Inovasi "Top Ranger" Kupang Go International, Australia Jajaki Replikasi

KUPANG, PENA INDONESIA– Inovasi kebencanaan asal Kota Kupang, “Top Ranger”, resmi menarik perhatian internasional. Sistem respons cepat yang digagas BPBD Kota Kupang ini dinilai memenuhi standar global dan berpotensi direplikasi secara lintas negara.
​Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, dengan delegasi Program SIAP SIAGA dan perwakilan Kedutaan Besar Australia di Balai Kota, Selasa (21/4). Kunjungan ini bertujuan untuk membedah efektivitas inovasi tersebut dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

Prioritas Kemitraan Strategis
​Program Officer Kedutaan Besar Australia, Iyik Putri, menyatakan bahwa NTT, khususnya Kota Kupang, merupakan wilayah prioritas dalam kemitraan Indonesia-Australia. Sementara itu, Team Leader SIAP SIAGA, Lucy Dickinson, mengapresiasi konsistensi Pemkot Kupang sejak 2020 yang dinilai terus melahirkan ide baru dalam mitigasi bencana.

​"Kota Kupang selalu menghadirkan inovasi menarik. Ini bukan hanya bermanfaat secara lokal, tapi bisa menjadi pembelajaran bagi wilayah lain," ungkap Lucy.

​Bukan Sekadar Aplikasi, Tapi Solusi Sistemik
​Didesain oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, "Top Ranger" mengintegrasikan tiga pilar utama:

​1. Teknologi: Sistem pelaporan dan respons digital.

2. ​SOP: Standardisasi penanganan darurat yang terukur.

​3. Partisipasi Warga: Menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan.

​Sekda Jeffry Pelt menekankan bahwa inovasi ini lahir dari desakan perubahan iklim yang membuat cuaca sulit diprediksi. Menurutnya, pemerintah tidak boleh bekerja dengan cara konvensional.

Target Pengembangan: Lintas Sektor
​Pemkot Kupang berkomitmen mengembangkan "Top Ranger" menjadi platform yang lebih luas, mencakup distribusi logistik dan dukungan sosial.

​"Kita tidak ingin inovasi ini berhenti. Kita bangun pola dasarnya, standarkan, lalu kembangkan untuk berbagai kebutuhan lintas sektor," tegas Jeffry. Ia juga mengajak sektor swasta dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi, mengingat keberhasilan mitigasi bencana bergantung pada sinergi semua pihak.

​Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi daerah yang dikelola secara profesional mampu mendapat pengakuan internasional dan menjadi model kesiapsiagaan bencana bagi Indonesia dan dunia.


Editor: Team Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misteri di Balik Api Liliba: Ketika Keadilan Diduga Terbakar Skenario, Eben Tung Sely Angkat Bicara

BEM Undarma Kupang Kecam Kebijakan Libur Mendadak: "Kampus Tidak Boleh Membungkam Suara Mahasiswa!"

Mushola Darul Amanah Disegel, Isak Tangis Naya Mengetuk Pintu Hati Presiden Prabowo