Dari total penerima, sebanyak 248 orang hadir secara luring, sementara 4.288 lainnya mengikuti via zoom meeting. Hadir mendampingi Gubernur, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda, serta Kepala BKD NTT Kanisius Mau.
Bukan Garis Finish
Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa SK tersebut bukanlah tanda bagi para pegawai untuk bersantai. Sebaliknya, ini adalah mandat baru untuk membuktikan kontribusi nyata bagi NTT.
"SK ini bukan garis akhir, tapi garis awal pengabdian. NTT butuh ASN yang hadir sebagai solusi, bukan sekadar pelaksana administrasi," tegas Melki.
Tantangan Sektoral dan Ekonomi Lokal
Gubernur memetakan tugas spesifik bagi ribuan PPPK tersebut:
1. Tenaga Pendidik: Wajib membangun karakter generasi, bukan sekadar transfer ilmu.
2. Tenaga Kesehatan: Menghadirkan kemanusiaan dalam pelayanan.
3. Fasilitator Ekonomi: Menjadi penggerak program One Village One Product (OVOP) dan pendamping UMKM agar naik kelas melalui hilirisasi dan akses pasar.
Instruksi Tegas: Tinggalkan Mentalitas Biasa
Menutup sambutannya, Gubernur meminta seluruh PPPK Paruh Waktu untuk membuang jauh-jauh mentalitas "asal sudah kerja". Ia menuntut birokrasi yang memiliki semangat petarung dan inovatif untuk menekan angka kemiskinan serta stunting di NTT.
"Tinggalkan mentalitas 'yang penting sudah urus' yang hasilnya biasa-biasa saja. Kita butuh aparatur yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi hasil," pungkasnya.
Editor: Redaksi Garis Pena Indonesia
Sumber: Biro Adpim Setda NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar