Sabtu, 14 Maret 2026

Panggung Karakter Don Bosko 3: Saat Kreativitas Menjadi Fondasi Pembangunan Manusia

KUPANG, PENA INDONESIA– Kemajuan sebuah daerah seringkali diukur dari megahnya aspal dan beton, namun bagi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, ukuran sejatinya terletak pada kualitas manusia dan karakter yang terbangun sejak dini. Pandangan ini ditegaskannya saat menghadiri Pentas Seni (Pensi) SDK Don Bosko 3 Kupang di Aula Eltari, Jumat (13/3).

​Membawa tema filosofis “Bersatu dalam Kreativitas, Berbeda dalam Warna di Panggung Persaudaraan”, acara ini bukan sekadar seremoni tahunan. Pensi ini menjadi pembuktian bahwa sekolah Katolik di bawah naungan Yayasan Swasti Sari tetap konsisten menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Kota Kupang.

Pendidikan: Lebih dari Sekadar Angka di Rapor
​Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo memberikan apresiasi tinggi kepada para Suster dan tenaga pendidik. Ia menekankan bahwa ruang ekspresi seperti pentas seni adalah laboratorium mental bagi anak-anak.

​“Pentas seni adalah ruang bagi anak untuk menunjukkan keberanian dan bakat. Di sinilah karakter mereka dibangun. Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang keseimbangan antara ilmu pengetahuan, karakter, dan iman,” ujar Dokter Christian.

​Senada dengan Wali Kota, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang turut hadir, menitipkan pesan krusial mengenai urgensi pendidikan dasar. Baginya, SD adalah "titik nol" pembentukan pemimpin masa depan.
​“Semua tokoh hebat hari ini dibentuk sejak bangku SD. Pembenahan kualitas pendidikan, baik akademik maupun motorik, harus dimulai dari fondasi paling bawah,” tegas Gubernur Melki.

Seni Sebagai Perekat Persaudaraan
​Ketua Panitia, Efendi Inovasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengejawantahan semangat Santo Yohanes Don Bosco. Tujuannya jelas: membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga peka secara rasa dan seni.

​Panggung Aula Eltari pun menjadi saksi bisu talenta-talenta cilik. Berbagai atraksi ditampilkan secara apik:
​1. Harmoni Suara: Paduan suara yang memukau.
2. ​Gerak Tubuh: Tarian tradisional, modern dance, hingga fashion show.
3. ​Eksplorasi Bakat: Drama dan permainan alat musik yang menunjukkan kepercayaan diri tinggi.
​Sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran para pemimpin daerah, siswa SDK Don Bosko 3 menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan hasil karya mereka sendiri kepada Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang. Sebuah simbol bahwa dari tangan-tangan kecil ini, masa depan NTT sedang dilukis dengan warna-warni kreativitas.

​Hadir dalam acara ini, jajaran anggota DPRD Kota Kupang, Ketua Yayasan Swasti Sari, Kepala SDK Don Bosko 3 Sr. Martha Maria Fatima Nabu, RVM., serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.


Editor: dan//gpi
Sumber: Prokopim Setda Kota Kupang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

​Melki Laka Lena: ASN Harus Jadi Teladan Pajak, Jangan Hanya Tahu Pakai Kendaraan Dinas

KUPANG, PENA INDONESIA – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kepatuhan pajak kendaraan dinas di lingkungan Pemprov ...