Jumat, 13 Maret 2026

Sinkronkan 994 Usulan Warga, Sekda Kota Kupang Buka Forum Perangkat Daerah RKPD 2027

KOTA KUPANG, PENA INDONESIA – Pemerintah Kota Kupang mulai mematangkan cetak biru pembangunan untuk tahun 2027. Melalui Forum Perangkat Daerah dalam rangka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Pemkot berupaya menyelaraskan ratusan aspirasi masyarakat dengan program kerja teknis pemerintah.

​Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., mewakili Penjabat Wali Kota, di Hotel Aston Kupang, Selasa (10/3).

​Dalam arahannya, Sekda Jeffry menegaskan bahwa forum ini adalah momentum krusial untuk merumuskan masa depan "Kota Kasih". Ia mewanti-wanti agar seluruh perangkat daerah tidak terjebak dalam rutinitas formalitas semata.

​“Forum ini adalah wadah untuk menyinkronkan aspirasi masyarakat dari tingkat kelurahan dan kecamatan dengan program pemerintah. Kita ingin rencana kerja benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata, bukan sekadar dokumen di atas meja,” tegas Jeffry.

​Ia menambahkan, penyusunan RKPD 2027 merupakan bagian integral dari implementasi RPJMD 2025-2029. Visinya jelas: menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Dominasi Usulan Infrastruktur dan Terobosan Pagu Indikatif
​Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan oleh Imelda Fonyke Nange, S.T., M.T., tercatat sebanyak 994 usulan program yang masuk dari hasil Musrenbang tingkat kecamatan. Menariknya, sektor infrastruktur masih menjadi primadona usulan warga:
1. ​Bidang Infrastruktur: 633 usulan
2. ​Bidang Ekonomi: 199 usulan
3. ​Bidang Sosial Budaya: 162 usulan

​Guna memastikan pembangunan menyentuh akar rumput, Pemkot Kupang menghadirkan terobosan berupa penyediaan pagu indikatif sebesar Rp500 juta untuk setiap kelurahan. Selain itu, dilaksanakan pula Musrenbang tematik khusus penanganan stunting di tingkat kecamatan sebagai langkah responsif terhadap isu kesehatan nasional.

Kolaborasi Lintas Sektor
​Sekda Jeffry juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang masih menghantui, seperti pengangguran, angka kemiskinan, hingga percepatan penurunan stunting. Menurutnya, kunci penyelesaian masalah tersebut adalah sinergi.

​“Pembangunan yang baik lahir dari kolaborasi. Tidak ada perangkat daerah yang bisa bekerja sendiri-sendiri (ego sektoral). Kita butuh koordinasi kuat dan partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, para Camat, serta delegasi perencana dari setiap kecamatan di Kota Kupang.


Editor: dwn//gpi
Sumber: prokopim setda kota Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wagub Johni Asadoma: Jangan Tunggu Sekarat, Deteksi Dini Kanker Itu Harga Mati!

KUPANG, Pena Indonesia – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, melempar peringatan keras kepada warga, khususnya kaum perempuan di NTT. Pesanny...