kembali Roh Gotong Royong

​Fenomena pembangunan Posyandu di Penkase Oeleta ini menjadi potret menarik di era modern. Di saat banyak orang menuntut fasilitas instan, warga RW 06 justru memilih jalur solidaritas. Filmon Loasana melihat hal ini sebagai kekuatan besar yang harus dijaga.

  • Aksi Nyata: Bantuan bersumber dari inisiatif pribadi sebagai wujud tanggung jawab moral wakil rakyat.
  • Dampak Langsung: Mempercepat pembangunan fasilitas yang mencakup lima RT sekaligus.
  • Pesan Sosial: Kolaborasi adalah kunci; masyarakat yang bergerak, wakil rakyat yang menggenapi.

Harapan dari Akar Rumput

Kehadiran Filmon di tengah warga disambut dengan rasa syukur yang mendalam. Bagi warga, bantuan ini adalah bukti bahwa suara-suara dari pelosok gang di Alak tetap terdengar hingga ke kursi parlemen.

​"Kami memulai pembangunan ini dari diskusi-diskusi kecil di lingkungan. Kehadiran Pak Filmon memberikan semangat baru bahwa kami tidak berjalan sendirian," ungkap salah seorang warga setempat.

​Kisah dari Alak ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa pembangunan yang paling bermakna adalah pembangunan yang lahir dari kebutuhan rakyat dan diselesaikan dengan tangan-tangan yang saling bergandengan. Dengan material yang kini tersedia, impian warga Penkase Oeleta untuk melihat anak-anak mereka ditimbang dan dirawat di bangunan yang layak, kini tinggal selangkah lagi menuju kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menabung Kebaikan di Alak: Saat Solidaritas Warga Bertemu Kepedulian Filmon Loasana

​ KUPANG – Di tengah teriknya cuaca Kota Kupang, ada sebuah narasi hangat yang sedang dirajut oleh warga RW 06 Kelurahan Penkase Oeleta, K...