Lantik Bunda Literasi, dr. Christian Widodo: Ini Bukan Sekadar Harapan, Tapi Masa Depan Kupang

KUPANG, PENA INDONESIA– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa membangun kota tidak melulu soal aspal dan beton. Baginya, fondasi terkuat sebuah kota justru terletak pada ilmu pengetahuan dan karakter warganya yang dibangun lewat literasi.

​Pernyataan tegas ini disampaikan dalam acara Pengukuhan Bunda Literasi Kota Kupang sekaligus pembukaan Lomba Bercerita Anak PAUD di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (22/4).

Literasi Mulai dari Meja Makan
​Dalam arahannya, dr. Christian meminta para orang tua tidak menjadikan kegiatan membaca sebagai beban bagi anak. Ia menekankan bahwa literasi harus tumbuh secara organik di lingkungan keluarga.

​“Jangan dipaksa satu hari harus habis satu buku. Mulai dari satu halaman, satu paragraf, bahkan satu kalimat saja cukup, asal konsisten,” ujar Wali Kota.

​Ia mengingatkan bahwa anak adalah peniru ulung. Jika ingin anak gemar membaca, maka orang tua harus memberi teladan, bukan sekadar perintah. Kehadiran buku di sudut-sudut rumah, menurutnya, jauh lebih efektif daripada ceramah panjang lebar tentang pentingnya belajar.

Estafet Peran Bunda Literasi
​Momen utama acara ini adalah pengukuhan dr. Widya Cahya sebagai Bunda Literasi Kota Kupang yang baru. Wali Kota berharap amanah ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi menjadi motor penggerak hingga ke tingkat rumah tangga.

​"Hari ini bukan soal seremoni. Ini soal harapan. Kota ini kuat bukan cuma karena visi pemimpinnya, tapi karena peran Bunda Literasi yang menghidupkan karakter anak-anak kita," tambahnya.

​Mengutip aktivis Malala Yousafzai, ia menegaskan bahwa perubahan besar dunia seringkali dimulai dari hal sederhana: satu anak, satu buku, dan satu pena.

​Sinergi Lawan Kekerasan dan Stunting Literasi
​Senada dengan Wali Kota, Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina P. Pratami Ly, menjelaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari upaya terintegrasi. Selain lomba bercerita yang diikuti 42 anak PAUD, pihaknya juga menggelar kelas parenting.

​Fokusnya jelas: memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama, sekaligus mengedukasi orang tua mengenai pengasuhan positif dan pencegahan kekerasan terhadap anak.

​Lewat lomba bercerita, anak-anak diajak untuk berani tampil dan mengasah imajinasi. Bagi Pemkot Kupang, satu cerita yang dibaca anak hari ini adalah bahan bakar untuk keberanian mereka bermimpi besar di masa depan.

Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo